Kisah Sang Rosul ﷺ

​🕋 🐫 *Dzikro Maulidurrosul 1439 #1*
_”Tidak layak seorang yang berakal bertanya, “Mengapa kalian memperingati Maulid?”. Karena seolah-olah ia bertanya, “Mengapa kalian bergembira dengan adanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam?”_
~ Syekh as-Sayyid Muhammad bin Alawy al-Maliki al-Hasani.
*Nasab Mulia Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam*
Beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushayyi bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luayyi bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudlar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan… sampai kepada al-Khalil, Nabi Ibrahim as.
*Kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam*

Beliau dilahirkan pada hari Senin bulan Rabiul Awal tahun Gajah. Ada yang mengatakan: tanggal 2, tanggal 3, dan ada yang mengatakan tanggal 12. Dan inilah yang masyhur menurut mayoritas (ulama). Hari Senin adalah hari yang penuh barakah. Telah diriwayatkan dari Imam Ahmad bahwa sesungguhnya sahabat Ibnu Abbas berkata, 
وُلِدَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ ، وَاسْتُنْبِىءَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ ، وَخَرَجَ مُهَاجِرًا مِنْ مَكَّةَ إِلَى الْمَدِيْنَةِ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ ، وَتُوُفِّيَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ ، وَرَفَعَ الْحَجَرَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan pada hari Senin. Diangkat sebagai nabi pada hari Senin. Keluar hijrah dari Makkah ke Madinah pada hari Senin. Wafat pada hari Senin. Mengangkat Hajar Aswad pada hari Senin.” 
Dan dikatakan bahwa beliau terlahir dalam kondisi telah berkhitan dan telah terputus tali pusarnya.
Pada malam kelahiran beliau, terjadi sekian banyak keajaiban dan keanehan. Di antara keajaiban dan keanehan itu adalah terjatuh dan terjungkalnya berhala-berhala pada malam itu dari tempatnya. Keajaiban lainnya adalah munculnya cahaya bersama dengan beliau sehingga cahaya itu menerangi istana-istana Syam kala beliau lahir. Keajaiban lainnya adalah tergoncangnya istana Kisra, runtuhnya teras-teras, dan padamnya api abadi yang belum pernah padam semenjak seribu tahun sebelumnya, serta surutnya danau Sawat.

*Para Pengasuh dan Ibu Susu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam*
Wanita yang pertama kali menyusui beliau adalah ibunda beliau sendiri, yaitu Sayyidah Aminah az-Zuhriyah, kemudian Tsuwaibah al-Aslamiyah beberapa hari. Tsuwaibah adalah budak perempuan milik Abu Lahab. Abu Lahab memerdekakannya ketika budaknya itu memberikan berita gembira tentang kelahiran beliau sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari secara muallaq. Setelah meninggal dunia, Abu Lahab terlihat dalam mimpi. Dia menceritakan bahwa dirinya mendapatkan keringanan (dispensasi) siksa setiap hari Senin dikarenakan dia memerdekakan Tsuwaibah karena begitu sangat senangnya dia dengan kelahiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Ibnu Mandah menyebut Tsuwaibah sebagai kalangan generasi sahabat. Dan mengenai hal ini ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Tsuwaibah pernah datang menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam usai beliau menikah dengan Khadijah ra. Beliau dan Khadijah begitu menghormati dan memuliakannya. Beliau sering kali mengirim utusan kepada Tsuwaibah dengan membawa pakaian dan tali asih sampai dia meninggal dunia.
Beliau kemudian disusui oleh Halimah binti Abi Dzuaib as-Sa’diyah. Halimah membawa serta beliau pulang ke negerinya yang berada di belakang Thaif di kalangan Bani Saad. Menurut pendapat yang shahih, beliau tinggal di Bani Saad selama 4 tahun. Dengan menyusui beliau, Halimah mendapatkan kebaikan yang melimpah-ruah berupa kelapangan rezeki dan kemakmuran (ketenteraman) hidup. Puteri Halimah as-Sa’diyah, bernama asy-Syima’, turut serta mengasuh beliau bersama ibundanya. Halimah membawa beliau kembali karena kekhawatiran ada sesuatu menimpa beliau pasca peristiwa pembelahan dada, sementara pada saat itu beliau berusia 5 tahun.
Kemudian Halimah tidak lagi pernah melihat beliau kecuali dua kali. Kali pertama adalah setelah beliau menikah dengan Khadijah. Dia datang mengadukan krisis ekonomi (paceklik) yang menimpanya. Sayyidah Khadijah lalu memberinya 20 ekor kambing dan beberapa ekor unta. Kali kedua adalah pada peperangan Hunain. 
Wanita yang juga menyusui beliau adalah Ummu Aiman Barakah al-Habasyiyah. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mendapatkan warisan Ummu Aiman dari ayahanda beliau. Tatkala dewasa, Ummu Aiman dimerdekakan beliau dan dinikahkan oleh beliau dengan Zaid bin Haritsah.

