Amal Butuh Istiqomah

Amal Butuh Istiqomah

Alloh ﷻ berfirman:

(إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ * نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ * نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ)
[Surat Fushilat 30 – 32]

Artinya:

*Ayat 30:* Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Alloh” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”

*Ayat 31:*

Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.

*Ayat 32:*
Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allao) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Saat seseorang bisa mendapat kesempatan i’tikaf di masjid nabawi Madinah Almunawwaroh utamanya di Arroudloh yaitu area inti masjid nabawy yang berkarpet warna hijau olive yaitu antara rumah baginda Nabi Muhammad hingga mimbar Nabi shollallohu ‘Alaihi waSallam, maka akan kita dapati beberapa *usthuwanah* (tiang) khusus dan punya nama serta kisah inspiratif di dalamnya.

Kita ambil contoh hikmah dan rahasia dari usthuwanah aisyah. Di antara fadlilah nya adalah termasuk tempat mustajaabud-du’aa. Knp bs begitu?

Ditilik dari sejarahnya bahwa usthuwanah aisyah itu sangat erat kaitannya dengan keistiqomahan sayyidah Aisyah saat beliau i’tikaf di masjid nabawy.

Sayyidah Aisyah yang jelas mulia kedudukannya baik di sisi Alloh maupun Rosululloh محمد ﷺ dalam menjalankan tiap ibadahnya selalu istiqomah, terus menerus dan rutin. Hingga para sahabat tau serta menyebut tempat mulia tersebut dengan sebutan usthuwanah aisyah.

Rohmat dan kasih sayang Alloh pastilah turun kepada orang-orang yang memperhatikan tempat-tempat istimewah dan penuh barokah tersebut.

Di antara keberkahan yang pernah didengar oleh para sahabat tentang tempat usthuwanah aisyah adalah wanti2 Rosululloh محمد ﷺ agar jangan sampai kabar tentang mustajabahnya berdoa di tempat tsb disampaikan kepada orang-orang yang jahat. Khawatir nanti kalau disalah gunakan dalam permohonan doa jelek.

Maka bagi kita umat baginda Nabi shollallhu alaihi wasallam sangat perlu mencontoh keistiqomahan kita dalam beribadah atau aktifitas yang baik lainnya, hingga Alloh Ta’ala menurunkan “surprise” nya kepada kita, yang terbaik buat dunia hingga akhirat kita.

Syahr bin Hawsyab berkata bahwa ia berkata pada istri Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, Ummu Salamah, “Wahai Ummul Mukminin, apa doa yang sering dipanjatkan oleh Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam jika berada di sisimu?”

Ummu Salamah menjawab, “Yang sering dibaca oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam adalah, ‘Ya muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘ala diinika (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)’.”

Ummu Salamah pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah kenapa engkau lebih sering berdoa dengan doa, ‘Ya muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘ala diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)’?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya menjawab, “Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Alloh. Siapa saja yang Alloh kehendaki, maka Alloh akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Alloh pun bisa menyesatkannya.”

Setelah itu Mu’adz bin Mu’adz membacakan ayat berikut ini:

(رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ)
[Surat Ali ‘Imran 8]

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami” (QS Ali Imron ayat 8).