Makna ولذكر الله أكبر

(ٱتۡلُ مَاۤ أُوحِیَ إِلَیۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَـٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَاۤءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ یَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ)
[Surat Al-Ankabut 45]

Makna
وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ…:

  1. Dzikir di dalam sholat itu lebih besar pahalanya dibandingkan di luar sholat
  2. Dzikir adalah hal yg luar biasa (tidak dihubungkan dengan sholat)

أبي إحياء علوم الدين
١٤٤١-١-١ه‍
الذكر الجماعي الأكبر

Minumlah Susu di Malam Tahun Baru Hijriyah

MINUM SUSU PUTIH DI AWAL TAHUN HIJRIYAH

HAL INI SELALU DI AMALKAN OLEH ABUYA AS-SAYYID MUHAMMAD BIN ALAWY AL MALIKY ALHASANY

WAKTU :

Malam 1 Muharrom sebelum Shubuh

FADHILAH :

Tafa’ulan (Melakukan sesuatu dengan harapan mirip dengan sesuatu itu) :


— Tafa’ulan meminta agar sepanjang tahun dijadikan tahun yang putih, tahun yang bersih, tahun melakukan kebaikan-kebaikan.

Hal ini selalu di Amalkan oleh Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawy Al Maliki.

DO’A MINUM SUSU PUTIH

اللهم بارك لنا فيه و زدنا منه

(Ya Alloh berikan Barokah pada kami dalam Susu ini dan tambahilah di dalamnya)

Di dalam Susu terdapat Anugerah yang telah dipersiapkan Allah Swt untuk Umat Rasulullah Saw khususnya untuk anak. Karena Susu menentukan kesempurnaan tumbuhnya Anak.

Oleh sebab itu dalam Do’a ditambah kata وزدنا منه
Tambahan Doa ini hanya khusus pada minuman Susu, tidak pada minuman lainnya meskipun Madu.


Susu adalah makanan pokok yang identik dengan Anak.
Susu lebih afdhol dari Madu.

Keutamaan Susu ada dalam Kitabullah dan Hadits Rasulullah Saw.

FADHILAH SUSU, diantaranya :

  1. Menumbuh kembangkan pertumbuhan Anak.
  2. Susu mencukupi (Mengenyangkan) kebutuhan makan minum Anak.
  3. Susu tidak bikin perut anak mules.
  4. Saat Isra’ Mi’raj, Susu adalah pilihan Rasulullah Saw yakni saat Malaikat Jibril menyuguhkan Khomr dan Susu. Dan Susu adalah tanda Kefitrahan Umat Rasulullah Saw.

Subhanallah…
Sunnah minum Susu pun dilakukan oleh Abuya Sayyid Muhammad Al Maliki.

Tidak ada satupun Sunnah Rasul Saw yang di dalamnya tidak mengandung Hikmah…Semuanya ada Fadhilah dan Kebaikannya.

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين.

Khutbah Jum’at Akhir di Bulan Terakhir ( Dzul Hijjah )

Muharrom & Tahun Baru Hijriyyah

بسم الله ما شاء الله لا يسوق الخير الا الله
بسم الله ما شاء الله لا يصرف السوء الا الله
بسم الله ما شاء الله ما كان من نعمة فمن الله
بسم الله ما شاء الله لا حول و لا قوة الا بالله


الحمد لله رب العالمين و الصلاة و السلام على أشرف الانبياء و المرسلين سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق و الهادي الى الصراط المستقيم و على آله و صحبه حق قدره و مقداره العظيم،

سبحانك لا علم لنا الا ما علمتنا انك انت العليم الحكيم.

أما بعد…

معاشر المسلمين حفظكم الله

Pada hari yang penuh dengan berkah ini , mari kita sama-sama meningkatkan iman , islam serta taqwa kita kepada Alloh dengan sebenar-benarnya taqwa dalam arti menjalankan semua perintah Alloh dan Rosulnya dan menjahui semua larangannya , sebagaimana perintah Alloh dalam Alqur’an

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهْ
Begitu juga Rosululloh telah bersabda :
اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ
“ Bertaqwalah kamu kepada Alloh dimanapun kamu berada “
Insya Alloh kalau kita betul-betul termasuk hamba Alloh yang bertaqwa , maka segala urusan kita pasti akan menjadi mudah .
firman Alloh
وَ مَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا.