*Masa Tumbuh Kembang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam*  
Beliau tumbuh dalam keadaan yatim. Ayahanda beliau wafat pada saat beliau berada dalam kandungan. Beliau lalu diasuh oleh kakeknya, yaitu Abdul Mutthalib. Ketika berumur 6 tahun, sang ibunda membawa beliau pergi ke Madinah Munawwarah bersama dengan Ummu Aiman Barakah al-Habasyiyah, yang mengasuhnya, dalam rangka ziarah kepada saudara-saudara ibundanya dari Bani Najjar. Ibunda tinggal dengannya di Bani Najjar selama sebulan, kemudian pulang, lalu sakit di perjalanan. Sang ibunda lalu wafat dan dimakamkan di Abwa’. Ummu Aiman membawa beliau pulang ke Makkah diserahkan kepada kakeknya, yaitu Abdul Mutthalib. Ada yang mengatakan, ibunda beliau dibawa ke Makkah setelah itu lalu dimakamkan di situ. Hal ini diceritakan oleh Ibnul Jauzi dalam kitab al-Wafa. Kemudian kakek beliau wafat pada saat umur beliau 8 tahun. Beliau lalu diasuh oleh sang paman, yaitu Abu Thalib, atas dasar wasiat dari sang kakek. Abu Thalib adalah saudara kandung ayahanda beliau, Abdullah. Abu Thaliblah penjaga, pemelihara, dan pembela total beliau dari musuh-musuh beliau. Abu Thalib dulunya adalah seorang yang miskin, lalu menjadi makmur dan melimpah kekayaannya berkah dari mengasuh al-Musthafa. Tatkala mencapai umur 12 tahun, beliau pergi bersama dengan sang paman ke negeri Syam, namun sang paman bergegas membawa beliau balik pulang karena khawatir kaum Yahudi mencelakai beliau tatkala dia mendapatkan peringatan hal itu dari seorang pendeta bernama Buhaira.
Beliau pergi ke negeri Syam untuk kedua kalinya bersama dengan Maisarah, pembantu Khadijah, untuk menjalankan perniagaan milik Khadijah. 
*Keadaan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam Sebelum Bi’tsah* 
Jauh sebelum bi’tsah (diangkat sebagai nabi), beliau adalah sosok religius dan ahli ibadah. Membenci berhala. Tidak menyukai perkara haram. Beliau dahulu pernah mengembala kambing, dan bersabda, “Allah tidak mengutus seorang nabi kecuali (nabi itu) menggembala kambing.” Ditanyakan kepada beliau, “Engkau juga?!” Beliau bersabda, “Iya!”. (H.R. Bukhari)
Beliau dulunya pernah sibuk berniaga. Adalah Saib bin Abi Saib melakukan kerja sama niaga dengan beliau, sehingga pada hari Fathu Makkah, beliau berkata kepadanya, “Selamat datang, wahai saudaraku dan partner/mitra (bisnis)ku.”
Beliau tidak menipu dan tidak pula bertengkar. Beliau menjalankan perniagaan Khadijah dan untuk tujuan itu beliau pergi ke negeri Syam dan pulang dengan membawa keuntungan luar biasa yang tidak terbayangkan. Umur beliau saat itu adalah 25 tahun.
_Dikutip dari Dzakhoir Muhammadiyyah karya Dr. As-Sayyid Muhammad bin Alawy al-Maliki al-Hasani_

