JASMERAH…!!!

Sejarah utk dikenang
*INILAH SEJARAH YANG TIDAK BOLEH DI LUPAKAN OLEH KITA SEMUA.*
*Tgl 31 Oktober;1948 :* Muso di Eksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH.Lukman dan Nyoto pergi ke Pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).
*Akhir November 1948 :* Seluruh Pimpinan PKI Muso berhasil di Bunuh atau di Tangkap, dan Seluruh Daerah yg semula di Kuasai PKI berhasil direbut, antara lain : Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lain’y.
*Tgl 19 Desember 1948 :* Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.
*Tahun 1949 :* PKI tetap Tidak Dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan Rekontruksi PKI dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.
*Awal Januari 1950 :* Pemerintah RI dgn disaksikan puluhan ribu masyarakat yg datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan Pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi Para Korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 Kerangka Mayat yg 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 Kerangka Mayat yg semua’y berhasil diidentifikasi. Para Korban berasal dari berbagai Kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.
*Tahun 1950 :* PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.
*Tgl 6 Agustus 1951 :* Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua Senjata Api yg ada.
Tahun 1951 : Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yg sepenuh’y mendukung Presiden Soekarno sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.
*Tahun 1955 :* PKI ikut Pemilu Pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.
*Tgl 8-11 September 1957 :* Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang–Sumatera Selatan Mengharamkan Ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua Mantel organisasi’y, tapi ditolak oleh Soekarno.
*Tahun 1958 :* Kedekatan Soekarno dgn PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan Pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI.
*Tgl 15 Februari 1958 :* Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi Mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun Pemberontak kan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.
*Tanggal 11 Juli 1958 :* DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.
*Bulan Agustus 1959 :* TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun Kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.
*Tahun 1960 :* Soekarno meluncurkan Slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yg didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dgn demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.
*Tgl 17 Agustus 1960 :* Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustus 1960 tentang “PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia)” dgn dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam Pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.
*Medio Tahun 1960 :* Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dgn keanggotaan mencapai 2 Juta orang.
*Bulan Maret 1962 :* PKI resmi masuk dalam Pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.
*Bulan April 1962 :* Kongres PKI.
Tahun 1963 : PKI Memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dgn Malaysia, dan mengusulkan dibentuk’y Angkatan Kelima yg terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara” melawan Malaysia.
*Tgl 10 Juli 1963 :* Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.
*Tahun 1963 :* Atas Desakan dan Tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH.Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH.Isa Anshari, KH.Mukhtar Ghazali, KH.EZ. Muttaqien, KH.Soleh Iskandar, KH.Ghazali Sahlan dan KH.Dalari Umar.
*Bulan Desember 1964 :* Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yg didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.
*Tgl 6 Januari 1965 :* Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1/KOTI/1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah Memfitnah PKI.
*Tgl 13 Januari 1965 :* Dua Sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) Menyerang dan Menyiksa Peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan Pelajar Wanita’y, dan jg merampas sejumlah Mushaf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injak’y.
Awal Tahun 1965 : PKI dgn 3 Juta Anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).
*Tgl 14 Mei 1965 :* Tiga Sayap Organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut Perkebunan Negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dgn Menangkap dan Menyiksa serta Membunuh Pelda Soedjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.
*Bulan Juli 1965 :* PKI menggelar Pelatihan Militer untuk 2000 anggota’y di Pangkalan Udara Halim dgn dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara”.
*Tgl 21 September 1965 :* Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.
*Tgl 30 September 1965 Pagi :* Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.
*Tgl 30 September 1965 Malam :* Terjadi Gerakan G30S/PKI atau disebut jg GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) : PKI Menculik dan Membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayat’y ke dalam sumur di LUBANG BUAYA Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT.Haryono, Letjen S.Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo. PKI jg menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yg sedang bertugas menjaga Rumah Kediaman Wakil PM Dr.J.Leimena yg bersebelahan dgn Rumah Jenderal AH.Nasution. PKI jg menembak Putri Bungsu Jenderal AH.Nasution yg baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yg berusaha menjadi Perisai Ayahanda’y dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhir’y wafat pd tanggal 6 Oktober 1965.

