Abuya & Qosidah Busyro Lanaa

Bismillah…

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ

INILAH KISAH DIBALIK QOSIDAH BUSYRO LANAA

Saudara-saudariku….

Pada waktu itu kunjungan Al-Habib Muhammad bin Alwi Al-Maliki pertama kali di Kwitang di saat itu masih ada Al-Habib Ali bin Husein Al-Athas.

Di saat Habib Muhammad Al-Maliki usai memberikan ceramahnya, Al-Habib Muhammad Al-Maliki meminta kepada Al-Habib Muhammad Al-Habsyi (anak dari habib Ali Al-Habsy shohibul majlis kwitang) agar di perkenankan para Muridnya menyenandungkan Qasidah Busyrolana.

Di saat Qasidah di senandungkan tak henti hentinya Al-Habib Ali bin Husein yang pada waktu itu hadir dalam keadaan kurang sehat menangis.

Dan Habib Ali di dalam tangisnya selalu menyebut nyebut nama Rasulullaj ﷺ. Saat Usai Qasidah di senandungkan Al-Habib Ali bin Husein bersuara yang didengar oleh para Habaib dan Ulama yang ada di depan Mimbar.

Habib Ali waktu itu, berkata dengan bait Qasidah :

“Ya Rosulullohi Ji’na liziaroh Qasidina ….. Nartaji minkas safaah …. indarrobil alamina..”

Habib Muhammad Al-Maliki pun bertanya pada Habib Ali, “Apa gerangan yang membuatnya menangis dan tidak henti hentinya menyebut nama Rasulullah.” Habib Ali menjawab, “Aku tidak bisa menahan Air mata ini karena di hadapan aku ada Rasulullah dan Rasulullah bergembira dengan dibacakannya Qasidah tersebut.”

Beruntunglah sekalian Jamaah yang hadir pada saat itu.

بارك الله ولكم