Abdulloh Abu Alchammad

Smg jd anak sholih

Iklan

Muwadda’ah Umroh 

Pagi ini Ust. Imam Mawardi, ust.Rahmat dan ustadzah Tuti H pamitan untuk menunaikan ibadah umroh. Semoga lancar, mudah & maqbulah wa mabruroh. آمين

استودعكم الله دينكم وأمانتكم وخواتيم عملكم وزودكم الله التقوى وغفر ذنبكم ويسر لكم الخير حيثما كنتم….!!!

Ayat Nun sukun bertemu Fa’

(لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ)

[Surat Al-Baqoroh 272]

Sholat Hajat Plus Doa Wasilah Nabi 

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ قَالَ سَمِعْتُ عُمَارَةَ بْنَ خُزَيْمَةَ يُحَدِّثُ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ حُنَيْفٍ

أَنَّ رَجُلًا ضَرِيرَ الْبَصَرِ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَنِي قَالَ إِنْ شِئْتَ دَعَوْتُ لَكَ وَإِنْ شِئْتَ أَخَّرْتُ ذَاكَ فَهُوَ خَيْرٌ فَقَالَ ادْعُهُ فَأَمَرَهُ أَنْ يَتَوَضَّأَ فَيُحْسِنَ وُضُوءَهُ فَيُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ وَيَدْعُوَ بِهَذَا الدُّعَاءِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ فَتَقْضِي لِي اللَّهُمَّ شَفِّعْهُ فِيَّ.

رواه أحمد ١٦٦٠٤
Telah menceritakan kepada kami ‘Utsman bin ‘Umar telah mengabarkan kepada kami Syu’bah dari Abu Ja’far berkata; saya telah mendengar ‘Umarah bin Huzaimah menceritakan dari ‘Utsman bin Hunaif, ada seorang buta mendatangi Nabi Shollallohu’alaihiwasallam lalu berkata; “Berdo’alah kepada Allah agar menyembuhkanku.” Beliau bersabda: “Jika kamu mau, saya akan mendo’akan untukmu dan jika kamu mau saya akan menangguhkan doaku dan itu lebih baik bagimu.” Lalu orang itu berkata; “Berdo’alah, ” lalu beliau menyuruh agar orang itu berwudlu dengan baik lalu sholat dua rekaat. Lalu berdo’a dengan do’a: “Ya Alloh, sesungguhnya saya meminta kepada-Mu, saya menghadapkan kepada-Mu dengan nabi-Mu, Muhammad, nabi Yang sangat Penyayang, Wahai Muhammad, sesungguhnya saya bertawajjuh dengan perantaraanmu kepada Tuhanku pada kebutuhanku ini, maka perkenankanlah kepadaku. Ya Alloh, sembuhkanlah bagiku.”

(HR. Achmad no.16604)

حَدَّثَنَا رَوْحٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ الْمَدِينِيِّ قَالَ سَمِعْتُ عُمَارَةَ بْنَ خُزَيْمَةَ بْنِ ثَابِتٍ يُحَدِّثُ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ حُنَيْفٍ

أَنَّ رَجُلًا ضَرِيرًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَنِي فَقَالَ إِنْ شِئْتَ أَخَّرْتُ ذَلِكَ فَهُوَ أَفْضَلُ لِآخِرَتِكَ وَإِنْ شِئْتَ دَعَوْتُ لَكَ قَالَ لَا بَلْ ادْعُ اللَّهَ لِي فَأَمَرَهُ أَنْ يَتَوَضَّأَ وَأَنْ يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ وَأَنْ يَدْعُوَ بِهَذَا الدُّعَاءِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي أَتَوَجَّهُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ فَتَقْضِي وَتُشَفِّعُنِي فِيهِ وَتُشَفِّعُهُ فِيَّ قَالَ فَكَانَ يَقُولُ هَذَا مِرَارًا ثُمَّ قَالَ بَعْدُ أَحْسِبُ أَنَّ فِيهَا أَنْ تُشَفِّعَنِي فِيهِ قَالَ فَفَعَلَ الرَّجُلُ فَبَرَأَ

حَدَّثَنَا مُؤَمَّلٌ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ الْخَطْمِيُّ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ خُزَيْمَةَ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ حُنَيْفٍ أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ ذَهَبَ بَصَرُهُ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ.