G30S/PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu : Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah Perwira ABRI (TNI/Polri) dari berbagai Angkatan, antara lain : Angkatan Darat : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief. Angkatan Laut : Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi. Angkatan Udara : Men/Pangau Laksda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono. Kepolisian : Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.
*Tgl 1 Oktober 1965 :* PKI di Yogyakarta jg Membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuk’y DEWAN REVOLUSI baru yg telah mengambil Alih Kekuasaan.
*Tgl 2 Oktober 1965 :* Letjen TNI Soeharto mengambil alih Kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dari PKI.
*Tgl 6 Oktober 1965 :* Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha Melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan Terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.
*Tgl 13 Oktober 1965 :* Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di Seluruh Jawa.
*Tgl 18 Oktober 1965 :* PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk Pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yg menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah Keracunan mereka di Bantai oleh PKI dan Jenazah’y dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa/Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yg dibantai, dan ad beberapa pemuda yg selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi Saksi Mata peristiwa. Peristiwa Tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.
*Tgl 19 Oktober 1965 :* Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.
*Tgl 11 November 1965 :* PNI dan PKI bentrok di Bali.
Tgl 22 November 1965 : DN Aidit ditangkap dan diadili serta di Hukum Mati.
Bulan Desember 1965 : Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.
*Tgl 11 Maret 1966 :* Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yg memberi wewenang penuh kepada Letjen TNI Soeharto untuk mengambil langkah Pengamanan Negara RI.

B

*Tgl 12 Maret 1966 :* Soeharto melarang secara resmi PKI. Bulan *April 1966 :* Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.
*Tgl 13 Februari 1966 :* Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan : ”Di Indonesia ini tdk ada partai yg Pengorbanan’y terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”
*Tgl 5 Juli 1966 :* Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS–RI Jenderal TNI AH.Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran Paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.
Bulan Desember 1966 : Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi Hukuman Mati pd tahun 1967.
Tahun 1967 : Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di wilayah terpencil di Blitar Selatan bersama Kaum Tani PKI.
*Bulan Maret 1968 :* Kaum Tani PKI di Blitar Selatan menyerang para Pemimpin dan Kader NU, sehingga 60 (enam puluh) Orang NU tewas dibunuh.
*Pertengahan 1968 :* TNI menyerang Blitar Selatan dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI. Dari tahun 1968 s/d 1998 Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasiya dilarang di Seluruh Indonesia dgn dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966. Dari tahun 1998 s/d 2015
*Pasca Reformasi 1998* Pimpinan dan Anggota PKI yg dibebaskan dari Penjara, beserta keluarga dan simpatisanya yg masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan Fakta Sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN Pejuang Kemerdekaan RI. Sejarah Kekejaman PKI yg sangat panjang, dan jgn biarkan mereka menambah lagi daftar kekejamanya di negeri tercinta ini..
Semoga Tuhan YME senantiasa melindungi kita semua
*BAGIKAN SEJARAH INI.* *JADIKAN PELAJARAN*

*BUAT GENERASI YG AKAN DATANG*

Hari Asyuro’ = Hari Berderma Keluarga

*ASYURO’ HARI  BERDERMA*

Asyura Sebagai Hari Santunan 

[Fatwa Al-Azhar Kairo Mesir]

Anjuran puasa Asyura dijelaskan dalam banyak hadits. Namun ada juga yang dianjurkan di hari tersebut untuk menambah nafkah kepada keluarga. Yaitu berdasarkan hadits:
ﻣَﻦْ ﻭَﺳَّﻊَ ﻋَﻠَﻰ ﻋِﻴَﺎﻟِﻪِ ﻓِﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﻋَﺎﺷُﻮْﺭَﺍﺀَ ﻭَﺳَّﻊَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻨَﺔَ ﻛُﻠَّﻬَﺎ ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﻄﺒﺮﺍﻧﻰ ﻭﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻰ ﻭﺃﺑﻮ ﺍﻟﺸﻴﺦ )

