Sejarah Kalimat Penutup Khotbah Jum’at

Sy.Umar bin Abdul Aziz lah yang merubah penutup khutbah jum’ah yg semula isinya sll mencela sy.Ali, diganti dg kalimat / ayat:
(إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ)
[Surat An-Nahl 90]

Takbir Mursal & Takbir Muqoyyad

Takbir Mursal & Takbir Muqoyyad

Dikalangan masyarakat kita, (satu atau dua hari setelah selesai solat idul fitri), terkadang masih ada yang mengumandangkan takbiran dengan mengeraskan suara di speker masjid atau musholla, setelah adzan (sebagai ganti pujian) sebelum sholat.

ketika ditanya, mereka ada yang menjawab. “hari ini masih suasana hari raya idul fitri mas”

*Apa tugas kita kepada mereka…*?

Tugas kita adalah membimbing dan menjelaskan kepada mereka bahwa, setelah sholat idul fitri tidak ada takbir mursal ataupun takbir muqoyyad.

Sebab ,Takbir Mursal itu waktunya hanya mulai magribnya malam hari raya sampai takbirotul ihrom sholat id, baik idul fitri maupun idul adha.

Sedangkan Takbir Muqoyyad itu hanya ada di idul adha, (tidak ada di waktu idul fitri)

👉Jadi setelah selesai sholat idul Fitri *tidak usah takbiran* dengan mengeraskan suara sebagai gantinya pujian.

Wallohu a’lam