رواه أحمد ١٦٦٠٥
Telah menceritakan kepada kami Rouh, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ja’far Al Madini berkata; saya mendengar ‘Umarah bin Huzaimah bin Tsabit menceritakan dari ‘Utsman bin Hunaif, Ada seorang buta mendatangi Nabi Shollallohu’alaihiwasallam lalu berkata; “Wahai Nabiyullah, berdo’alah kepada Alloh agar menyembuhkanku.” Beliau bersabda: “Jika kamu berkenan, saya akan menangguhkan doaku dan itu lebih utama bagi akhiratmu. Dan jika kamu berkenan, saya akan mendoakan untukmu” Lalu orang itu berkata; “Tidak, tapi do’alah untukku, ” lalu beliau menyuruh agar orang itu berwudlu lalu shalat dua rekaat. Lalu berdo’a dengan do’a: “Ya Alloh, sesungguhnya saya meminta kepada-Mu, saya bertawajjuh kepada-Mu dengan perantaraan nabi-Mu, Muhammad Shollallohu’alaihiwasallam, Nabi Yang sangat Penyayang, Wahai Muhammad, sesungguhnya saya telah mengarahkan denganmu kepada Tuhanku pada kebutuhanku ini, dan kamu memohonkan kesembuhan untukku.” (‘Utsman bin Hunaif Rodliyallohu’anhu) berkata; “Lalu orang itu membaca itu terus, ” Di kemudian hari orang itu mengatakan, “Seingatku ketika itu ada kalimat ‘dengan harapan engkau bisa menolongku melalui doamu’, ” (‘Utsman bin Hunaif Rodliyallohu’anhu) berkata; “Lalu laki-laki itu melakukannya dan sembuh.” Telah menceritakan kepada kami Mu`ammal berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad yaitu Ibnu Salamah berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Ja’far Al khathmi dari ‘Umarah bin Huzaimah bin Tsabit dari ‘Utsman bin Hunaif, ada seorang laki-laki mendatangi Nabi Shollallohu’alaihiwasallam, dia seorang buta. Lalu menyebutkan hadits secara lengkap.

(HR. Achmad no.16605).
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ خُزَيْمَةَ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ حُنَيْفٍ

أَنَّ رَجُلًا ضَرِيرَ الْبَصَرِ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَنِي قَالَ إِنْ شِئْتَ دَعَوْتُ وَإِنْ شِئْتَ صَبَرْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ قَالَ فَادْعُهْ قَالَ فَأَمَرَهُ أَنْ يَتَوَضَّأَ فَيُحْسِنَ وُضُوءَهُ وَيَدْعُوَ بِهَذَا الدُّعَاءِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ إِنِّي تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى لِيَ اللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ أَبِي جَعْفَرٍ وَهُوَ الْخَطْمِيُّ وَعُثْمَانُ بْنُ حُنَيْفٍ هُوَ أَخُو سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ.
رواه الترمذي ٣٥٠٢

Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghoilan telah menceritakan kepada kami Utsman bin Umar telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ja’far dari ‘Umarah bin Khuzaimah bin Tsabit dari Utsman bin Hunaif bahwa seorang laki-laki yang buta matanya datang kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam seraya berkata; “Berdo`alah kepada Alloh agar Alloh menyembuhkanku.” beliau bersabda: “jika kamu berkehendak maka saya akan mendo’akanmu, dan jika kamu berkehendak maka bersabarlah, karena hal itu lebih baik bagimu.” laki-laki tersebut berkata; “berdo`alah (kepada Alloh untukku).” Utsman bin Hunaif berkata; “Lalu beliau ia memerintahkannya untuk berwudlu’, kemudian ia pun membaguskan wudlu’nya dan berdo’a dengan do’a berikut ini, “Ya Alloh…! Aku memohon kepada-Mu, Aku menghadap kepada-Mu dengan (syafa’at) nabi-Mu Muhammad, nabi yang diutus dengan membawa rahmat.” (laki-laki itu berkata); “Aku telah memohon syafa’atmu kepada Tuhan-ku untuk memenuhi kebutuhanku.” (Sabda beliau): “Ya Alloh…! Maka syafa’ati dia  karena aku.” Abu Isa berkata; “Hadits ini derajatnya hadits hasan shohih ghorib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur ini, yaitu dari hadits Abu Ja’far Al Khothmi, sedangkan Utsman bin Hunaif adalah saudara laki-lakinya Sahl bin Hunaif.”