”Barangsiapa melapangkan belanja kepada keluarganya di hari Asyura’, maka Alloh melapangkan kepadanya selama setahun, keseluruhan” (HR Thobaroni, al-Baihaqi dan Abu Syaikh)
Hadis ini memang diperdebatkan keabsahannya oleh para pakar hadits. Namun Al-Hafidz Ibnu Hajar menambahkan riwayat berikut sebagai lanjutan hadits diatas:
ﻗَﺎﻝَ ﺟَﺎﺑِﺮٌ ﺟَﺮَّﺑْﻨَﺎﻩُ ﻓَﻮَﺟَﺪْﻧَﺎﻩُ ﻛَﺬَﻟِﻚَ ‏( ﻟﺴﺎﻥ ﺍﻟﻤﻴﺰﺍﻥ – ﺝ 2 / ﺹ 293)

”Jabir berkata: Kami mencobanya maka kami menemukannya seperti itu (diluaskan rezekinya)” (Lisan al-Mizan 2/293)
Dari hadits di atas, Mufti Al-Azhar, Mesir, memfatwakan anjuran bersedekah kepada fakir miskin:
ﻟﺌﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻨﺎﻙ ﺗﻮﺳﻌﺔ ﻓﻠﺘﻜﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻔﻘﺮﺍﺀ ﻛﺎﻟﺒﺮ ﻓﻰ ﺭﻣﻀﺎﻥ
Jika ada anjuran menambah nafkah, maka hendaklah diberikan kepada fakir miskin, seperti perbuatan baik di bulan Ramadhan
ﻭﺭﺃﻯ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻤﻔﻜﺮﻳﻦ ﺃﻥ ” ﺍﻟﻌﻴﺎﻝ ” ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭﻳﻦ ﻓﻰ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻫﻢ ﻋﻴﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻫﻢ ﺍﻟﻔﻘﺮﺍﺀ، ﻭﻫﻨﺎ ﺗﻈﻬﺮ ﺍﻟﺤﻜﻤﺔ ﻓﻰ ﺍﻟﺘﻮﺳﻌﺔ ﻣﻊ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ .
Sebagian ulama menilai bahwa kata ‘Keluarga’ dalam hadits adalah orang faqir miskin. Dengan demikian menjadi jelas hikmah mendermakan hartanya bersama melakukan ibadah puasa (Fatawa Al-Azhar 9/265)
Dengan demikian menjadikan 10 Asyura sebagai hari anak yatim dan faqir miskin untuk diberikan sedekah sudah benar, karena ada haditsnya, ada fatwanya dan kita mengamalkan. 
Dan tentunya berbuat baik dan sedekah kepada mereka tidak hanya di hari Asyura saja, namun setiap waktu.
*AMALAN 10 MUHARRAM (ASYURO)*
29 September 2017 (Jum’at malam Sabtu sekarang) & 30 September 2017 (Hari Sabtu)
Sumber kitab :
١. احياء علوم الدين

٢. الغنية

٣. كنز النجاح والسرور

٤. خزينة الأسرار

٥. تنبيه الغافلين

٦. ارشاد العباد

٧. اعانة الطالبين

٨. الفوائد المختارة

٩. مناهيج الامداد

١٠. نهاية الزين
Penulis :

*AMALAN PADA MALAM ASYURA*
Shalat 2 raka’at atau 100 raka’at, bacaan tiap raka’at setelah Fatihah Al-Ikhas 3x.
Niatnya:

“Aku niat shalat malam Asyura 2 raka’at sunnah karena Allah Ta’ala.”
Setelah shalat membaca Tasbih 70x, Shalawat 70x, Ayat Kursi 360x beserta Basmalah.
Fadilahnya:

> Akan diberi kenikmatan ketika matinya.

> Kehidupannya menjadi berkah.

> Diberi pahala ibadah penduduk 7 lapis langit.
*12 AMALAN PADA SIANG HARINYA*
1. Puasa

Fadilahnya:

> Diberi pahala 10 ribu ibadah Malaikat

> 10 ribu pahala orang yang mati syahid

> 10 ribu pahala ibadah haji dan umrah

> dihapus dosa setahun yang telah lampau

> diberi pahala puasa setahun

> dihapus dosa 60 tahun

> dan ditulis ibadah 60 tahun siangnya berpuasa malamnya beribadah.
Disunnahkan puasanya dari tanggal 9 – 10 atau 10 – 11

Karena orang Yahudi pun suka berpuasa di hari Asyuro.
2. Shalat 4 raka’at 1x salam. Bacaan tiap raka’at Al-Ikhlas 50x.
Shalatnya bisa digabungkan dengan shalat dhuha.
Niatnya:

“Aku niat shalat dhuha dan hari Asyura 4 raka’at sunat karena Allah Ta’ala.”
Fadilahnya:

Dihapus dosa 50 tahun yang telah lampau, 50 tahun yang kemudian dan dibangun di alam arwah seribu istana terbuat dari cahaya.
3. Silaturrahim.