Iklan

Sholawat Al-Mujtaba


(صلاة المجتبى)

بسم الله الرحمن الرحيم

نسألك يا الله ونتوسل إليك بجاه نبيك المصطفى وحبيبك المجتبى؛

أن تجعل لنا من كل ضيق فرجا

ومن كل هم مخرجا

ومن كل بلاء  عافية

يا رب العالمين

يا أرحم الراحمين

وصلى الله على سيدنا ومولانا محمد 

وعلى آله وصحبه والحمد لله رب العالمين

Setiap Bid’ah itu Sesat…?!?

*Bantahan terhadap orang yang anti peringatan maulid Nabi Muhammad _shollallohu ‘alaihi wa sallam_*
📍Memperingat maulid Nabi adalah amalan baik dan tidak termasuk bid’ah (perkara baru) yang dilarang oleh Rosululloh _shollallohu ‘alaihi wa sallam_ dalam sabdanya:

“وكُلُّ بِدْعَةٍ ضلالَةٌ” 
📔 _Al-Hafidz al-‘Iroqi_ dalam kitab Alfiahnya berkata:

 “وَخَيْرُ مَا فَسَّرْتَهُ بِالْوَارِدِ”

Artinya sebaik-baik yang menafsirkan hadits adalah hadis juga.
📎Para ulama berkata:

“sesungguhnya sebaik-baik tafsiran adalah tafsiran yang sesuai dengan susunan kalimat”ِ.
Dan susunan hadits dimulai dengan sabda Rosul: 

“sesungguhnya sebaik-baik kalam adalah al-Quran dan sebaik-baik perilaku adalah perilaku Nabi Muhammad _shollallohu ‘alaihi wa sallam_.
Kemudian Nabi_shollallohu ‘alaihi wa sallam_ bersabda:

 “وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا”
💡Maka makna hadits tersebut adalah sesungguhnya seburuk-buruk perkara baru adalah yang menyalahi al-Qur’an dan al-Hadits dan itu adalah perkara baru (bid’ah) yang sesat”

 ‎

👉🏻Jadi bid’ah hasanah (perkara baru yang baik) tidak termasuk dalam celaan tersebut. 

 ‎

📚Imam an-Nawawi dalam kitabnya _Syarh Shahih Muslim_ jilid 6 hal. 154 berkata: 

“Sabda Nabi (وكل بدعة ضلالة) ini adalah ungkapan yang umum yang dikhususkan (artinya lafaznya umum tetapi maknanya dikhususkan), dan yang dimaksud adalah kebanyakan bid’ah”
📃Dan Imam an-Nawawi juga berkata:

“dan kata كل dalam sabda Nabi “كُلُّ بِدْعَةٍ” tidak bisa mencegah dari keberadaan hadits tersebut sebagai hadits ‘aam yang dikhususkan, sebagaimana firman Allah ta’aalaa:

 {تُدَمِّرُ كُلَّ شَىْء} 

Ayat ini lafadznya umum dan artinya dikhususkan  karena angin yang disebutkan bahwa ia merusak segalanya ini dikirim oleh Alloh kepada orang-orang kafir dari kaum ‘aad kemudian membinasakan mereka dan tidak memusnahkan semua yang hidup di bumi. 
Karena Alloh ta’aalaa telah memberitakan kepada kita bahwa Ia menyelamatkan Nabi Huud _’alaihissalam_ beserta orang-orang mukmin yang bersamanya. 