(HR. At-Turmudzy no.3502)

Ansal ijazah sholat hajat khusus sakeng Abi ihya’ sakeng Abuya.
1. Wudlu Sempurna 

(الإحسان  في الوضوء)

2. Sholat Hajat 2 rokaat.

3. Doa Sholat Hajat wasilah Nabi Muhammad Nabiyyur Rohmah
Doa tsb bisa dilihat di kitab Abuya Assayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliky Al-Hasany yang berjudul 

شوارق الأنوار

Halaman 40-41

Ahlan wa Sahlan Yaa Syahro Maulidin Nabiyy


​*أهنئكم وأهنئ الأمة الإسلامية بإهلال شهر  ربيع الأول شهر مولد المصطفى عليه أفضل الصلاة والسلام ، جعل الله* *قدومه قدوم خير وفي إهلاله إهلال الأمن واليُمن والإيمان والسلم والسلامة والإسلام والتوفيق لما يحبه الله ويرضاه* *ذو الجلال والإكرام ،* *ورفع عنا وعن المسلمين البلايا والمحن وأعاذنا* *من مضلات الفتن ما* *ظهر منها وما بطن ، ورزقنا* *محبة الحبيب المصطفى صلى الله عليه وآله وصحبه وسلم ،* *وصدق المحبة ومحبة الصدق ، واتباع المحبوب ومحبة الإتباع آمين…*

*وجعله مفتاح فتوح وتمكين .. لقيم الإسلام  والدين .. وهداية تعم الخلائق ببركة سيد المرسلين .. والحمدلله رب العالمين…*

*أبو أحمد محمد الحماد*

Kisah Foto Abuya dan mBah Mangli


Barangkali sdh banyak yg sudah tahu, siapa foto orang yg di rangkul sama Abuya. Iya, beliau adalah salah satu wali besar tanah Jawa yg masyhur. Mbah Hasan Mangli. 
Alhamdulillah pada acara multaqo kemarin, saya dan ashab rombongan dari Malang mendengarkan kisah lengkapnya dr santri Abuya yg tahu persis dan mengalami dg kejadian tsb.
Sudah sangat mafhum, bahwa rumah Abuya al Maliki menjadi jujugan ziyaroh bagi para penunai haji dari seluruh dunia. Bahkan habib Salim as Syatiri, sultonul ulamaa, menyebutkan bahwa setelah thowaf di Kakbah, maka untuk menambah dan melengkapi fadhilah haji dianjurkan utk thawaf (ziyarah) di kediaman Abuya Al Maliki. 
Waktu itu, seperti biasanya, jamaah haji berbondong2 datang ke kediaman Abuya. Akan tetapi ada satu orang yg datang, dan ketika memasuki gerbang kediaman Abuya. Orang ini berjalan seperti seseorang yg mau menghadap raja di Jawa. Tidak menggunakan dua kaki, akan tetapi bergantian kedua lututnya di gerakkan. Setelah sdh sampai di dalam, orang ini langsung masuk dan duduk dibalik tiang yg paling belakang. Dan tidak ada seorangpun yg tahu. 
Abuya saat itu masih sibuk menemui tamu2nya. Tiba2 Abuya berteriak, “hei, ada orang besar disini. Coba cari dan suruh kesini. Dari Magelang….dari Magelang….” maka para santripun mencari orang yg dimaksud Abuya. Dan ada ungkapan, laa ya’riful wali illal wali, benar adanya. Abuya tidak tahu siapa saja yg akan datang hari itu dan darimana saja. Akan tetapi Abuya seperti merasakan kehadiran orang besar dari Magelang. Maka para santripun mencari orang yg dimaksud oleh Abuya. Satu persatu para peziayarah ditanyai, adakah jamaah yg dari Magelang ?
 Setelah mencari cukup lama tidak diketemukan orang yg dimaksud oleh Abuya. Tiba2 ada jamaah haji yg duduk paling belakang menunjuk ke arah tiang. Dg sedikit takut nunjuknya. Maka santri yg ditugaskan mencari, berjalan ke arah belakang. Benar saja, dibalik tiang yg paling belakang duduk mbah Hasan Mangli Magelang, dg menundukkan kepala. Maka oleh santri tsb mbah Hasan di persilahkan untuk maju menemui Abuya. Akan tetapi mbah Hasan tidak berkenan, masih duduk dan menunduk. Abuya pun tau. Maka Abuya memerintahkan santri yg dari Arab untuk membawa mbah Hasan menemui Abuya. Dan berhasil lah mbah Hasan Mangli dibawa menghadap Abuya. 
Dan setelah bertemu, Abuyapun merangkul mbah Hasan Mangli, kemudian Abuya berteriak, “showwir…showwir…” potret…potret….