Fadilahnya:

Panjang umur dan luas rezeki.
4. Mengunjungi alim ulama baik yang masih hidup atau sudah wafat.

Fadilahnya:

Diberi pahala ibadah 70 tahun.
5. Menengok orang sakit.

Fadilahnya:

Seakan-akan menengok seluruh keturunan Nabi Adam as.
6. Memkai sifat mata.

Fadilahnya:

Selama setahun dijaga dari penyakit mata.
7. Mengusap kepala anak yatim.

Fadilahnya:

Setiap 1 helai rambut 1 derajat di surga.
8. Bersedekah.

Fadilahnya:

> Sama dengan pahala sedekah setahun.

> Permohonannya dikabulkan.

> Bila memberi makan, maka seakan-akan ia telah memberi makan seluruh umat Nabi Muhammad hingga kenyang.

> Bila memberi minum, maka di hari kiamat tidak akan merasa haus selamanya dan seakan-akan ia tidak bermaksiat sekejap matapun.
9. Mandi.

Fadilahnya:

Selama setahun tidak akan sakit, kecuali sakit menjelang kematian.
10. Menggembirakan keluarga.

Fadilahnya:

> Allah akan memperluas rezekinya selama setahun penuh.
11. Memotong kuku.
Ada 5 kesucian (fitrah):

1. Mencukur bulu kemaluan.

2. Khitan.

3. Mencukur kumis.

4. Mencabut bulu ketiak.

5. Memotong kuku.
12. Membaca surat Al-Ikhlas 1000x.
Fadilahnya:

Ketika sakaratul maut akan diperlihatkan tempat duduknya di surga atau diperlihatkan kenikmatan-kenikmatan surga.
*Doa-doa yang dianjurkan ketika hari Asyura* 

diantaranya adalah :
*حَسْبِيَ الله وَ نِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْر*ُ
Disebutkan oleh beberapa ulama diantaranya al-Allamah Dairobi , Sayyid Muhammad al-Amirus, al-Allamah Syeikh Ajhuri:
Barang siapa yang membaca doa diatas sebanyak 70x pada hari Asyura dan kemudian dilanjutkan membaca doa di bawah ini :
*بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آِلهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ. سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَامَلْجَأَ وَلَامَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّا إِلَيْهِ. سُبْحَانَ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا أَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ كُلِّهَا بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَلَاحَوْلَا وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَهُوَ حَسْبِيْ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ، نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى نَبِيِّنَا خَيْرَ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ أَجْمَعِيْنَ*.
sebanyak 7x , maka Allah akan menjaganya dari kejelekan pada tahun itu, dan insyaAllah tidak akan meninggal di tahun itu. Adapun orang yang sudah dekat ajalnya tidak diberi taufik oleh Allah untuk membaca doa tersebut.
Disebutkan dalam kitab “Fathul Bari” : Beberapa kalimat barang siapa membacanya di hari Asyura maka hatinya tidak akan mati, yaitu :
*سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَي الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ ، وَاللهُ أَكْبَرُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّا إِلَيْهِ، سُبْحَانَ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا، اَلْحَمْدُ لِلهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا ، وَاللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا ، أَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ كُلِّهَا بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَلَاحَوْلَا وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ أَجْمَعِيْن*َ.
Dan juga dianjurkan untuk membaca doa ini :
*اَلَّلهُمَّ يَا مُفَرِّجَ كُلِّ كَرْبٍ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا مُفَرِّجَ ذِى النُّوْنِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَاجَامِعَ شَمْلِ يَعْقُوْبَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَاغَافِرَ ذَنْبِ دَاوُدَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَاكَاشِفَ ضُرِّ أَيُّوْبَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا سَامِعَ دَعْوَةَ مُوْسَى وَهَارُوْنَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا خَالِقَ رُوْحَ مُحَمَّدٍ حَبِيْبِكَ وَمُصْطَفَاكَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا رَحْمنَ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ لَا إِلهَ إِلَّا أَنْتَ وَاقْضِ حَاجَتِيْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَأَطِلْ عُمْرِيْ فِي طًاعَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ وَرِضَاكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَأَحْيِنِيْ حَيَاةً طَيِّبَةً، وَتَوَفَّنِيْ عَلَى الْإِسْلَامِ وَالْإِيْمَانِ، يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ*
والله اعلم بالصواب .