معاشر المسلمين حفظكم الله

(Sebentar lagi kita akan menyambut datangnya)
(Kita sekarang dalam )
bulan muharrom , bulan yang merupakan permulaan tahun baru hijriyyah, bulan yang termasuk salah satu dari 4 bulan yang diharomkan dan dimuliakan oleh Alloh , sebagaimana firman Alloh
إن عدة الشهور عند الله اثنا عشر شهرا فى كتاب الله يومَ خلق السموات و الأرض منها أربعة حرم…
(سورة التوبة ٣٦)

Yang maksudnya, sebagaimana disebutkan dalam kitab ذكريات و مناسبات karya kakek guru kami Abuya Assayyid Muhammad bin Alawi AlMaliki AlHasani : 4 bulan tersebut diharomkan Alloh karena amal soleh yang dikerjakan seseorang di dalam 4 bulan tersebut pahalanya lebih besar dari pada di dalam bulan yang lain kecuali bulan Romadlon , begitu juga dengan maksiat yang dilakukan seseorang pada 4 bulan tersebut dosanya lebih besar dari pada didalam bulan yang lain kecuali bulan Romadlon.

معاشر المسلمين حفظكم الله
Sohabat Abu Dzar رضى الله عنه pernah berkata :

سألت النبي صلى الله عليه و سلم أيُّ الليل خير و أي الأشهر أفضل ؟ فقال : خير الليل جوفه و أفضل الأشهر شهر الله الذي تدعونه المحرم (رواه النسائي)

“ Saya “Abu Dzar” telah bertanya kepada Nabi : malam apakah yang paling baik dan bulan apakah yang paling mulia ? maka Beliau menjawab : Malam yang paling baik adalah sepertiga yang terahir dari malam , dan bulan paling yang mulia adalah bulan Alloh yang kalian sebut dengan bulan Muharrom”
Dalam riwayat yang lain Rosululloh telah bersabda ;

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الَّذِي تَدْعُوْنَهُ اَلْمُحَرَّمْ و أفضل الصلاة بعد الفريضة قيام الليل (رواه أبو داود)

“ Puasa yang paling utama setelah bulan Romadon adalah puasa di bulan Alloh yang kalian menyebutnya bulan Muharrom, dan solat paling utama setelah solat wajib adalah solat malam “

معاشر المسلمين حفظكم الله
Dalam bulan Muharrom terdapat hari yang dinamakan dengan يوم عاشوراء dimana pada hari itu dan hari sebelumnya yang dinamakan يوم تاسوعاء Rosululloh menganjurkan kita sebagai ummatnya untuk berpuasa seperti Nabi Nuh yang berpuasa sebagai rasa syukur kepada Alloh karena kapalnya telah belabuh dengan selamat di tempat yang dinamakan ALJUDY , begitu juga dengan nabi Musa yang berpuasa pada hari tersebut sebagai rasa syukur kepada Alloh karena telah diselamatkan dari kejaran fir’aun.
Maka dari itu Rosululloh bersabda ;
يوم عاشوراء عيد نبي كان قبلكم فصوموه أنتم ( رواه البزار)
“ Hari Asyuro’ adalah hari rayanya para nabi maka berpuasalah kalian pada hari tersebut “
Disamping pada hari asyuro’ Rosululloh menyuruh kita sebagai ummatnya untuk berpuasa, beliau juga menyuruh kita untuk memperbanyak sodaqoh khususnya kepada keluarga kita.
Sabda Rosululloh :
من وسَّع على أهله يومَ عاشوراء أوسع الله عليه سائر السنة
(رواه الطبراني)

” Barang siapa yang melapangkan kepada keluarganya pada hari asyuro’, maka Alloh akan melapangkan baginya satu tahun penuh “
Itulah para Nabi dan Rosul, bagaimana cara mereka mensyukuri ni’mat Alloh dengan lebih mendekatkan diri mereka kepada Alloh, dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan dari puasa dan sodaqoh.
Lain dengan kita dalam mensyukuri ni’mat seperti dalam memperingtai tahun baru masehi.
Bukan dengan cara bepuasa tapi dengan cara hura-hura.
Bukan dengan cara sodaqoh tapi dengan menghambur-hamburkan harta untuk sesuatu yang tidak ada manfaat dan faedahnya,
Maka dari itu tidak heran kalau bencana dan adzab yang bermacam-macam bentuknya dari banjir , tanah lonsor , gelombang pasang , gempa bumi , harga barang kebutuhan naik , nilai pengangguran dan kejahatan meningkat , itu semua karena kita tidak bisa mensyukuri ni’mat Alloh dengan benar sesuai dengan perintah Alloh dan Rosul-Nya.
Alloh Ta’ala telah berfirman :
ما يفعل الله بعذابكم إن شكرتم و آمنتم

“ Mengapa Alloh akan menyiksa kalian, jika kalian bersyukur dan beriman ?”