Maka habib Idrus santri Abuya yg berkhidmah bagian motret pun segera melaksanakan perintah Abuya. Sepertinya Abuya tahu, bahwa salah satu karomah mbah Hasan Mangli adalah beliau tidak bisa dipotret. Dan inilah fotonya. Foto Abuya sedang merangkul mbah Hasan Mangli, dan yg bikin heran adalah, pada saat Abuya memerintahkan memotret, disaat yg bersamaan banyak jamaah yg mengabadikan momen tersebut. Akan tetapi hasil foto yg jadi, hanya hasil foto yg dibidik oleh habib Idrus santri suruhan Abuya….

Vibrasi (Getaran) Do’a Cinta Kita



THE POWER OF LOVEVIBRASI 

(Fisika Terapan Dalam Berdo’a)
UBAH CARA BERDO’A !!
Dulu saat di SMP, ada sebuah percobaan menarik menggunakan garputala. Dua buah garputala (A dan B) di hadap2 kan. 

Seorang siswa diminta memukul garputala A. Sementara siswa lainnya mengamati apa yang terjadi dg garputala B. 
Saat itu kita sangat takjub. Bagaimana tidak, dua garputala terpisah beberapa cm saling menggetarkan. 

Garputala A yang dipukul akan bergetar, sekaligus menggetarkan garputala B.
Yang lebih mengesankan saat jumlah garputala ditambah, bunyinya saling menguat dan terdengar lebih keras. Mengapa hal ini bisa terjadi ?
Guru sains menjelaskan bahwa garputala A dan B itu bisa saling menggetarkan, karna keduanya mengalami resonansi (energi yg saling mengikat), hingga memiliki frekuensi yg sama. Semakin banyak garputala (frekuensi sama) ditambahkan, maka makin keras bunyi yg dihasilkan. 
Penjelasan sang guru ber tahun2 lalu itu memotivasi kita utk menyelidiki lebih jauh.
Hasilnya :  

Ternyata tidak hanya garputala, namun seluruh isi alam semesta ini akan saling menggetarkan, bila memiliki frekuensi sama.
Ya… 

SELURUH ISI ALAM SEMESTA, apapun dan siapapun
Bila Anda berpikir/berniat baik, maka Anda  akan mengirim pikiran/niat baik ini ke seantero semesta.

Anda akan menggetarkan pikiran/niat baik lainnya yg ada disudut manapun di alam ini.
Sebaliknya, bila Anda berpikir/berniat jahat, maka Anda akan mengirim pikiran/niat jahat ini ke seantero semesta. Anda akan menggetarkan pikiran/niat jahat lainnya yg ada di sudut manapun di alam ini. 
Itulah mengapa saat Anda berpikir/berniat baik, Anda akan dijumpai/ didekati oleh orang2 yang berpikiran sama dan didekati/dido’a kan oleh para malaikat.
Sebaliknya, saat Anda berpikir/berniat jahat, Anda akan dijumpai/ didekati oleh orang2 yg berfikiran sama, 
Begitulah hukum SALING GETAR (Hukum RESONANSI) bekerja. 
Demikian pula dalam DO’A. Berdo’a lah yang baik2, agar Anda MENGGETARKAN yang baik juga. 
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai do’a ini. 
Anda boleh berdo’a seperti ini, “Ya Allah… berilah SAYA ini… berilah SAYA itu…” dsb…
TETAPI JANGAN TERLALU…
Maksudnya ? 

Anda jangan terlalu berdo’a hanya untuk diri Anda sendiri.
Mengapa ? 
Karena kalau Anda berdo’a hanya untuk diri sendiri, maka ANDA TIDAK PERNAH MENGGETARKAN SESUATU/SESEORANG diluar sana. 
UBAH DO’A ANDA 
Berdo’alah buat sesamamu, kedua orang tua mu, isteri/suami, anak2, kakak, adik, keponakan, ipar, mertua, mantu, kerabat, sahabat2, teman2 Anda…
Anda tahu apa terjadi ?
SEMUA BERGETAR DAN SALING MENGUATKAN
Untuk itu…

BERDO’A JUGA UNTUK SIAPAPUN TANPA SEPENGETAHUAN ORANG ITU. BEGITU ANDA UBAH DO’A ANDA KEPADA ORANG LAIN, MAKA DO’A ITUPUN UNTUK ANDA JUGA.
Maka, coba Anda bayangkan seandainya kita semua saling mendo’a kan yg baik dan terbaik buat siapapun.
Bukankah negeri dan alam semesta ini akan dipenuhi dan diliputi gelombang frekuensi yang baik ?
Bukankah frekuensi baik ini akan MENARIK DAN MENGGETARKAN frekuensi Cinta dan Kasih sayang dari Alloh Sang Pemilik Hakikat Cinta?