*التوسعة على العيال في يوم عاشوراء*
عن عبد الله عن النبي صلى الله عليه وآله وسلم قال: *من وسّع على عياله يوم عاشوراء لم يزل في سعة سائر سنته*

قال الهيثمي في مجمع الزوائد: رواه الطبراني في الأوسط.
وفي رواية أخرى *من وسع على عياله في يوم عاشوراء؛ وسع الله عليه السنة كلها.*

وفي رواية: *”سائر سنته”*،
وقال المناوي رحمه الله تعالى في فيض القدير: قال جابر الصحابي: جربناه فوجدناه صحيحاً، وقال ابن عيينة: جربناه خمسين أو ستين سنة .
وقد اتفقت المذاهب الأربعة على استحباب التوسعة على الأهل في يوم عاشوراء،
وقال ابن عابدين الحنفي في رد المحتار: نعم حديث التوسعة ثابت صحيح كما قال الحافظ السيوطي في الدرر .
وعبارة كشف الخفاء: 

قال في “الدرر” تبعا للزركشي: لا يثبت؛ إنما هو من كلام محمد ابن المنتشر.

أورده السيوطي في “التعقبات” بأنه: ثابت صحيح.

وأخرجه البيهقي في “الشعب” عن أبي سعيد الخدري وأبي هريرة وابن مسعود وجابر بأسانيد ضعيفة إذا ضم بعضها إلى بعض تقوت.

وقال الحافظ أبو الفضل العراقي في “أماليه”: حديث أبي هريرة، ورد من طرق صحح بعضها الحافظ أبو الفضل بن ناصر.

…إلخ] اهـ كشف الخفاء.

*📚سلسلة مايطلب في عاشوراء:*

2⃣ومن المطلوب في يومه: أن يفعل ما صحّ مما سيأتي من الخصال، وقد عدّها بعضهم عشر خصال، وعدّها بعضهم اثنتي عشرة خصلة، 

▫وهي: الصلاة والصوم، وصلة الرحم والصدقة، والاغتسال والاكتحال، وزيارة عالم وعيادة مريض، ومسح رأس اليتيم والتوسعة على العيال، وتقليم الأظافر وقراءة سورة الإخلاص (ألف مرة). 

▫ونظمها بعضهم فقال:

في يوم عاشوراء عشرٌ تتَّصل … … بِها اثنتان ولَها فضلٌ نُقِلْ

صُم صَلِّ زُر عالِمًا عُد واكتحِل … … رأسَ اليتيم امسحْ تصدَّقْ واغتَسل

وسِّع على العيال قَلِّم ظُفرًا … … وسُورةَ الإخلاص قُل ألْفًا تَصِلْ

▫ولم يصح فيها إلا حديث الصيام والتوسعة. وأما باقي الخصال العشر فمنها ما هو ضعيف، ومنها ما هو منكر موضوع، كما قال العلامة الأجهوري انظر النفحات للحمزاوي. وقد نظمت ذلك بقولي ليلحق بالثلاثة الأبيات المذكور، فقلتُ:

ولَم يرد من هَذِ غيرُ التوسعه … … والصومِ فاحفظه وكُنْ متَّبِعَهْ

📃ومن المطلوب في يومه أيضًا: أن يشغله بالتضرُّع والابتهال، سيما بالحسبلة والتسبيح الآتي لفظهما؛ فإن فيهما فائدة عظيمة، وعائدة فخيمة؛ فقد ذكر العلامة الديربي في فوائده، وسيدي محمد الأمير الصغير في رسالته في الفضائل العاشورية، نقلاً عن العلامة الأجهوري أن 📃من قال يوم عاشوراء: حسْبنَا الله ونعم الوكيل، نعم المولَى ونعم النصير (سبعين مرة) كفاه الله تعالى شرّ ذلك العام. 