 

Alloh ta’ala berfirman:

﴿وَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا هُودًا وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا  وَنَجَّيْنَاهُمْ مِنْ عَذَابٍ غَلِيظٍ﴾ [سورة هود،58].

 “Dan ketika datang azab Kami, Kami selamatkan Huud dan orang-orang mukmin yang bersama dia dengan rahmat dari Kami, dan Kami selamatkan (pula) mereka dari azab yang berat” . S. Huud: 58
🖇Dan diantara contoh dalil umum yang dikhususkan adalah sabda Rasulullah ﷺ:

كُلُّ عَيْنٍ زانيةٌ 

 “Kebanyakan mata itu berzina” .

 

Dan telah diketahui secara syara’ bahwa hadits ini tidak mencakup mata para nabi 
kerana Alloh ta’aalaa telah menjaga mereka dari perkara tersebut berdasarkan firman Alloh ta’aalaa:

{وَكُلاًّ فَضَّلْنَا عَلى الْعَالَمين} 

“Dan setiap (dari para nabi) telah Kami muliakan atas seluruh alam”.
📓Dan telah disebutkan dalam sebuah hadits yang _shahih_ yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitabnya _Sunan Abī Dāwūd_ pada bab penyebutan sangkakala dan Hari Kebangkitan bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

كُلُّ ابْنِ ءادَمَ تأكُلُهُ الأَرْضُ إلا عَجْبَ الذَّنَبِ

“Kebanyakan jasad manusia akan dimakan oleh tanah, kecuali tulang selangka”.
👉🏻Dan ini menguatkan bahwa kata “كُلّ” tidak selalu bermakna keseluruhan 

(الشُّمُولِ الْكُلِّيِّ)

 berdasarkan argumen bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى الأَرْضِ أَنْ تَأكُلَ أَجْسَادَ الأَنْبِيَاء 

“Sesungguhnya Alloh ta’aalaa melarang bumi untuk memakan jasad para nabi”. 

 

💡Maka makna “كُلُّ” dalam hadits:

كُلُّ ابْنِ ءادَمَ تأكُلُهُ الأَرْضُ إلا عَجْبَ الذَّنَبِ

 adalah kebanyakan karena Rosululloh mengecualikan para nabi dalam hadits yang lain.
*معا في حب محمد*

*Bersama mencintai Nabi Muhammad*

Besan dan Mantu Rosululloh ﷺ

*بسم الله الرحمن الرحيم* 
📝 *SHOHIH AL-BUKHORI- Ma’had Nurul Haromain PUJON Malang*
Selasa;

10 Robiul Awwal 1439  H / 28 November 2107 M.

_*Rangkuman Ta’lim Abina KH. M. Ihya ‘Ulumiddin*
 *BAB TENTANG BIOGRAFI BESAN / MANTU  ROSULULLOH ﷺ .
Besan itu adalah hubungan seseorang dengan keluarga istrinya seperti ayahnya dan saudaranya ( yang menjadi wali nikahnya)
Begitu juga suami dari anak perempuan,  suaminya saudari ( mantu ).

Dan mantu Rosululloh diantaranya adalah Abul Ash bin Robi’ yang menikah dengan putri beliau yakni sayyidah Zainab.
Abul Ash bin rob’ ketika perang badar menjadi tawanan perang dan akhirmya bisa menebus dirinya, 
Di perang selanjutnya Abul Ash bin Robi’ menjadi tawanan perang dan di bebaskan oleh Sayyidah Zainab kemudian Abul Ash bin Robi’ pun masuk islam, 
sehingga Sayyidah Zainab pun dikembalikan lagi kepada Abul Ash bin  Robi’ ,

Dan kemudian melahirkan seorang putri yg bernama *umamah*.
*Umamah* adalah cucu Rosululloh yang digendong ketika Rosululloh sholat, 

Begitu juga Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein, 
Maka hukum menggendong anak ketika sholat maka itu boleh, 

Ini menurut madzhab Imam Malik, 

Yakni tidak ada batasan dalam gerakan, 
adapun dalam madzhab Imam Syafii gerakan diluar sholat itu dibatasi, dalam rangka kehati-hatian.

