Keutamaan Surat Al-Ikhlash

Keutamaan Surat Al-Ikhlash

و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ وَيَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ جَمِيعًا عَنْ يَحْيَى قَالَ ابْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ كَيْسَانَ حَدَّثَنَا أَبُو حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْشُدُوا فَإِنِّي سَأَقْرَأُ عَلَيْكُمْ ثُلُثَ الْقُرْآنِ فَحَشَدَ مَنْ حَشَدَ ثُمَّ خَرَجَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ثُمَّ دَخَلَ فَقَالَ بَعْضُنَا لِبَعْضٍ إِنِّي أُرَى هَذَا خَبَرٌ جَاءَهُ مِنْ السَّمَاءِ فَذَاكَ الَّذِي أَدْخَلَهُ ثُمَّ خَرَجَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي قُلْتُ لَكُمْ سَأَقْرَأُ عَلَيْكُمْ ثُلُثَ الْقُرْآنِ أَلَا إِنَّهَا تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ.
رواه مسلم ١٣٤٥

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim dan Ya’qub bin Ibrahim semuanya dari Yahya – Ibnu Hatim – berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Yazid bin Kaisan telah menceritakan kepada kami Abu Hazim dari Abu Hurairah ia berkata; Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berkumpullah kamu semuanya, karena aku akan membacakan kepada kalian sepertiga Al Qur`an.” Maka berkumpullah kami, yang sempat berkumpul, kemudian Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam keluar dan membaca: “QUL HUWALLOHU AHAD.” Setelah itu, beliau masuk kembali. Maka kami saling berkata satu sama lain.”Aku mengira bahwa wahyu ini baru diturunkan dari langit, sehingga Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam segera masuk ke dalam kamarnya.” Tak berapa lama kemudian Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam keluar seraya bersabda: “Tadi aku berjanji akan membacakan sepertiga Al Qur`an kepada kalian. Ketahuilah bahwa, ‘QUL HUWALLOHU AHAD’ adalah sama nilainya dengan sepertiga Al Qur`an.”
(HR. Muslim no.1345)

Keutamaan surat الر , surat سبح & surat الزلزلة

وبالسند المتصل إلى الٱمام أحمد بن حنبل رحمه الله تعالى ونفعنا بعلومه في الدارين آمين…

وبه إليه قال:

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ حَدَّثَنِي عَيَّاشُ بْنُ عَبَّاسٍ عَنْ عِيسَى بْنِ هِلَالٍ الصَّدَفِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ
أَتَى رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَقْرِئْنِي يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لَهُ اقْرَأْ ثَلَاثًا مِنْ ذَاتِ الر فَقَالَ الرَّجُلُ كَبِرَتْ سِنِّي وَاشْتَدَّ قَلْبِي وَغَلُظَ لِسَانِي قَالَ فَاقْرَأْ مِنْ ذَاتِ حم فَقَالَ مِثْلَ مَقَالَتِهِ الْأُولَى فَقَالَ اقْرَأْ ثَلَاثًا مِنْ الْمُسَبِّحَاتِ فَقَالَ مِثْلَ مَقَالَتِهِ فَقَالَ الرَّجُلُ وَلَكِنْ أَقْرِئْنِي يَا رَسُولَ اللَّهِ سُورَةً جَامِعَةً فَأَقْرَأَهُ إِذَا زُلْزِلَتْ الْأَرْضُ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مِنْهَا قَالَ الرَّجُلُ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ لَا أَزِيدُ عَلَيْهَا أَبَدًا ثُمَّ أَدْبَرَ الرَّجُلُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْلَحَ الرُّوَيْجِلُ أَفْلَحَ الرُّوَيْجِلُ ثُمَّ قَالَ عَلَيَّ بِهِ فَجَاءَهُ فَقَالَ لَهُ أُمِرْتُ بِيَوْمِ الْأَضْحَى جَعَلَهُ اللَّهُ عِيدًا لِهَذِهِ الْأُمَّةِ فَقَالَ الرَّجُلُ أَرَأَيْتَ إِنْ لَمْ أَجِدْ إِلَّا مَنِيحَةَ ابْنِي أَفَأُضَحِّي بِهَا قَالَ لَا وَلَكِنْ تَأْخُذُ مِنْ شَعْرِكَ وَتُقَلِّمُ أَظْفَارَكَ وَتَقُصُّ شَارِبَكَ وَتَحْلِقُ عَانَتَكَ فَذَلِكَ تَمَامُ أُضْحِيَّتِكَ عِنْدَ اللَّهِ.

رواه أحمد ٦٢٨٧

Telah menceritakan kepada kami Abu Abdirrahman telah menceritakan kepada kami Sa’id telah menceritakan kepadaku Ayyasy bin Abbas dari Isya bin Hilal Ash Shadafi dari Abdulloh bin Amru, dia berkata; Seorang lelaki mendatangi Rosululloh SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM dan berkata, “Wahai Rosululloh, koreksilah bacaanku!” Maka beliau pun berkata kepadanya, “Bacalah tiga surat yang didahului Alif Laam Roo.” Lelaki itu berkata, “Umurku sudah tua, dan hatiku sudah mengeras, serta lidahku juga sudah kalut.” Beliau berkata: “Kalau begitu bacalah surat yang didahului Haa’ Mim.” Maka lelaki itupun mengatakan seperti perkataannya yang tadi. Beliau berkata: “Bacalah tiga surat yang diawali dengan sabbaha.” Dan lelaki itupun mengatakan seperti perkataannya yang pertama, lalu dia mengatakan, “Wahai Rosululloh, yang aku mau engkau membacakan kepadaku satu surat yang mencakup keseluruhan.” Maka beliau menyuruhnya membaca surat Az Zalzalah, hingga sa’at ia selesai membacanya, dia berkata, “Demi Dzat Yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak akan menambahinya untuk selamanya.” Lalu orang itupun berpaling dan pergi meninggalkan beliau, dan Rosululloh pun berkata: “Sungguh beruntung Ruwaihil, sungguh beruntung Ruwaihil, lalu beliapun mengatakan hal itu kepadaku, kemudian lelaki itu pun datang kepadanya dan belaiu pun berkata: “Saya telah diperintahkan menyembelih kurban pada hari Adlha yang telah dijadikan oleh Alloh sebagai hari raya bagi umat ini.” Lalu lelaki itu berkata, “Jika aku tidak mendapati kecuali kambing gemuk milik anakku, apakah aku juga harus menyembelihnya?” Beliau menjawab: “Tidak, akan tetapi cukurlah rambutmu, potonglah kuku-kuku tanganmu, pendekkanlah kumismu, cukurlah bulu kemaluanmu, dan itulah kesempurnaan berkurbanmu di sisi Alloh.”

(HR. Achmad no.6287)

Pekan Rojab

الحمد لله على كل حال…
هذا من فضل ربي…

Pada Pekan Rojabiyyah ke-7 th.1439 H ini Santri2 MiM dinobatkan sebagai Santri terbaik dalam:
🥇Juara 1 Sholat berJamaah

🥈juara 2 kaligrafi.

🥈juara 2 Rangking 1 (cerdas cermat) Santri.

🥉juara 3 Rangking 1 (cerdas cermat) Santri.