Pengantin Sorga

*Pada zaman Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam Hiduplah seorang pemuda bernama Zahid berusia 35 tahun namun belum juga menikah dan kesehariannya ia tinggal di “Suffah” masjid Madinah*.

👍👍❤👍👍

Suatu hari ketika sedang mengasah pedangnya, tiba-tiba Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam datang dan mengucapkan salam.

Zahid terkejut dan menjawab salam beliau agak gugup.

“Wahai saudaraku Zahid selama ini engkau sendiri saja,” Rasulullah SAW menyapa,

“Allah bersamaku ya Rasulullòh,” kata Zahid sambil tertunduk tak kuasa melihat keagungan beliau.

“Maksudku kenapa selama ini engkau membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah?” kata Rasulullah SAW.

Zahid menjawab, “Ya Rasulullòh, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku tak tampan, siapa yang mau pada diriku ya Rasulullòh?”

”Asal engkau mahu, itu urusan yang mudah!!!!” Sabda Rasulullòh SAW sambil tersenyum.

Kemudian Rasulullòh SAW memerintahkan sahabat beliau untuk membuat surat yang berisi tujuan untuk melamar kepada wanita bernama Zulfah binti Sa’id, anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan sangat cantik jelita.

Akhirnya, surat itu dibawa ke rumah Zahid dan diserahkan sendiri oleh Zahid surat itu ke rumah tuan Sa’id.

Disebabkan di rumah tuan Sa’id sedang ada tamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan segera diterima di depan rumah Sa’id.

“Wahai saudaraku Sa’id, aku membawa surat dari Rasulullòh yang mulia ini untuk diberikan padamu, saudaraku.”

Tuan Sa’id menjawab, “Adalah suatu kehormatan buatku.”

Lalu surat itu dibuka dan dibacanya.

Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi Arab dalam hal perkawinan, selama ini, biasanya seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya,

Akhirnya tuan Sa’id bertanya kepada Zahid, “Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullòh?”

Zahid menjawab, “Apakah engkau pernah melihat aku berbohong???”.

Dalam suasana yang mulai tidak nyaman seperti itu, tiba tiba Zulfah datang dan berkata, “Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini? bukankah lebih baik dipersilahkan masuk?”.

“Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau untuk menjadi istrinya,” kata ayahnya.

Disaat itulah Zulfah melihat Zahid sambil menangis sejadi-jadinya dan berkata, “Wahai ayah, banyak sekali pemuda yang tampan dan kaya raya, mereka semuanya menginginkan aku, aku tak mau ayah pada pemuda ini!”. Seakan Zulfah merasa dirinya terhina dengan keinginan zahid itu.

Maka tuan Sa’id berkata kepada Zahid, “Wahai saudaraku, engkau tahu sendiri bahwa anakku tidak mau.. bukan aku menghalanginya…

dan sampaikan hal ini kepada Rasulullah bahawa lamaranmu ditolak.”

Mendengar nama Rasululloh disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayah, mengapa ayah membawa-bawa nama rasulullòh?”

Akhirnya tuan Said berkata, “Lamaran atas dirimu ini adalah perintah Rasulullòh .”

Maka Zulfah istighfar beberapa kali dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu dan berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah, kenapa tidak sejak tadi ayah berkata bahwa yang melamar ini Rasulullòh, kalau begitu segera aku harus dinikahkan dengan pemuda ini.

Kerena ingat firman Allah dalamAl-Qur’an surah An Nur 24 : Ayat 51.“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan. Kami mendengar, dan kami patuh/taat”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS.An Nur 24:Ayat 51)

Zahid takjub tiada terperi pada hari itu, ia merasa jiwanya melayang layang ke angkasa dan baru kali ini merasakan bahagia yang tiada taranya dan segera melangkah pulang.

Sesampainya di masjid Madinah ia bersujud syukur. Rasullòh yang mulia pun tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang sangat berbeda dari biasanya.

“Bagaimana Zahid?”

“Alhamdulillah diterima ya Rasulallah,” jawab Zahid.

“Apakah Sudah ada persiapan?”

Zahid menundukkan kepala sambil berkata, “Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa.”

Akhirnya Rasulullòh menyuruhnya pergi ke Abu Bakar, Utsman, dan Abdurrahman bin Auf untuk membantunya mendapatkan bekal uang untuk menikah .

Setelah mendapatkan uang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan perkawinan.

Tak berapa lama kemudian setibanya di pasar, bersamaan itu pula ada pengumuman Jihad untuk menegakkan Agama Allah azza wa jalla.

Zahid Mulai bingung Untuk menentukan Sikap “menikah Atau Berjuang demi Agama Allah?”.