Suatu ketika Sayyidina Ali meminang putri abu jahal yang bernama ” jamilah”,
 Maka Sayyidah Fatimah mendengar hal tersebut, 

Lalu beliau mendatangi Rosululloh seraya mengatakan:  wahai Rosululloh kaummu menyangka Sesungguhnya engkau tidak akan marah kepada putrimu, dan Sesungguhnya Ali akan menikahi putrinya abu jahal, 
Maka Rosululloh berdiri seraya mengatakan : Sesungguhnya aku menikahkan putriku dengan Abul Ash bin Robi’ dan dia menepati janjinya padaku dengan tidak akan memadu putriku ( Zainab) dengan perempuan lainnya.
Bisa jadi ucapan Rosululloh adalah supaya mengingatkan Sayyidina Ali akan janji tersebut ,
Dan Sesungguhnya Fatimah adalah bagian dari diriku dan aku tidak senang jika ada yang mengganggunya (ngelakno) .
Demi Alloh ,tidak akan berkumpul putri Rosululloh dengan putri musuhnya Alloh pada satu orang laki-laki ( Sayyidina Ali).
Maka kemudian Sayyidina Ali pun membatalkan niatnya untuk menikahi putri abu jahal.
Dan itu semua termasuk kekhususan untuk Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam .
Dan kekhususan putri-putri Rosululloh adalah boleh dinikahi tapi tidak boleh dimadu.
Begitu juga kekhususan istri-istri Rosululloh ( Ummahatul Mukminin)  tidak dinikahi sepeninggal Rosululloh .

Menanggapi hadist diatas maka Al- Imam Abu Daud yang telah disebutkan oleh Imam Muhibbut Thobari  :
 Sesungguhnya Alloh Subhanahu wa ta’ala mengharamkan kepada Sayyidina Ali supaya tidak menikahi wanita lain selagi Sayyidah Fatimah masih hidup, 
Sebagaimana firman Alloh  :
(وما اتاكم الرسول فخذوه وما نهاكم عنه فانتهوا  ) الحشر : ٧ 
Kemudian Imam Abu Ali As Saaji dalam Syarh at Talkhis :

Haram hukumnya untuk memadu Putrinya Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam

 ( kitab Irsyadus Saari juz 8 hal 219)
Dan keterangan di atas tidak bertentangan dengan perintah Alloh yang memperbolehkan menikah lebih dari satu orang istri.

و الله يتولى الجميع برعايته 
Talkhis by ammi baihaqi

Gratis…!!! Kitab-Kitab Perayaan Maulid Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam

*💐🌹Kitab-ḳȋƭăƀ ƭềȵƭăȵǧ Pêråyåân ṃăūƚȋď ȵăƀȋ ﷺ 🌹🌺*
*Kitab-Kitab Klasik Tentang Maulid*
Monggo yang berkenan ngunduh 
مجموعة كتب مباركة بمناسبة المولد النبوي الشريف
1 الكوكب الأنور علي شرح الجوهر جعفر البرزنجي

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/01.rar

2 النعمة الكبرى في مولد سيد الأنام ابن حجر الهيتمي

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/02.rar

3 الهدي التام في موارد المولد النبوي وما اعتيد فيه من القيام محمد علي بن حسين المالكي