معاشر المسلمين حفظكم الله
Oleh sebab itu di dalam bulan muharrom yang mulia (ini)(nanti), bulan permulaan dalam tahun Hijriyyah, marilah kita tingkatkan amal kebaikan kita, kita tingkatkan semangat kita dalam berkorban dan berjuang untuk agama kita dengan membentengi dan membekali diri kita dengan mempertebal taqwa kita kepada Alloh, sebagaimana firman Alloh :
فتزودوا فإن خير الزاد التقوى
Karena siapa lagi kalau bukan kita umat Islam yang memperthankan kebudayaan dan peradaban Islam .
Sudah bisa dipastikan kalau orang-orang kafir tidak akan mau berjuang dan berkorban untuk agama kita , bahkan sebaliknya orang-orang kafir selalu berharap dan menginginkan agar ummat Islam selalu terbelakang dan dijadikan mainan orang kafir.
Walaupun mereka mengatakan untuk kepentingan orang Islam , untuk kemajuan dan kemaslahatan orang Islam tapi kita harus selalu waspada dan sadar serta ingat dengan firman Alloh ;
وَ لَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَ لاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
“ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti mereka “

معاشر المسلمين حفظكم الله

Salah satu contoh bagaimana cara dan usaha mereka orang-orang kafir untuk merusak kebudaayaan Islam dan merusak moral generasi muda kita.
Marilah kita perhatikan dengan seksama progam acara baik yang ada dalam media cetak atau media elektronik , banyak diantaranya yang merusak kebudaayaan Islam dan merusak moral generasi muda kita , sehingga yang mereka tiru dalam banyak masalah baik masalah pergaulan lebih-lebih masalah berpakian adalah mereka yang sering tampil baik di media cetak atau media elektronik , bahkan yang jadi panutan generasi muda kita bukannya mereka para ulama’ yang termasuk warosatul anbiya’ tapi yang jadi panutan mereka adalah orang –orang yang baru mengenal agama lantas mereka berbicara masalaha agama , sehingga masalah yang sudah jelaas-jelas halal
akan dipermasalahkan atau sebaliknya masalah yang sudah jelas-jelas itu harom akan dibahas .
Rosululloh bersabda :
إن الله لا يَنْزِعُ العلمَ بعد أن أعطاكُموهُ اِنْتِزَاعًا, و لكن يَنْتَزِعُهُ منهم مع قبض العلماء بعلمهم, فيَبْقَى ناس جُهَّالٌ يَسْتَفْتُونَ برأيهم فيُضِلُّون وَ يَضِلُّون (رواه الطبراني)

“ Sesungguhnya Alloh tidak akan mengambil ilmu setalah Alloh memberikannya kepada kalian, akan tetapi Alloh mengambil ilmu dengan meninggalnya para ulama’, maka yang tersisa dari mereka adalah manusia yang tidak punya ilmu agama lantas mereka mengeluarkan fatwa dengan pendapat mereka yang akhirnya mereka menyesatkan orang lain dan mereka sendiri adalah orang-orang yang sesat ‘

معاشر المسلمين حفظكم الله
Maka dari itu dengan datangnya tahun baru hiajriyyah ( ini) (nanti) marilah kita tingkatkan semangat kita untuk menegakkan agama Islam.

Dengan membiasakan diri kita untuk selalu menggunakan kalender hijriyyah.

Dengan membiasakan diri kita untuk mengahadiri masjid musholla dan majlis ta’lim .

