3 Kunci Kesejahteraan

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عَائِشَةَ عَنْ مَوْلًى لِأُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي دُبُرِ الْفَجْرِ :

*اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا وَرِزْقًا طَيِّبًا.*

رواه أحمد ٢٥٣١٢
Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Musa bin Abi Aisyah dari bekas budak Ummu Salamah dari Ummu Salamah, pada akhir waktu shlat fajar, Nabi shollahu’alaihi wa sallam berdo’a: *ALLOHUMMA INNII AS ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN WA AMALAN MUTAQOBBALAN WA RIZQON THOYYIBAN*

(Ya Alloh, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, amalan yang diterima, dan rizki yang baik).

HR. Achmad no.25312

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عَائِشَةَ عَنْ مَوْلًى لِأُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ إِذَا صَلَّى الصُّبْحَ حِينَ يُسَلِّمُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا.
رواه أحمد ٢٥٥٠٦

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far berkata, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Musa bin Abu ‘Aisyah dari budak Ummu Salamah dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika selesai salam dari shalat subuh, beliau mengucapkan:

“ALLOHUMMA INNII AS ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN WA RIZQON THOYYIBAN WA ‘AMALAN MUTAQOBBALAN
(Ya Alloh, aku memohon kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amalan yang diterima).”

HR. Achmad no.25506

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عَائِشَةَ قَالَ سَمِعْتُ مَوْلًى لِأَبِي سَلَمَةَ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ أُمَّ سَلَمَةَ تَقُولُ
إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ إِذَا صَلَّى الصُّبْحَ حِينَ سَلَّمَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا.
رواه أحمد ٢٥٣٨٨

Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Musa bin Abi Aisyah berkata; saya telah mendengar pembantu Abu Salamah menceritakan bahwasanya ia telah mendengar Ummu Salamah berkata; “Apabila Rasulullah shalallahu’alaihi wa salam shalat shubuh, ketika salama beliau membaca:
ALLOHUMMA INNII AS ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN, WA RIZQON THOYIIBAN WA’AMALAN MUTAQOBBALAN)

(Ya Alloh, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan Amal yang diterima)

(HR.Ahmad no.25388)

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عَائِشَةَ عَنْ مَوْلًى لِأُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ إِذَا صَلَّى الصُّبْحَ حِينَ يُسَلِّمُ:

*اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا*

رواه ابن ماجه ٩١٥

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Syababah berkata, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Musa bin Abu ‘Aisyah dari Mantan budak Ummu Salamah, dari Ummu Salamah berkata, “Ketika salam dalam sholat subuh Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam mengucapkan;
“ALLOHUMMA INNII AS`ALUKA ILMAN NAAFI’AN WA RIZQON THOYYIBAN WA ‘AMALAN MUTAQOBBALAN

(Ya Alloh, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima). ”

(HR. Ibnu Maajah 915)

Saat Simbol Syariat dinista…?!?

ISI PESAN SURAT DARI (AUMA)

TOLONG DIKOREKSI INI👇 SEBELUM DIKIRIMKN HARI AHAD LUSA

ALIANSI ULAMA MADURA (AUMA)
SK. MENKUMHAM: AHU-0030091.AH.01.07.TAHUN 2015
Sekretariat: Jl. Raya Proppo, Des. Lenteng Kec. Proppo Kab.Pamekasan 69301 Madura Telepon: 081703638211, 087701880600, 0817311942

Nomor : 100/B/AUMA/IV2018 Pamekasan, 19 Rajab 1439 H.
Sifat : Penting.
Perihal : Pernyataan.

Kepada Yth. Dr. KH. Ma’ruf Amin
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di – J A K A R T A

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Segala puji bagi ALLOH  Tuhan alam semesta, Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Baginda Nabi Besar Muhammad . Semoga kita sekalian selalu mendapat perlindungan dan diberi kekuatan oleh ALLOH .

Kami Aliansi Ulama Madura (AUMA) setelah melihat dan mendengarkan video ketua MUI Pusat KH. Ma’ruf Amin yang berjabatan tangan dengan penista agama Sukmawati Soekarnoputri seraya menganjurkan agar umat Islam memaafkan Sukmawati Soekarnoputri. Kami tersinggung dan sangat menyayangkan SIKAP LEMAH MUI Pusat tersebut yang tidak mencerminkan sikap Shiyanatuddin dalam masalah ini dan masalah yang sebelumnya, berbeda jauh dari sikap sesepuh MUI terdahulu KH. Buya Hamka yang mengatakan: “JIKA DIAM SAAT AGAMAMU DIHINA GANTILAH BAJUMU DENGAN KAIN KAFAN”.