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/03.rar

4 بشائر الأخيار في مولد المختار صلى الله عليه و سلم محمد ماضي ابو العزائم

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/04.rar

5 تاريخ الاحتفال بالمولد النبوي حسن السندوبي

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/05.rar

6 البيان النبوي عن فضل الاحتفال بمولد النبي محمود الزين

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/06.rar

7 حسن المقصد في عمل المولد جلال الدين السيوطى

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/07.rar

8 خلاصة الكلام في الاحتفال بمولد خير الأنام عبد الله بن الشيخ أبو بكر بن سالم

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/08.rar

9 مولد النبي صلي الله عليه و سلم عبد الرحمن بن عبد المنعم الخياط

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/09.rar

10 مولد امة -أضواء علي خلق رسول الانسانيه خالد محمد القاضي

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/10.rar

11 المولد العثماني المسمى الأسرار الربانية محمد عثمان الميرغني

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/2001.rar

12 مظهر الكمالات فى مولد سيد الكائنات سلامه الراضي

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/2002.rar

13 السانحات الأحمدية والنفثات الروعية في مولد خير البرية محمد بن عبد الكبير الكتاني

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/2003.rar

14 النظم البديع في مولد الشفيع يوسف بن اسماعيل النبهاني

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/8872.rar

15 مولد المناوي عبد الرؤوف المناوي

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/8869.rar

16 القول الجلى فى الرد على منكر المولد النبوى أبو هاشم السيد الشريف

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/8871.rar

17 ابتغاء الوصول لحبّ الله بمدح الرسول ومشروعية قراءة المولد أبو محمد الويلتوري

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/11.rar

18 المولد البرزنجي بتحقيق بسام محمد بارود

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/12.rar

19 المولد النبوي بين المانعين و المجيزين عبد الله الحسني المكي الهاشمي

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/13.rar

20 نظم المولد البرزنجي زين العابدين بن محمد الهادي البرزنجي

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/14.rar

21 الحجج الدامغة والبراهين الساطعة في جواز الإحتفال بالمولد النبوي الشريف حامد أحمد بابكر

http://www.alkeltawia.net/Download/books/maoled/01.rar

22 سيرة خاتم النبيين صلى الله عليه وسلم أبو الحسن الندوي

http://www.alkeltawia.net/book/sera/3.rar

23 معجزات الرسول صلى الله عليه وسلم ودلائل صدق نبوته إبراهيم جلهوم وعبد السلام حماد

http://www.alkeltawia.net/book/sera/4.rar

24 حجة الله على العالمين في معجزات سيد المرسلين صلى الله عليه وسلم الشيخ يوسف النبهاني

http://www.alkeltawia.net/book/sera/2.rar

25 الرسول صلى الله عليه وسلم في قلوب أصحابه وليد العظمي

http://www.alkeltawia.net/book/sera/1.rar

26 فقه السيرة محمد سعيد رمضان البوطي

http://www.alkeltawia.com/books/sera/7.rar

27 أنموذج اللبيب في خصائص الحبيب جلال الدين السيوطي

http://www.alkeltawia.com/books/tareekh001.rar

28 السيرة النبوية أبو الحسن الندوي

http://www.alkeltawia.net/book/sera/3.rar

29 الأنوار المحمدية من المواهب اللدنية يوسف النبهاني

http://www.alkeltawia.com/books/sera/1.rar

30 السيرة النبوية – دروس و عبر – مصطفى السباعي

http://www.alkeltawia.com/books/sera/2.rar

31 الشفا بتعريف حقوق المصطفى القاضي عياض

http://www.alkeltawia.com/books/sera/3.rar

32 الشمائل المحمدية والخصائص المصطفوية محمد عيسى الترمذي

http://www.alkeltawia.com/books/sera/4.rar

33 الشمائل الشريفة جلال الدين السيوطي

http://www.alkeltawia.com/books/alhadeth/تاريخ الاحتفال بمولد النبي ﷺ ومظاهره في العالم
http://www.mediafire.com/file/2g0g5bbhq3w36z0
مجموعة

كتب في الاحتفال بالمولد النبوي الشريف

===========================

 