📃وقال الأجهوري أيضًا: ذكر السيد المدعو غوث الله في كتاب الجواهر؛ أن من قال في يوم عاشوراء (سبعين مرة): حسبِيَ الله ونعم الوكيل، نعم المولى ونعم النصير. 

وقال فيه هذا الدعاء (سبع مرات) لم يمت تلك السنة، ومن دنا أجله لم يوفّق لقراءته، وهذا هو الدعاء:

*▫بسم الله الرحمن الرحيم.*

وصلّى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم. سبحان الله ملءَ الميزان ومُنتهى العلم، ومبلغَ الرِّضا وزنة العرش، لا مَلجأ ولا مَنجَا من الله إلا إليه. 

سبحانَ الله عددَ الشفع والوتر، وعدد كلماته التّامّات كلِّها، أسألك السلامة كلَّها برحمتك يا أرحم الراحمين، ولا حول ولا قوّة إلا بالله العليّ العظيم، وهو حسبي ونعم الوكيل، نعم المولى ونعم النصير، وصلّى الله تعالى على نبينا خير خلقه سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم أجمعين.

والله أعلم بالصواب
والله يتولى الجميع برعايته

Do’a Tahajjud Ke-2

Berikut ini hadits yang kami pilih sebagai dasar rujukan untuk doa setelah sholat tahajjud yang ke-2 di Ma’had ibnu Mas’ud (MiM) Tulungagung.
وبالسند المتصل إلى الإمام الترمذي رحمه الله تعالى ونفعنا بعلومه في الدارين آمين…

وبه إليه قال:

Keistimewaan Hari Asyuro’ (10 Muharrom)

