SOLUSI TEPAT DI ZAMAN FITNAH BERLIPAT

Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliky Alhasany Rohimahulloh Ta’ala:

menganjurkan kepada diri kita untuk selalu bersabar dan menyibukkan diri dengan beramal sholih di zaman atau masa yang penuh dengan fitnah seperti sekarang ini dimana kita banyak mengikuti hawa nafsu diri kita, dimana kita gampang takjub dan berbangga dengan pendapat kita, dan merasa bahwa pendapat kita adalah yang paling benar.

Sesungguhnya Alloh Subhanahu wa Ta’ala akan melipatgandakan pahala amal sholih kita, sebanyak 50 orang di antara kita.

قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ* وَسَلَّمَ : بَلِ ائْتَمِرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنَاهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ، حَتَّى إِذَا رَأَيْتَ شُحًّا مُطَاعًا وَهَوًى مُتَّبَعًا، وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيِهِ، فَعَلَيْكَ بِنَفْسِكَ وَدَعْ عَنْكَ أَمْرَ الْعَوَامِّ، فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامَ الصَّبْرِ، صَبْرٌ فِيهِنَّ مِثْلُ قَبْضٍ عَلَى الْجَمْرِ، لِلْعَامِلِ فِيهِنَّ مِثْلُ أَجْرِخَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِهِ.

Rosululloh ﷺ bersabda:

“Hendaklah kalian saling menyeru kepada kebaikan dan saling mencegah kepada kemungkaran, sampai nanti ketika kalian melihat sifat kikir ditaati, hawa nafsu diikuti, dunia diutamakan, dan setiap orang merasa bangga dengan pendapatnya sendiri, maka saat itu jagalah diri kalian dan biarkan orang awam dengan urusannya sendiri. Sesungguhnya akan ada di belakangmu nanti hari-hari yang penuh dengan kesabaran, bersabar pada hari itu seperti halnya memegang bara api. Orang yang beramal pada waktu itu akan diberi pahala sebagaimana pahala lima puluh orang lain yang beramal seperti amalnya”.*

*(Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliky Alhasany Rohimahulloh, dikutip dari kitab beliau 📗 Syaroful Ummah Al-Muhammadiyah)*

Tak Beralaskan Kaki Saat di Kota Nabi محمد ﷺ

Adab Al habib Muhammad bin Idrus Al Haddad حفظه الله saat di kota Madinah beliau TIDAK mau memakai sandal (alas kaki) sebagaimana yang dilakukan oleh imam Malik رضي الله عنه ta’adduban wa ta’dhiman Lirosulillahi صلى الله عليه وسلم.

اسم الكتاب:
لواقح الأنوار
في
طبقات الأخيار

من الصحابة والتابعين إلى بعض القرن العاشر

…..
وكان يمشي في أزقة المدينة حافياً ماشياً ويقول: أنا أستحي من الله تعالى أن أطأ تربة فيها قبر رسول الله صلى الله عليه وسلم بحافر دابة.

وقال مالك رضي الله عنه: لمطرف ماذا يقول الناس في فقال: أما الصديق فيثني وأما العدو فيقع، فقال: ما زال الناس هكذا لهم عدو وصديق ولكن نعوذ بالله من تتابع الألسنة كلها….

Cinta Ala Robi’ah Al’adawiyyah

سُئِلت رابعة العدوية : كيف رأيت المحبة ؟؟؟

فقالت:

ليس بَينَ المُحِب ومَحبُوبهِ بَيَّنْ”

وإنمَا هُو نُطقٌ عن شوق” وَوَصفٌ عن ذَوَّق” من ذَاقَ عَرف” ومن وصَفَ فَمَا أنصَف” …

وكيف تَصفُ شَـيئَاً أنتَ في حَضرتِه غَائبْ” وبِشهُودِهِ ذَائِب”
وَبِصَحْوِكَ مِنه سَكرَان”وبسرُورِكَ بِه مُتَيَّمٌ وَلهَان”

(((وأخذت تقول رضي الله عنها)))

عَرَفْتُ الهَوى مُذّ عَرَفْتُ هَوَاكَ
وأغْلَقْتُ قَلْبي عَلىٰ مَنْ عَاداكْ””

وقُمْتُ اُناجِيـِكَ يَـا مَن تـَرىٰ
خَفايَـا القُلُوبِ وَلَسْنا نَـراكَ””

أحِبُكَ حُبَيْنِ حُبَ الهَـوَىٰ
وحُبْــاً لأنَـكَ أهْـلٌ لـِذَاكَ””

فأما الـذِي هُـوَ حُبُ الهَوىٰ
فَشُغْلِي بذِكْرِكَ عَمَنْ سـِوَاكَ””

وامّــا الذي أنْتَ أهـلٌ لَـــهُ
فَلَسْتُ أرىٰ الكَوْنِ .. حَتىٰ أرَاكْ””

فَلا الحَمْدُ فِي ذَا ولا ذَاكَ لِي
ولكنْ لكَ الحَمْدُ فِي ذَا وَذَاكَ””

#السيدة رابعة العدوية#

الله الله

Amal Butuh Istiqomah

Amal Butuh Istiqomah

Alloh ﷻ berfirman:

(إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ * نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ * نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ)
[Surat Fushilat 30 – 32]

Artinya:

*Ayat 30:* Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Alloh” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”

*Ayat 31:*

Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.

