Dakwah Ditolak…??? EGP…!!!

Oleh:
Hb. Ali Baghir As-Segaf Lc.MA.

بسم الله الرحمن الرحيم

Penolakan terhadap dakwah seseorang apakah boleh?
pada saat khilafah islamiyah dulu ketika asya’iroh & maturidiyah masih mendominasi para kholifah biasa melarang orang-orang yg berakidah berbeda untuk mengajar secara umum agar tidak menimbulkan kegaduhan dimasyarakat seperti ibn taimiyyah yg dilarang untuk mengajar secara umum setelah dialog yg terjadi antara dia dan sofiyyudin alhindi yg dimenangkan oleh sofiyyudin alhindi.
sebaliknya juga terjadi dimana banyak orang yg beraqidah ahli sunnah asyairoh dan maturidiyyah dilarang untuk mengajar di masjidil haram setelah revolusi muhammad bin abdul wahab dan bbrpa tahun terahir ribath hb zen bin smith juga dilarang ada kegiatan belajar mengajar karena berbeda aqidah dengan otoritas setempat.
dulu juga setau saya hb abu bakar almasyhur ditolak dan tidak mendapat izin untuk berceramah diperlis yg beraqidah salafiyah mujassimah karena berbeda aqidah dengan otoritas setempat.
begitu pula jika seseorang ust ditolak berceramah di sebuah propinsi diindonesia karena otoritas setempat tidak suka dengan aqidah sang penceramah malah jika dia berceramah akan menyebabkan kegaduhan yg mnghilankan hikmah dr ceramah itu sendiri dikarenakan perbedaan antara ahli sunnah dan wahabiyah/salafiyyah/mujassimah.
sikapi penolakan dengan biasa jangan menggunakan kata2 bahwa anda ahli sunnah sebagai pembenaran karena ahli sunnah hanya asy’ary dan maturidi bukan wahhaby.
adapun orang tersebut menggunakan alquran dan hadist saya kira itu hanya bermain dengan perasaan atw dalam mantiq dinamakan dengan musyaghobah digunakan unttuk menipu orang2 awam dan sering digunakan oleh ibn taimiyyah dalam berdebat.
karena bukan masalahnya quran dan hadist tp “pemahamannya” dalam quran dan hadist.
pemahaman wahaby berdasarkan tajsiim dan pemahaman ahli sunnah berdasarkan tanzih karena metodenya beda maka hasilnyapun juga beda.
muridnsyeh saeed fodah.

Oleh:
Hb. Ali Baghir As-Segaf Lc.MA.