Dengan membiasakan diri kita untuk memakai kalimat-kalimat B.Arab, bahasanya Rosululloh, bahasanya Alqur’an.
Atau dengan cara islami yang lain , dengan demikian insya Alloh kita orang-orang Islam tidak akan menjadi mainannya orang-orang kafir

معاشر المسلمين حفظكم الله
Akhirnya marilah kita senantiasa berdoa’ agar di dalam memasuki tahun baru Hijriyyah, didalam bulan yang dimulyakan Allah kita selalu diberi petunjuk oleh Alloh kepada jalan yang lurus dan amalan kita lebih baik dari pada sebelumnya amin……

أقول قولي هذا و أستغفر الله العظيم لي و لكم و لسائر المسلمين و المسلمات و استغفروه إنه هو الغفور الرحيم

Sholat Hajat 12 Rokaat

احياء علوم الدين ج 1 ص 206
فقد روى عن وهيب بن الورد أنه قال ان من الدعاء الذي لا يرد ان يصلي العبد ثنتي عشرة ركعة يقرأ فى كل ركعة بأم الكتاب وآية الكرسي وقل هو الله احد فاذا فرغ خر ساجدا ثم قال سبحان الذي ليس العز وقال به سبحان الذي تعطف بالمجد وتكرم به سبحان الذي احصى كل شيء بعلمه سبحان الذي لا ينبغي التسبيح الا له سبحان ذي المن والفضل سبحان ذي العز والكرم سبحان ذي الطول أسألك بمعاقد العز من عرش ومنتهى الرحمة من كتابك وباسمك الأعظم وجدك الأعلى وكلماتك التامات العامات التي لا يجاوز هن بر ولا فاجر ان تصلى على محمد وعلى آل محمد. ثم يسأل حاجته التي لا معصية فيها فيجاب ان شاء الله.

Penting Bersuara Lantang Saat Baca & Menghafal Al-Qur’an

Dalam proses membaca berulang-ulang sebelum dihafal. di samping harus dibaca dengan lambat atau tidak tergesa-gesa, Anda juga harus membaca dengan suara yang lantang. Membaca Al-Qur’an dengan jahr (lantang) juga merupakan sesuatu yang disunnahkan. Banyak dalil yang menyebutkan anjuran bersuara lantang dalam membaca Al-Quran, antara lain:
Sabda Rasululah ﷺ yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
Artinya: “Tidaklah Allah ﷻ menyimak kepada sesuatu seperti menyimak kepada Nabi (yaitu) bagusnya suara dalam melantunkan Al-Quran dan mengeraskannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Imam Nawawi mengatakan, “Ini adalah isyarat keridhaan n penerimaan.
” Dalam hadis lain disebutkan: Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari, ia berkata, “Rosululloh ﷺ, bersabda, Sungguh aku mengetahui suara orang orang dari suku Asy’ari pada malam hari ketika mereka ma-i suk (rumah). Dan aku mengetahui rumah-rumah mereka dari suara-suara mereka ketika (membaca) AI-Qur’an pada malam hari, walaupun aku tidak melihat rumah-rumah me reka ketika mereka pulang pada siang hari” (HR. AI-Bukhari dan Muslim)Hadis di atas menunjukkan bahwa para sahabat membaca AI-Quran dengan suara yang keras di rumah-rumah mereka, hingga Rasulullah ﷺ yang lewat di jalan bisa mendengar suara suara mereka. Bahkan beliau mengetahui rumah-rumah mereka dari suara-suara bacaan Al-Quran masing-masing. Rasuluillaha ﷺ tidak mengingkari apa yang dilakukan oleh para sahabat terse but. Bahkan ketika Rasulullah ﷺ dari luar mendengar bacaan Abu Musa Al-Asyari di dalam rumahnya pada malam hari, esoknya Rasulullah ﷺ memuji bacaannya yang bagus dengan mengatakan: "Sungguh, engkau telah diberi seruling dari seruling-seruling keluarga Daud" (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Dalam hal ini Imam Al-Ghazali رَحِمَهُ اللهُ