Hari ‘Asyura berasal dari bahasa arab yang artinya hari ke sepuluh di bulan Muharram. Hari ini memiliki keistimewaan tersendiri di dalam islam. Nabi Muhammad saw. biasa berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya untuk melakukan hal serupa.
Keistimewaan Hari ‘Asyura (10 Muharram)
Dalam sebuah hadits kita dapat melihat bahwa ternyata tanggal 10 Muharram merupakan tanggal yang istimewa dalam sejarah kenabian.
“Tatkala Nabi shalallaahu ‘alaihi wassalam datang ke Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau shalallaahu ‘alaihi wassalam bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa alaihis salam berpuasa pada hari ini. Nabi shalallaahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi). Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya”. (HR. Al Bukhari)
Hari asyura’ merupakan hari bersejarah bagi umat islam, dimana bertepatan pada tanggal 10 Asyura’ ini terjadi beberapa peristiwa penting yang antara lain sebagai berikut :
Nabi Nuh AS. Umatnya yang ingkar, kufur dan syirik dihancurkan serta dibinasakan oleh Allah swt, dengan banjir topan selama enam bulan lamanya. Setelah banjir surut, kemudian Nabi Nuh as dan pengikut-pengikutnya berjumlah kurang lebih 80 orang turun dari kapal dengan aman serta selamat tepat pada tanggal 10 Muharram.
Nabi Ibrahim AS. keluar dengan selamat dari api unggun yang dinyalakan Raja Namrud untuk membakarnya, tepat pada tanggal 10 Muharram. Allah telah memerintahkan api unggun itu untuk menjadi dingin sehingga nabi Ibrahim tidak terluka sedikitpun. Allah berfirman
قُلْنَا يَا نَارُ كُونِى بَردًا وَسَلاَمًا عَلَى إِبْرَاهِيْمَ.
Kami telah berfirman, “Wahai api jadilah dingin dan selamat atas Ibrahim.” (QS: Al Anbiya 69).
Nabi Musa AS dan ummatnya mendapat kemenangan dan keselamatan dari Allah swt. dengan hancurnya Fir’aun beserta bala tentaranya yang ditenggelamkan Allah di lautan tepat pada 10 Muharram. Karena itu setiap 10 Muharram Nabi Musa berpuasa dengan menghaturkan syukur kepada Allah swt.
Nabi Adam AS, diampu serta diterima taubatnya setelah memakan buah khuldi, yang menyebabkan beliau dihukum oleh Allah SAW dan diturunkan ke dunia ini. Dengan kesalahan itu beliau bertaubat selama bertahun – tahun lamanya. Nabi Idris AS, diangakat menuju tempat yang tinggi (langit). Nabi Yusuf AS, dikeluarkan dari penjara. Nabi Ya’kub AS,dikembalikan / disembuhkan penyakit mata beliau. Nabi Ayyub AS, dibuka / diselamatkan dari mara bahaya. Nabi Yunus AS, dikeluarkan dari dalam perut ikan khut. Nabi Daud AS,diampuni segala dosa – dosanya. Nabi Sulaiman AS, diberikan kerajaan untuk enyambut kedatangan ratu Bilqis. Nabi Muhammad SAW, Di ampuni segala dosa baik yang telah lampau maupun yang belum dikerjakannya. Semua kejadian tersebut di yakini terjadi pada hari Asyura’ ini.
Selain itu, Hari pertama kali Allah menciptakan dunia ini, serta pertama kali diturunkannya hujan dari langit juga terjadi pada hari asyura’ ini. Hari dimana pertama kalinya rahmat Allah diturunkan ke dunia ini. Di hari asyura’ inilah Allah SWT menciptakan arys, lauhul mahfudz, al-qolam, menciptakan malaikat jibril AS, dan mengangkat nabi Isa AS ke langit, serta hari dimana akan terjadi qiyamat.
Beberapa Amaliyah Hari Asyura’
Beberapa amaliyah sunah yang penting dan perlu untuk dilakukan bertepatan dengan hari asyura’ ini ada 12 macam diantaranya :
1.      Berpuasa.
Puasa di hari asyura’ merupakan rutinitas para Nabi, dan barang siapa berpuasa di hari Asyura’ ini maka seolah-olah ia telah berpuasa selama satu tahun penuh. Dijelaskan juga bahwa berpuasa pada tanggal sembilan hukumnya juga sunnah. Tidak ada orang yang bisa melakukan puasa selama itu dan memang tidak boleh berpuasa yang bertepatan dengan 2 hari raya yskni idul fitri dan idul adha serta 3 hari tasyriq setelah idul adha.
Kebiasaan berpuasa di hari ‘Asyura ini sepertinya sudah dilakukan Nabi saw. sejak awal kenabian. Hal ini tersirat dari hadits berikut.
Dan dari Aisyah radhiallahu anha, ia mengisahkan,
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانَ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ
“Dahulu Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam memerintahkan untuk puasa di hari ‘Asyura. Dan ketika puasa Ramadhan diwajibkan, barangsiapa yang ingin (berpuasa di hari ‘Asyura) ia boleh berpuasa dan barangsiapa yang ingin (tidak berpuasa) ia boleh berbuka”. (HR. Al Bukhari No 1897)
Jadi, setelah diwajibkannya puasa Ramadhan, puasa Muharram di hari ‘Asyura menjadi sunnah hukumnya. Sebelumnya Rasulullaah saw. sangat menekankan agar kaum muslimin berpuasa di hari ke sepuluh bulan muharram itu.
Keutamaan puasa ini juga sangat besar sehingga Nabi saw. menekankan dalam haditsnya:
Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram,… [HR Muslim]
Dan tentang puasa ‘Asyura, pahalanya adalah pengampunan atas dosa setahun sebelumnya:
Dari Abu Qatadah radhiallahu anhu,
وَصَوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ إنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَنَة َالتِيْ قَبْلَهُ
“Dan puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisamenggugurkan dosa setahun yang lalu”. [Sunan Abu Dawud]
Waktu Pelaksanaan Puasa ‘Asyura
Puasa Muharram atau ‘Asyura sebagaimana tersirat pada arti kata ‘asyura adalah pada 10 Muharram. Namun ada satu riwayat hadits yang mengindikasikan bahwa Nabi saw. akan melaksanakan puasa ini pada tanggal 9 Muharram sebagai cara untuk tidak menyamai dengan orang-orang Yahudi dan Nashrani yang pada saat itu merayakan hari ‘asyura. Namun hal ini belum sempat dilakukan oleh Nabi saw. karena beliau telah wafat.
“Jikalau masih ada umurku tahun depan, aku akan berpuasa tanggal sembilan (Muharram)” [HR Muslim]
Dan dari Ibnu Abbas juga, Rasulullah SAW bersabda,

“Puasalah kalian pada tanggal sembilan dan sepuluh, bedakanlah dari orang-orang Yahudi.”