Akhirnya ia mencoba kembali lagi Ke masjid Madinah.

Ketika Zahid sampai di masjid Madinah, ia melihat kaum Muslimin sudah siap-siap dengan perlengkapan senjata,

Zahid bertanya, “Ada apa ini?”

Sahabat menjawab, “Wahai Zahid, hari ini orang orang kafir akan menghancurkan kita, apakah engkau tidak mengetahui?”.

Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, “Wah… jika begitu uang untuk menikah ini akan aku beliakan baju besi dan kuda yg terbaik saja, aku lebih memilih jihad bersama Rasulullòh dan menunda pernikahan ini.”

Para sahabat menasihatinya, “Wahai Zahid, nanti malam kamu akan berbulan madu, tetapi mengapa engkau hendak berperang?”.

Zahid menjawab dengan tegas, “Itu sudah ketetapan Hati ini bersama Al musthofa Rasulullòh untuk ber jihad

“Subhanallah”.

Lalu Zahid membacakan Ayat Al QurAn di hadapan Shahabat Nabi sebagai berikut, “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu kuatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik bagi kamu daripada cinta Allah dan Rasul-Nya (dengan) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS AtTaubah: Ayat 24).

Akhirnya Zahid maju ke medan pertempuran dengan hebatnya beliau bertempur, banyak dari kaum kafirin tewas di tangannya

Namun pada akhirnya beliau menemui kesyahidannya, gugur demi membela Rasulullah dan Islam.

Peperangan kemudian usai sudah, kemenanganpun direbut para tentara Rasululloh.

Senja yang penuh dengan keberkahan saat itu ketika Rasullullah memeriksa satu persatu yang telah gugur di jalan Allah, sebagai Syuhadanya Allah azza wa jalla.

Tidak berapa lama nampak dari kejauhan sosok pemuda yang bersimbah darah dengan luka bekas sabetan sabetan pedang,

Rasulullòh menghampiri jasad pemuda itu sambil meletakkan kepalanya di pangkuan manusia agung ini seraya memeluknya sambil menangis tersedu-sedu.

“Bukankah Engkau Zahid yang hendak menikah malam ini? tapi engkau memilih keridhoan Allah, berjihad bersamaku?.”

Tak lama kemudian Rasulull9h ter senyum dan memalingkan muka ke sebalah kiri karna malu,

karena ada sesosok bidadari cantik jelita dari Surga menjemput Ruh Mulia pemuda ini, namun tersingkap kakinya, sehingga nampak keindahan betisnya dan hal itu membuat Rasulullòh Malu.

Rasulullòh berkata, “Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah.”

”Lalu Rasulullòh membacakan Al-Qur’an;

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.

Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka,

dan mereka berbahagia hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Ali Imran : 169-170)

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapikamu tidak menyadarinya.” (Al Baqarah : 154).

Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata dan Zulfahpun berkata, “Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak dapat mendampinginya di dunia, maka izinkanlah aku mendampinginya di akhirat.”

*semoga bermanfaat*
Marâji’:
1. Shahih Muslim.
2. Usud al-Ghabah fi Ma’rifati ash-Shahabah.
3. Tafsir Ibnu Katsir.

Rahasia Dzikir setelah Sholat Shubuh

Fadlilah & Rahasia Dzikir ba’da sholat jama’ah Subuh:

لا إله إلا الله وحده لا شريك له

له الملك وله الحمد يحيي ويميت

بيده الخير وهو على كل شيئ قدير

“ia mengaku bahwa Fathimah pernah datang kepada Rosululloh sholallohu’alaihi wa sallam, ia mengadu kepada beliau meminta seorang pembantu.” Ia berkata; “Wahai Rosululloh! Kedua tanganku melepuh karena terkadang saya menggiling dan terkadang membuat adonan.” Rosululloh sholallohu’alaihi wa sallam pun bersabda kepadanya: “Bila Alloh memberi rezeki kepadamu, pasti akan datang kepadamu. Aku akan tunjukkan kamu pada sesuatu yang lebih baik dari hal itu. Apabila engkau ingin tidur, maka bertasbihlah tiga puluh tiga kali, bertakbirlah tiga puluh tiga kali, dan bertahmidlah tiga puluh tiga kali. Itu adalah seratus yang lebih baik bagimu dari pada seorang pembantu. Apabila engkau shalat shubuh, maka ucapkanlah: ‘Tiada Tuhan kecuali Alloh semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliknya segala kerajaan dan pujian. Ia lah yang menghidupkan dan mematikan dengan tangan-Nya yang baik dan Dia maha Berkuasa atas segala sesuatu.’ Sepuluh kali setelah shalat shubuh dan sepuluh kali setelah shalat maghrib. Karena satiap satu dari kalimat darinya akan dicatat sepuluh kebaikan dan dihapus sepuluh kesalahan. Dan setiap satu kalimat tersebut seperti memerdekakan budak dari anak keturunan Ismail. Pada hari itu, ia tidak berhak mendapatkan dosa kecuali bila ia berbuat syirik, tidak ada Tuhan kecuali Alloh semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Dia adalah penjagamu dari gangguan syetan dan kejelekan, semenjak engkau membacanya di waktu siang hari hingga engkau membacanya diwaktu malamnya.” (HR. Ahmad: 25340) – http://hadits.in/ahmad/25340