*Ayat 32:*
Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allao) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Saat seseorang bisa mendapat kesempatan i’tikaf di masjid nabawi Madinah Almunawwaroh utamanya di Arroudloh yaitu area inti masjid nabawy yang berkarpet warna hijau olive yaitu antara rumah baginda Nabi Muhammad hingga mimbar Nabi shollallohu ‘Alaihi waSallam, maka akan kita dapati beberapa *usthuwanah* (tiang) khusus dan punya nama serta kisah inspiratif di dalamnya.

Kita ambil contoh hikmah dan rahasia dari usthuwanah aisyah. Di antara fadlilah nya adalah termasuk tempat mustajaabud-du’aa. Knp bs begitu?

Ditilik dari sejarahnya bahwa usthuwanah aisyah itu sangat erat kaitannya dengan keistiqomahan sayyidah Aisyah saat beliau i’tikaf di masjid nabawy.

Sayyidah Aisyah yang jelas mulia kedudukannya baik di sisi Alloh maupun Rosululloh محمد ﷺ dalam menjalankan tiap ibadahnya selalu istiqomah, terus menerus dan rutin. Hingga para sahabat tau serta menyebut tempat mulia tersebut dengan sebutan usthuwanah aisyah.

Rohmat dan kasih sayang Alloh pastilah turun kepada orang-orang yang memperhatikan tempat-tempat istimewah dan penuh barokah tersebut.

Di antara keberkahan yang pernah didengar oleh para sahabat tentang tempat usthuwanah aisyah adalah wanti2 Rosululloh محمد ﷺ agar jangan sampai kabar tentang mustajabahnya berdoa di tempat tsb disampaikan kepada orang-orang yang jahat. Khawatir nanti kalau disalah gunakan dalam permohonan doa jelek.

Maka bagi kita umat baginda Nabi shollallhu alaihi wasallam sangat perlu mencontoh keistiqomahan kita dalam beribadah atau aktifitas yang baik lainnya, hingga Alloh Ta’ala menurunkan “surprise” nya kepada kita, yang terbaik buat dunia hingga akhirat kita.

Syahr bin Hawsyab berkata bahwa ia berkata pada istri Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, Ummu Salamah, “Wahai Ummul Mukminin, apa doa yang sering dipanjatkan oleh Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam jika berada di sisimu?”

Ummu Salamah menjawab, “Yang sering dibaca oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam adalah, ‘Ya muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘ala diinika (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)’.”

Ummu Salamah pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah kenapa engkau lebih sering berdoa dengan doa, ‘Ya muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘ala diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)’?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya menjawab, “Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Alloh. Siapa saja yang Alloh kehendaki, maka Alloh akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Alloh pun bisa menyesatkannya.”

Setelah itu Mu’adz bin Mu’adz membacakan ayat berikut ini:

(رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ)
[Surat Ali ‘Imran 8]

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami” (QS Ali Imron ayat 8).

Doa Sujud Sy.Abdulloh bin Mas’ud dari Sy.Ali bin Abi Tholib

Doa Sujud Sy.Abdulloh bin Mas’ud dari Sy.Ali bin Abi Tholib

اللهمَّ سجدَ لكَ سِوادِي وخَيالِي,

وآمنَ بٍكَ فُؤادِي،

أبوءُ بِنِعْمَتِكَ عليَّ وأبُوءُ بذنبي،

وهذا ما جَنَيْتُ على نَفسي،

فاغفرْ لي فإنَّهُ لا يغفرُ الذنوبَ إلّا أنتَ.

Inilah rujukan dasar haditsnya:

[عن علي بن أبي طالب:] اللهمَّ سجدَ لكَ سِوادِي وخَيالِي وآمنَ بٍكَ فُؤادِي أبوءُ بِنِعْمَتِكَ عليَّ وأبُوءُ بذنبي وهذا ما جَنَيْتُ على نَفسي فاغفرْ لي فإنَّهُ لا يغفرُ الذنوبَ إلّا أنتَ
العراقي (٨٠٦ هـ)، تخريج الإحياء ١/٤٢٧ • ضعيف • أخرجه البزار (٢٠٣٤) بنحوه، وابن عدي في «الكامل في الضعفاء» (٢/٢٧٣) باختلاف يسير، والحاكم (١٩٥٧) مطولاً.، من حديث عبدالله بن مسعود .