mengatakan, “Jika tidak khawatir riya’ dengan mengeraskan dan meninggikan suara, i maka mengeraskan dan meninggikan suara lebih utama. Karena amal di dalamnya lebih banyak, dan karena manfatnya juga berdampak kepada orang lain. Manfaat yang juga berdampak kepada orang lain lebih utama daripada hanya untuk dirinya. (Membaca dengan suara keras) juga membangkitkan hati sang qari’, pikirannya fokus kepadanya, memalingkan pendengar ke padanya, mengusir rasa kantuk dan menambah semangat. la bisa membangunkan yang tidur dan lalai. la bisa menyemangatinya.
Bagi penghafal Al-Quran, di samping manfaat-manfaat yang disebutkan oleh Imam Al-Ghazall di atas, membaca de ngan suara keras dan kalau bisa dengan suara yang terbaik, akan lebih bisa memastikan benarnya bacaan dan lebih berkesan serta membekas dalam pikiran. Karena dengan cara ini, tidak hanya mulut dan pikiran saja yang bekerja, telinga juga turut berperan. Bacaan yang terngiang-ngiang di telinga akan sangat membantu pikiran untuk mengingatnya. Termasuk ketika kita membaca Al Quran dengan suara sebagus mungkin, di satu sisi merupakan Sunnah Rasulullah ﷺ , di sisi lain akan menjadikan kita lebih betah dalam membaca dan menghafal AlQur’an. Rasulullah ﷺ sabda : “hiasilah Al Qur’an dengan suara suara kalian” (HR. Abu Dawud, An-Nasa’i, Ahmad, Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan AlHakim) Atau sabda Rasulullah ﷺ.

Dalam proses membaca berulang-ulang sebelum dihafal. di samping harus dibaca dengan lambat atau tidak tergesa-gesa, Anda juga harus membaca dengan suara yang lantang. Membaca Al-Qur’an dengan jahr (lantang) juga merupakan sesuatu yang disunnahkan. Banyak dalil yang menyebutkan anjuran bersuara lantang dalam membaca Al-Quran, antara lain:
Sabda Rasululah ﷺ yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
Artinya: “Tidaklah Allah ﷻ menyimak kepada sesuatu seperti menyimak kepada Nabi (yaitu) bagusnya suara dalam melantunkan Al-Quran dan mengeraskannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Imam Nawawi mengatakan, “Ini adalah isyarat keridhaan n penerimaan.
” Dalam hadis lain disebutkan: Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari, ia berkata, “Rosululloh ﷺ, bersabda, Sungguh aku mengetahui suara orang orang dari suku Asy’ari pada malam hari ketika mereka ma-i suk (rumah). Dan aku mengetahui rumah-rumah mereka dari suara-suara mereka ketika (membaca) AI-Qur’an pada malam hari, walaupun aku tidak melihat rumah-rumah me reka ketika mereka pulang pada siang hari” (HR. AI-Bukhari dan Muslim)Hadis di atas menunjukkan bahwa para sahabat membaca AI-Quran dengan suara yang keras di rumah-rumah mereka, hingga Rasulullah ﷺ yang lewat di jalan bisa mendengar suara suara mereka. Bahkan beliau mengetahui rumah-rumah mereka dari suara-suara bacaan Al-Quran masing-masing. Rasuluillaha ﷺ tidak mengingkari apa yang dilakukan oleh para sahabat terse but. Bahkan ketika Rasulullah ﷺ dari luar mendengar bacaan Abu Musa Al-Asyari di dalam rumahnya pada malam hari, esoknya Rasulullah ﷺ memuji bacaannya yang bagus dengan mengatakan: "Sungguh, engkau telah diberi seruling dari seruling-seruling keluarga Daud" (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Dalam hal ini Imam Al-Ghazali رَحِمَهُ اللهُ