1-

المورد الهني في المولد السني

تأليف

الإمام الحافظ زين الدين الحسين بن عبدالرحيم العراقي (ت: 806هـ )

http://archive.org/download/Mawlid-ibn.jazari/almurd-alhni.pdf

 

***

2-

عرف التعريف بالمولد الشريف

للإمام

الحافظ المقرئ أبي الخير محمد بن محمد بن محمد ابن الجزري (ت: 833هـ)

http://archive.org/download/Mawlid-ibn.jazari/mawlid_ibnjazari.pdf

 

***

3-

النعمة الكبرى على العالم في مولد سيد ولد آدم

تأليف

الإمام العلامة أحمد ابن حجر الهيتمي

http://archive.org/download/Mawlid-ibn.jazari/annimah-alkobra.pdf

 

***

4-

حسن المقصد في عمل المولد

تأليف

الإمام الحافظ جلال الدين السيوطي

http://archive.org/download/Mawlid-ibn.jazari/kosn-almgsd.pdf

 

***

5-

مولد النبي صلي الله عليه و سلم

تأليف

العلامة عبد الرحمن بن عبد المنعم الخياط مفتي الصعيد في القرن الثاني عشر الهجري

http://archive.org/download/Mawlid-ibn.jazari/mawlid-annabi-llkyat.pdf

 

***

6-

الهدي التام في موارد المولد النبوي وما اعتيد فيه من القيام

تأليف

الشيخ العلامة محمد علي بن حسين بن إبراهيم المالكي المكي

http://archive.org/download/Mawlid-ibn.jazari/alhdy-attam.pdf

 

***

7-

البيان النبوي عن فضل الاحتفال بمولد النبي

تأليف

الشيخ محمود بن أحمد الزين

http://archive.org/download/Mawlid-ibn.jazari/albayan-annbawi.pdf

 

***

8-

خلاصة الكلام في الاحتفال بمولد خير الأنام

تأليف

السيد عبد الله بن الشيخ ابو بكر بن سالم

http://archive.org/download/Mawlid-ibn.jazari/klast-alklam.pdf

 

***

9-

بشائر الأخيار في مولد المختار صلى الله عليه وآله وسلم

تأليف

السيد محمد ماضي أبو العزائم

http://archive.org/download/Mawlid-ibn.jazari/bashir-alafrah.pdf

 

***

10-

اللآلي السنية في مشروعية مولد خير البرية

تأليف

العلامة عثمان بن الشيخ عمر بن الشيخ داود

http://archive.org/download/Mawlid-ibn.jazari/allale-assnih.pdf

 

***

11-

حول الاحتفال بذكرى المولد النبوي الشريف

للسيد

العلامة محمد بن علوي المالكي الحسني

http://archive.org/download/Mawlid-ibn.jazari/hol-alihtfal.pdf

 

***

12-

الحجج الدامغة والبراهين الساطعة في جواز الاحتفال بالمولد النبوي الشريف

تأليف

الشيخ حامد أحمد بابكر

http://archive.org/download/Mawlid-ibn.jazari/alhojj-addamiah.pdf

 

***

13-

الأدلة الشرعية في جواز الاحتفال بميلاد خير البرية

تأليف:

د. عز الدين حسين الشيخ

http://archive.org/download/Mawlid-ibn.jazari/aladilah-asshrayh.pdf

 

***

14-

ابتغاء الوصول لحبّ الله بمدح الرسول ومشروعية قراءة المولد

الشيخ

أبو محمد الويلتوري

http://archive.org/download/Mawlid-ibn.jazari/ibtga-alwsol.pdf

 

***

15-

مولد النبي صلى الله عليه وأله وسلم

للشيخ

الداعية الكبير محمد إلياس الرضوي الهندي

http://archive.org/download/Mawlid-ibn.jazari/mawlid-radwi.pdf

 

***

***
16- حكم الاحتفال

بالمولد النبوي بين المجيزين والمانعين
تأليف فضيلة

الـشيخ  عبدالفتاح قديش اليافعي حفظه الله
http://www.mediafire.com/download/d22l58gxdg25ku2
 