Ben Gak Lali Karo LanjaranE…!!! (Part-2)

EdisiSasiBesar1439H

*Wong Nrimo, Uripe Dowo*

*Wong Sabar, Rejekine Jembar **

*Wong Ngalah, Uripe bakal Berkah*

*Sopo sing Jujur, uripe Makmur*

*Sopo sing Suloyo, uripe Sengsoro*

*Sopo sing Sombong, amale bakal Kobong*

*Sopo sing Telaten, bakal Panen*

*Ojo podo Nggresulo, mundak gelis Tuwo*

*Sing wis Lungo, Lalekno*

*Sing durung Teko, Entenono*

*Sing wis Ono, Syukurono*

*Iki pituture wong tuwo, ojo nganti lali, eling-elingono lan lakonono..*

🌷🌹🏆🌹🌷

*Sehat kuwi yen*:
*🔸Awake waras,*
*🔹Nduwe beras,*
*🔸Utange lunas,*
*🔹Mangan enak..*
*🔸Turu kepenak..*
*🔹Ngibadah jenak..*
*🔸Tonggo semanak..*
*🔹Keluarga cedhak..*
*🔸Bondo cemepak..*
*🔹Suwargo mbukak..*
*🔸Sedulur grapyak..*
*🔹Ono panganan ora Cluthak..*
*🔸Ketemu konco grapyak*
*🔹Ora seneng nggetak-nggetak*
*🔸Gaweane ora mung macak*
*🔹Opo maneh mung mencak-mencak*
*🔸Karo konco yo semanak*
*🔹Omongane ora tau sengak*
*🔸Di rungokke yo kepenak .*

#EdisiAkhirsasiBesar1439H

Ujian Tahfidh

Alhamdulillah… seluruh santri MiM kemarin bisa mengikuti rangkaian ujian tahfidh bekerja sama dengan Daarul Qur’an pimpinan ust.Yusuf Mansur Cabang Tulungagung di pondok Al-ikhlash Karangrejo Tulungagung.

Update Status Khotaman hari ini

K

Update Status Setoran Hafalan

Edisi Rabbu ;
10 Dhul hijjah 1439 H.

H= Halaman
J= Juz
S= Surat
A= Ayat

1. Kheir : H=49 J=3 S=3 A=1-9
2. Chusnul : H=85 J=5 S=4 A=45-59
3. Fathoni :
4. Faris : H=126 J=7 S=5 A=114-120
5. Habib : H=318 J=16 S=20 A=99-113
6. Hikam : H=70 J=4 S=3 A=157-165
7. Daffa : H=7 J=1 S=2 A=48-57
8. Abdullah : H=6 J=1 S=2 A=43
9. Yik Baqir : H=64 J=4 S=3 A=116-121
10. Vero : H=93 J=5 S=4 A=95-101
11. Dayeen : H=83 J=5 S=4 A=37
12. Zakti : H=75 J=4 S=3 A=195-200
13. Fuad : H=39 J=2 S=2 A=246-248
14. Fakhry : H=30 J=2 S=2 A=197-199
15. Alam : H=5 J=1 S=2 A=30-34
16. Rommy : H=18 J=1 S=2 A=120-126
17. Reza : H=6 J=1 S=2 A=40-42
18. Zein : H=69 J=4 S=3 A=154-157
20.Moza : H=64 J=4 S=3 A=116-121
21.Akmal : H=2 J=1 S=2 A=6-16
22.Rizki : YANBU’A
23.Yik moh : H=8 J=1 S=2 A=58-60
24.Ubed : H=20 J=1 S=136
25.Aziz : H=12 J=1 S=2 A=83-88
26.Putra : H=222 J=12 S=11 A=14
27.Dayat : H=3 J=1 S=2 A=17-24
28.Nofal : YANBU’A

Di keluarga Jawa biasanya anak menyebut orang tuanya dengan sebutan Bapak dan Ibu. Orang tua Bapak dan ibu disebut Eyang (Kakek/Nenek dlm bhs Indonesia). Orang tua Eyang disebut apa? dst.