mengatakan, “Jika tidak khawatir riya’ dengan mengeraskan dan meninggikan suara, i maka mengeraskan dan meninggikan suara lebih utama. Karena amal di dalamnya lebih banyak, dan karena manfatnya juga berdampak kepada orang lain. Manfaat yang juga berdampak kepada orang lain lebih utama daripada hanya untuk dirinya. (Membaca dengan suara keras) juga membangkitkan hati sang qari’, pikirannya fokus kepadanya, memalingkan pendengar ke padanya, mengusir rasa kantuk dan menambah semangat. la bisa membangunkan yang tidur dan lalai. la bisa menyemangatinya.
Bagi penghafal Al-Quran, di samping manfaat-manfaat yang disebutkan oleh Imam Al-Ghazall di atas, membaca de ngan suara keras dan kalau bisa dengan suara yang terbaik, akan lebih bisa memastikan benarnya bacaan dan lebih berkesan serta membekas dalam pikiran. Karena dengan cara ini, tidak hanya mulut dan pikiran saja yang bekerja, telinga juga turut berperan. Bacaan yang terngiang-ngiang di telinga akan sangat membantu pikiran untuk mengingatnya. Termasuk ketika kita membaca Al Quran dengan suara sebagus mungkin, di satu sisi merupakan Sunnah Rasulullah ﷺ , di sisi lain akan menjadikan kita lebih betah dalam membaca dan menghafal AlQur’an. Rasulullah ﷺ sabda : “hiasilah Al Qur’an dengan suara suara kalian” (HR. Abu Dawud, An-Nasa’i, Ahmad, Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan AlHakim)
Atau sabda Rasulullah ﷺ “Barang siapa yang tidak membaguskan (bacaan) Al-Quran, maka bukan termasuk golongan kami” (HR Abu Dawud, i Ahmad, dan Ibnu Majah dengan sanad shahih)
Sebaliknya, menghafal dengan suara yang lirih akan sulit memastikan benarnya bacaan, dan akan muncul keraguan saat dibaca dengan keras. Atau boleh jadi seseorang tidak bertahan lama dalam membaca Al-Qur’an karena-diakui atau tidak- sebenarnya dia jenuh/bosan mendengar suaranya sendiri.
Mungkin banyak penghafal yang tidak bersuara keras karena takut lelah atau suara cepat habis. Sekall lagi dengan bacaan pelan, di samping hafalan menjadi tidak berkualitas dan tidak jelas, masa depan hafalan juga tidak jelas. Apa maksud masa depan hafalan? Ketika seseorang mulai menghafal, ia tentu memiliki tanggung jawab menjaganya, di samping target menambah hafalan baru. Maka, di sini dia dituntut untuk semakin banyak membaca Al-Qur’an dan mengulang hafalannya. Namun ketika suaranya cepat habis atau mudah lelah membaca Al-Qur’an, tentu tuntutan banyak membaca Al-Quran dan banyak mengu lang hafalan menjadi berat. Padahal, hafalan sering lemah atau tidak terjaga karena kurang murajaah. Kurang murajaah karena stamina suaranya loyo. Stamina suara loyo karena tidak terbiasa membaca Al-Quran dengan suara lantang. Jadi terbiasa bersuara keras berbanding lurus dengan ketahanan seseorang dalam menjaga hafalan, termasuk menambahnya.
Berdasarkan pengalaman dan pengamatan penulis, suara itu juga seperti otot yang bisa dilatih. Pada proses awal, Anda mungkin membaca satu juz tanpa istirahat dengan suara lantang, maka suara sudah habis. Berikutnya dua juz baru habis, tiga juz baru habis, dan seterusnya, hingga berapa pun ia baca suara tetap kuat. Sehingga tanggung jawab hafalan dan menjaganya tidak akan terkendala oleh stamina suara.
Banyak orang yang bertanya kepada penulis, “Bagaimana agar suara kita kuat? Apakah ada ramuan khusus atau pantangan?” Jawabnya, tidak ada ramuan apapun, dan tidak ada pantangan asalkan halalan thayyiba. Tapi, caranya adalah membaca Al-Qur’an dengan suara keras sampai suara habis, lalu suara keluar dihabiskan lagi untuk baca Al-Qur’an, keluar lagi dihabiskan lagi dan seterusnya, insya Allah suara kita tambah lama tambah kuat. Seiring dengan proses, Anda mau membaca Al-Quran berapa banyak atau berapa lamapun, suara tetap mendukung Anda!.

Suara serak atau habis? Cuek saja.

Teks / Lirik Salaami ‘Alaa Thoha سلامي على طه

سلامي على طه

صلوا على الهادي تنجو من حرّ لظى ويزول الهمّ
صلى الله على محمد صلى الله عليه وسلم (2)

شرّف مكة لما اتاها ثمّ النور علاها وعمّ
صلى الله على محمد صلى الله عليه وسلم (2)

جذعُ النخل ِ لطه شكى ذراعُ الشاة له كلّمْ
صلى الله على محمد صلى الله عليه وسلم (2)

عينُ قتابة لا ننساها صارت تبصرُ اين وكمْ
صلى الله على محمد صلى الله عليه وسلم (2)

سلامي على طه سلامي على ياسين سلامي على الممدوح بالنون والقلم ْ
صلى الله على محمد صلى الله عليه وسلم (2)

سلامي على من قال للناقة اشهدي باني رسول الله قالت له نعمْ
صلى الله على محمد صلى الله عليه وسلم (2)

سلامي على من سار ليلا الى العلا وكان له جبريل من اطوع الخدم ْ
صلى الله على محمد صلى الله عليه وسلم (2)