***
***
17- الإعلام بفتاوي

ائمة الاسلام حول مولده عليه الصلاة والسلام
جمع وترتيب: السيد

محمد بن علوي المالكي الحسني رحمه الله تعالى
http://www.archive.org/download/348789384/alialam-ftawi-aimah.pdf
 
***
***
18- الاحتفال بالمولد

النبوي بين المؤيدين والمعارضين مناقشات وردود
تأليف السيد أبي

الحسنين عبد الله الحسيني المكي الهاشمي
http://soo.gd/mold-alnabi
 
***
***
19- إقامة القيامة

على طاعن القيام لنبي تهامة (عربي وأردو)
المؤلف فضيلة الشيخ

العلامة أحمد رضا خان رحمه الله تعالى
http://archive.org/download/kiyam_almawlid/kiyam_almawlid.pdf
 
***
***
20- زاد الأبرار في

حقوق يوم مولد الرسول محمد المختار
المؤلف الإمَام  طَارقُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْسَّعْدِيُّ
إعداد: دار الجنيد
http://www.daroljunaid.com/ebooks/zadualabrar/Dj_Zadualabrar_Shz_Tarek_Alsaadi.pdf
 
 
 
الموسوعة اليوسفية في

بيان أدلة الصوفية
للشيخ العلامة يوسف

محمد خطَّار نفع الله به
رابط الموسوعة :
http://archive. org/download/raqaeeq/myousoufia.pdf

Berebut Sandal Guru

*​أقدم أستاذي على نفس والدي*

@

ولو نالني منه الجاه  والشرف
Siapa yang tidak kenal Khalifah besar Harun Ar Rasyid. Harun sangat serius mendidik calon penggantinya kelak. Apalagi kekuasaannya terbesar dan terkuat di muka bumi saat itu.
Al Amin dan Al Makmun. Mereka belajar dari banyak ahli ilmu. Di antaranya belajar kepada alim besar bernama Al Kisai.
Suatu hari Al Amin dan Al Makmun baru selesai belajar. Al Kisai pun berdiri dan berniat meninggalkan majlis.
Al Amin dan Al Makmun segera berlari menuju sandal Al Kisai dan berebut siapa yg menyiapkan sandal gurunya. Akhirnya mereka berdua sepakat bahwa Al Amin menyiapkan sebelah dan Al Makmun yg sebelah lagi.
Berita ini sampai ke Amirul Mu’mini Harun Ar Rasyid. 

Harun memanggil guru anak-anaknya Al Kisai.
Harun Ar Rasyid bertanya : “Siapakah orang paling mulia?”

Al Kisai : “Aku tdk melihat ada yg lebih mulia dari amirul mu’minin.”
Harun : “Justru orang paling mulia adalah orang yg ketika hendak pergi dari majlisnya, dua putra mahkota muslimin berebut utk menyiapkan sandalnya, sampai keduanya sepakat menyiapkan satu-satu.”
Mendengar itu Al Kisai menduga bahwa Khalifah marah. Dan segera meminta maaf.
Tapi ternyata Harun Ar Rasyid malah berkata :

“Kalau kamu hentikan kebiasaan mereka berdua itu, aku akan memarahimu. Karena hal itulah yg mengangkat derajat keduanya.”
(Allahu Akbar, itu khalifah besar menyikapi kedua anaknya yg kelak keduanya jadi khalifah besar.
Kini, tahukah kita kiamat pendidikan itu?

Kita ini…

Khalifah bukan…

Amirul Mu’minin bukan…

Menempatkan guru anak-anak kita, selayaknya karyawan yg kita gaji.
Kalau ini dilanjutkan… kita bukan bagian dari kebangkitan dan kebesaran.
Maafkan kami, wahai para guru…!!!
Selamat Hari Guru…