Memang benar umat Islam umat pemaaf dan diperintahkan untuk selalu saling memaafkan, seperti yang dianjurkan dalam beberapa ayat kitab suci al-Quran, yang diantaranya Qs. Alu Imran 134:
(وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ)
Akan tetapi hal tersebut dalam urusan pribadi. Namun tidaklah demikian jika berkaitan dengan penistaan agama seperti dalam puisi Sukmawati Soekarnoputri pada acara Indonesia Fashion Week (IFW) (29/03/2018) yang isinya menista syariat islam (Cadar dan Adzan), maka hukum harus ditegakkan sebagai bentuk keadilan dan tidak menimbulkan preseden buruk di masa mendatang.

Seseorang yang secara sadar dan sengaja menghina syariat Islam masuk dalam Undang-Undang No. 01/PNPS/1965 tentang penodaaan agama dan pasal 156a dalam KUHP, juga dapat dikategorikan MURTAD dalam hukum Islam sebagaimana disebut dalam kitab Sullamuttaufiq dan lain sebagainya. Dan bahwa Baginda Nabi  tidak memberi maaf manakala Aqidah Islamiyah, Syari’at Islam dan simbol-simbol Agama dinodai, sehingga kebenaran ditegakkan, sebagaimana dalam HR. al-Baihaqi dalam kitab asy-Syu’ab dari sayyidina Hindun  berkata:
(…وَلَايَغْضَبُهُ الدُّنْيَا وَلَا مَا كَانَ لَهَا، فَإِذَا تُعُدِّيَ الْحَقُّ لَمْ يَعْرِفْهُ أَحَدٌ، وَلَمْ يَقُمْ لِغَضَبِهِ شَيْءٌ حَتَّى يَنْتَصِرَ لَهُ، لَايَغْضَبُ لِنَفْسِهِ وَلَا يَنْتَصِرُ لَهَا).
Artinya: “…Dan Baginda Nabi  tidak pernah marah karena urusan duniawi, tetapi apabila kebenaran dilampaui batasnya beliau marah hingga tak ada seorang-pun yang mengenal beliau, dan tak seorang-pun mampu berdiri dihadapanya sehingga beliau dapat membela yang benar, dan beliau tidak pernah marah karena sesuatu yang berkaitan dengan pribadinya, dan tidak pernah membela dirinya sendiri”

Sebagaimana para ulama maklumi bahwa:

1. Ketika Kaisar Kisra merobek surat Baginda Nabi  yang mengajak untuk masuk Islam, beliau marah karena merupakan pelecehan terhadap simbol islam seraya berdoa: (مَزَّقَ اللهُ مُلْكَهُ كُلَّ مُمَزَّقٍ), seperti dalam kitab siroh asy-Syifa.

2. Kejadian Bani Qoinuqa’ yang diusir dari Madinah karena telah melecehkan jilbab wanita muslimah seperti dalam kitab ar-Rahiq al-Makhtum karya Imam

3. Dan banyak kejadian-kejadian lain dalam kitab-kitab siroh.

Oleh karena itu maka kami Aliansi Ulama Madura (AUMA) sebagai pengamalan Qs. adz-Dzariyat 55: (وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ) dengan tidak mengurangi rasa ta’dhim kepada beliau yang mulia Dr. KH. Ma’ruf Amin menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

1. Menyayangkan anjuran Ketua Umum MUI Pusat agar umat Islam mencari solusi titik temu atas perbedaan-perbedaan yang terjadi, padahal kasus Sukmawati Soekarnoputri bukan perbedaan semata akan tetapi jelas-jelas penistaaan agama, hal mana kesucian agama tidak harus dikorbankan demi kepentingan titik temu tersebut.

2. Penulisan puisi umumnya dilakukan dengan teliti dan tidak mungkin tanpa sengaja. Kesengajaan tersebut menjadi indikator utama sebuah perlakuan yang tidak bisa dimaafkan, karenanya anjuran beliau KH. Ma’ruf Amin untuk memaafkan Sukmawati Soekarnoputri perlu ditinjau kembali.

Demikian kami sampaikan semoga mendapatkan perhatian sepenuhnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

ALIANSI ULAMA MADURA (AUMA)
Ketua Umum ;

KH. Ali Karrar Shinhaji

Sekretaris Umum;

Drs. KH. Fadholi Moh. Ruham, M,Si