Berikut adalah istilah untuk level keturunan (ke bawah) dan level leluhur (ke atas) sampai urutan ke-18 dalam Bahasa Jawa.

*URUTAN KE ATAS :*

Moyang ke-18. Eyang Trah Tumerah
Moyang ke-17. Eyang Menyo-menyo
Moyang ke-16. Eyang Menyaman
Moyang ke-15. Eyang Ampleng
Moyang ke-14. Eyang Cumpleng
Moyang ke-13. Eyang Giyeng
Moyang ke-12. Eyang Cendheng
Moyang ke-11. Eyang Gropak Waton
Moyang ke-10. Eyang Galih Asem
Moyang ke-9. Eyang Debog Bosok
Moyang ke-8. Eyang Gropak Senthe
Moyang ke-7. Eyang Gantung Siwur
Moyang ke-6. Eyang Udeg-udeg
Moyang ke-5. Eyang Wareng
Moyang ke-4. Eyang Canggah
Moyang ke-3. Eyang Buyut
Moyang ke-2. Eyang (kakek/nenek dlm bhs Indonesia)
Moyang ke-1. Bapak/Ibu

*DILIHAT DARI POSISI KITA :*

Urutan ke bawah :
Keturunan ke-1. Anak
Keturunan ke-2. Putu
Keturunan ke-3. Buyut
Keturunan ke-4. Canggah
Keturunan ke-5. Wareng
Keturunan ke-6. Udeg-udeg
Keturunan ke-7. Gantung siwur
Keturunan ke-8. Gropak Senthe
Keturunan ke-9. Debog Bosok
Keturunan ke-10. Galih Asem
Keturunan ke-11. Gropak waton
Keturunan ke-12. Cendheng
Keturunan ke-13. Giyeng
Keturunan ke-14. Cumpleng
Keturunan ke-15. Ampleng
Keturunan ke-16. Menyaman
Keturunan ke-17. Menyo2
Keturunan ke-18. Tumerah

Monggo disimpen .. niki peninggalan leluhur yang nyaris terlupakan…

Ojo Lali Lanjarane…!!!

Dalam Keluarga Jawa biasanya anak menyebut orang tuanya dengan sebutan Bapak dan Ibu. Orang tua Bapak dan ibu disebut Eyang (Kakek/Nenek dlm bhs Indonesia). Orang tua Eyang disebut apa? dst.

Berikut adalah istilah untuk level keturunan (ke bawah) dan level leluhur (ke atas) sampai urutan ke-18 dalam Bahasa Jawa.

*URUTAN KE ATAS :*

Moyang ke-18. Eyang Trah Tumerah
Moyang ke-17. Eyang Menyo-menyo
Moyang ke-16. Eyang Menyaman
Moyang ke-15. Eyang Ampleng
Moyang ke-14. Eyang Cumpleng
Moyang ke-13. Eyang Giyeng
Moyang ke-12. Eyang Cendheng
Moyang ke-11. Eyang Gropak Waton
Moyang ke-10. Eyang Galih Asem
Moyang ke-9. Eyang Debog Bosok
Moyang ke-8. Eyang Gropak Senthe
Moyang ke-7. Eyang Gantung Siwur
Moyang ke-6. Eyang Udeg-udeg
Moyang ke-5. Eyang Wareng
Moyang ke-4. Eyang Canggah
Moyang ke-3. Eyang Buyut
Moyang ke-2. Eyang (kakek/nenek dlm bhs Indonesia)
Moyang ke-1. Bapak/Ibu

*DILIHAT DARI POSISI KITA :*

Urutan ke bawah :
Keturunan ke-1. Anak
Keturunan ke-2. Putu
Keturunan ke-3. Buyut
Keturunan ke-4. Canggah
Keturunan ke-5. Wareng
Keturunan ke-6. Udeg-udeg
Keturunan ke-7. Gantung siwur
Keturunan ke-8. Gropak Senthe
Keturunan ke-9. Debog Bosok
Keturunan ke-10. Galih Asem
Keturunan ke-11. Gropak waton
Keturunan ke-12. Cendheng
Keturunan ke-13. Giyeng
Keturunan ke-14. Cumpleng
Keturunan ke-15. Ampleng
Keturunan ke-16. Menyaman
Keturunan ke-17. Menyo2
Keturunan ke-18. Tumerah

Monggo disimpen .. niki peninggalan leluhur yang nyaris terlupakan…