Kedermawanan Rosululloh ﷺ

*بسم الله الرحمن الرحيم*

📝 *Ngaji kitab Sunan SHOHIH ALBUKHORI – Ma’had Nurul Haromain PUJON Malang*

Selasa 9 Rojab 1439 H / 27 Maret 2108 M.

_*Rangkuman Ta’lim Abi KH. M. Ihya’ ‘Ulumiddin*_

*BAB KEUTAMAAN SAHABAT ANSHOR*

Sahabat Anas bin Malik bercerita :

2 bulan setelah penaklukan kota Mekkah ( fathu Makkah) , ada kejadian penting dalam sejarah kaum muslimin yakni kemenangan kaum muslimin atas suku khowazin ,

Kaum muslimin menang dari kaum khowazin ketika perang hunain ,

Dalam peperangan tersebut kaum khowazin membawa serta istri-istri dan ternak mereka ,

disebabkan mereka berjuang dan berperang demi membela istri dan ternak-ternak mereka .

Dari kemenangan tersebut kaum Muslimin memperoleh ghonimah besar-besaran,
mendapatkan unta 24 ribu ekor,
dan mendapatkan kambing 24 ribu ekor,

Setelah peperangan terjadi maka Rosululloh ﷺ membagikan ghonimah yang agak banyak kepada penduduk mekkah yang baru saja masuk islam,

Seperti contoh Sofyan bih Umayyah yang mana Rosululloh ﷺ memberikan ghonimah kepadanya berupa kambing yang banyaknya meliputi diantara 2 bukit gunung,

Kemudian Sofyan bin Umayyah bercerita tentang kedermawanan Rosululloh ﷺ yang ketika memberikan sesuatu pasti tidak akan takut miskin,

Lalu Sufyan bin Umayyah mengajak penduduk kampungnya agar ikut masuk islam dan membela Rosululloh ,

yang akhirnya seluruh penduduk kampungnya masuk islam semua,

adapun Sahabat yang lainnya terutama para Sahabat-Sahabat yang awal masuk islam ( senior) dan kaum anshor hanya mendapat paling banyak 4 ekor saja,

Ada kejadian setelah pembagian ghonimah yakni dzul khuwaisiroh yang dengan nyata mengatakan bahwa Rosululloh ﷺ itu tidak adil sama sekali ,

Maka Rosululloh ﷺ menjawab : jika bukan aku yang adil lalu Siapakah yang akan adil,
Kemudian Rosululloh ﷺ bersabda: Sesungguhnya akan keluar keturunan dari orang ini (dzul khuwaisiroh) orang-orang yang akan mudah mengkafir-kafirkan kaum muslimin

Itulah sifat kaum khowarij,

Mereka bukan Sahabat Rosululloh ﷺ tapi senantiasa mengkafir-kafirkan para Sahabat ,

Namun ada sebagian Sahabat Anshor yang merasa heran dengan keputusan Rosululloh ﷺ tersebut ,
Dikarenakan Sahabat Anshor banyak sekali membantu kaum Quraisy,

Akan tetapi mengapa ghonimah yang sangat banyak itu justru diberikan kepada mereka yang baru saja masuk islam,

Maka berita ini pun sampai kepada Rosululloh shollallohu alaihi wa Sallam ,

Kemudian Rosululloh ﷺ memanggil Sahabat Anshor dan bertanya : apakah benar berita yang telah sampai kepadaku?.

Maka Sahabat Anshor pun menjawab : memang benar demikian wahai Rosululloh ,

Kemudian Rosululloh ﷺ menjawab kegundahan Sahabat anshor seraya berkata:
Apakah kalian tidak rela jika manusia (kaum quraisy) kembal ke rumah-rumah mereka membawa ghonimahnya masing-masing,

Sedangkan kalian akan kembali menuju madinah dengan membawa Rosululloh bersama-sama kalian?

Sungguh jika kaum Anshor melewati suatu lembah, maka aku (Rosululloh) akan ikut bersama mereka melewati lembah tersebut,

Ini adalah sifat Rosululloh ﷺ selalu ingin menyenangkan hati para Sahabatnya,

Ketika berdakwah, maka kita dituntut menjadi pribadi yang dermawan, sebab cara tersebut adalah metode dakwah Rosululloh ﷺ.

Teringat bagaimana kedermawanan Rosululloh ﷺ saat berdakwah,

Dan jelas Rosululloh ﷺ adalah contoh terbaik bagi mereka yang berdakwah di jalan Alloh Subhanahu wa ta’ala,

Begitu juga pasti terjadi dalam berdakwah munculnya orang-orang yang selalu berusaha menghalangi dan menghentikan usaha dakwah tersebut,

Maka bersabarlah dan tawakkal kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Begitu juga ketika berdakwah hendaknya bisa menjaga kesehatan diri, sebab itulah hak tubuh kita,

Jangan sampai terlalu berlebihan, sehingga bisa membahayakan dirinya sendiri,

Maka benar ketika Rosululloh ﷺ bersabda : Sesungguhnya bagi tuhanmu ada hak-hak yang harus dikerjakan,
Begitu juga bagi dirimu ada hak-hak yang perlu dikerjakan.

Setelah fathu Mekkah tidak ada hijrah lagi kecuali 2 hal:

1. Orang yang mencari ilmu dan menyebarkannya

2. Lari dari fitnah-fitnah agama.

Sudah menjadi keharusan bagi mereka yang mempunyai ilmu untuk berani berdakwah dan juga berani untuk hijrah,

Dalam berdakwah dahulukanlah akhlak dari pada ilmu.

Sebab zaman sekarang manusia tidak malu jika tidak punya ilmu,

Dan zaman sekarang manusia terlalu sibuk akan urusan dunia.

Dengan ilmulah seseorang akan terjaga dan selamat di dunia dan akhiratnya.

والله يتولى الجميع برعايته

Talkhis by ammi baihaqi abu ilhaq.