سلامي على من قال للبدر في السما الا فانقسم قسمين يا بدر فانقسمْ
صلى الله على محمد صلى الله عليه وسلم (2)

سلامي على من قال يا ربي امتي اجرها من النيران قال له نعم ْ
صلى الله على محمد صلى الله عليه وسلم (2)

Misteri (بكيكج) Bikaikajin

Menguak misteri Legenda Jimat Santri 🔘 كبيكج [BIKAIKAJIN] 🔘

Coretan Tentang Tulisan بكيكج بكيكج بكيكج Yang Sering Kita Jumpai di Kitab-kitab Santri di Pondok Pesantren

Tulisan (بكيكج) adalah sebuah kata yang memiliki daya mistis untuk menghilangkan rayap,

khususnya di dalam sebuah kitab yang sering menjadi sasaran dan perhatian penuh oleh para santri

Begitu khawatirnya seorang santri terhadap kitab-kitabnya, maka wajarlah kata tersebut dijadikan tulisan yang mujarab untuk menghilangkan serangan rayap oleh para santri.

Mengenahi kata tersebut, sering kita jumpai di halaman depan sebuah kitab, yang memang diakui kebenarannya jika sebuah kitab sudah dituliskan lafadz tersebut tidak akan dimakan oleh rayap. Keyakinan para santri ini, berangkat dari sebuah sejarah dari generasi ke genarasi yang begitu diyakini dan tidak diragukan kebenaranya oleh para santri.

Persepsi kaum santri akan keunikan yang ada dalam tulisan بكيكج ini memang tidak diragukan lagi kegunaan dan manfaatnya. Hanya saja, terdapat kesalahan dalam penulisan jika dilihat dari sudut pandang bahasa Suryani. Yang SEBENARNYA DITULIS seperti ini: { كبيكج }, malah di pindah Kaf yang pertama kepada setelah huruf ba. Sehingga, berbunyi بكيكج. Namun, tidak jarang juga dijumpai para santri menuliskan kata tersebut dengan tulisam yang benar.

Kata ini berasal dari bahasa Suryani, yang berbunyi كبيكج. Kata كبيكج ini memiliki arti yang sangat erat hubunganya dengan apa yang di jadikan mitos mistis oleh kaum santri ( KATA كبيكج INI MEMILIKI ARTI “TUMBUHAN YANG TIDAK DISUKAI OLEH SERANGGA” ). Maka tidak salah bagi kaum santri yang mempercayai hal tersebut sebagai tulisan yang memiliki daya kekuatan untuk mengusir rayap dari kitab-kitab mereka, atau dalam istilah para santri
“JIMAT ANTI RAYAP”.

Jadi, makna yang tertulis dalam sebuah tulisan tersebut adalah serangga yang takut untuk menghampiri sebuah pohon. Dan pohon itu sendiri di namakan pohon kabikaji. Mungkin ini juga yang dalam kaidah fiqhinya disebut dengan “الإشارة تقوم مقام العبارة” { Isyarat atau simbol merupakan ungkapan kata-kata yang penuh makna yang tersirat }.

NB: Bahasa Suryani adalah bahasa yang digunakan oleh bangsa Aram dan digunakan hingga pada masa Masehi. Sedangkan bangsa Aram sendiri adalah tetesan langsung dari keturunan Nabi Nuh as yaitu, Aram Bin Sa’am Bin Nuh as. Dan bangsa ini juga menempati suatu Negeri yang dinamakan dengan negri Aram. Negeri ini kini diketahui meliputi daerah Syam dan Irak. [Syekh Ahmad Muhammad Ali al-jamal, “al-Qur’an Wa Lughat al-Suryaniyah”, Majalah Universitas al-Azhar, 2007, hlm, 15]

Bahasa ini, digunakan luas di negri Aram dan kemudian menyebar ke negeri-negeri kecil sekitar Asia dan Armenia, kemudian bahasa ini sampai ke Negeri China dan India. Bahkan bangsa Yahudi pun pernah mengutamakan bahasa ini dari pada bahasa Ibrani. Dengan bahasa ini, mereka (Yahudi) mengarang sebagian kitab-kitab mereka. Bahkan, konon al-Masih sendiri berbicara dengan bahasa ini kepada murid-muridnya. [Samir Abduh, “ al-Suryan qodiman Wa Haditsan”, hlm, 25]