(HR. Muslim).
Sebagian besar ulama berpendapat bahwa pelaksanaan puasa yang paling selamat adalah tanggal 9 dan 10 Muharram. Tanggal 10 Muharram sebagai kebiasaan Nabi saw sebelumnya dan ditambah dengan puasa tanggal 9 (puasa Tasyu’a) sebagai pembeda dengan kebiasaan orang Yahudi dan Nashrani. Ada pula yang menambahinya pada hari setelah asy-syura’ yakni tanggal 11-nya seperti keterangan dalam kitab i’anah at-thalibiin.
 
2.   Sholat sunnah.
Sholat ini dilakukan sebanyak 4 roka’at, dengan membaca hamdalah 1 kali dan membaca qul huwalloohu ahad sebanyak 51 kali di setiap roka’atnya. “Barang siapa melakukan sholat seperti ini, maka akan diampuni dosa-dosa yang telah ia perbuat selama 50 tahun”. Belum tentu usia kita kelak mencapai 50 tahun, dan tak ada orang yang usianya melebihi 50 tahun yang tidak pernah melakukan satu dosa pun. Dan menurut kami dosa 50 tahun disini adalah dosa yang berhubungan dengan haq Allah SWT, bukan haq adami. Sebab haq adami akan diampuni setelah dimaafkan oleh orang yang kita dzalimi.
3.      Mempererat tali silaturrahim.
Kita dilarang memutuskan tali sillatur rahim, dan bahkan dalam suatu hadist disebutkan bahwa haram hukumnya mendiamkan sesama muslim melebihi 3 hari. Jika mungkin kita telah melanggar aturan ini, maka inilah saat yang tepat bagi kita untuk bertaubat dan memperbaiki tali sillatur rahim yang kita putuskan.
4.      Mengunjungi orang-orang alim.
Ziarah orang alim akan membuat kita tentram, baik orang alim yang masih hidup dengan sowan pada para kyai atau tokoh alim ulama’ maupun orang alim yang telah wafat dengan melakukan ziarah qubur.
5.      Menjenguk orang sakit.
“Barang siapa menjenguk orang sakit di hari asyura’ ini, maka ia telah menjenguk setiap orang sakit di dunia ini.” Sungguh sangat besar pahala orang yang mau menjenguk saudaranya yang sedang sakit. >>>>>kalo mau lebih banyak orang sakit, njenguknya ya di rumah sakit. Hahaha…..(just kidd)<<<<<
6.      Memakai celak
Celak adalah Alat yang bisa digunakan untuk membuat alis mata lebih hitam. Namun memakai celak seperti ini dihukumi haram oleh sebagian ulama’ hanafy, dan oleh pengarang kitab Jam’ut ta’aaliq dihukumi makruh sebab pada hari as-syura’ ini bertepatan dengan peristiwa Sahara Nainawa dimana Sayyidina husein beserta ahlu bait Rasulullah dibantai dan darah sayyidina husein digunakan sebagai “Celak” oleh Yazid dan puteranya. EYD-nya celak apa-an ya???? lupa saya…. @_@
7.    Mengusap dan berbuat kebaikan terhadap anak-anak yatim.
“Barang siapa melakukannya, maka seolah ia telah merawat setiap anak yatim di dunia ini.” Kebanyak santunan yatim piatu diselenggarakan di bulan muharram karena mengikuti hadist ini. “Kalo mengusap yach paling tidak memberi saku pada mereka buk…..” ^_^
8.      Memperbanyak sedekah.
“Barang siapa bersedekan dengan seteguk air kepada orang lain di hari asyura’ maka ia akan merasakan tegukan air di hari yang sangat menghauskan kelak (ketika hari qiyamat) dan ia tidak akan pernah merasakan haus selamanya setelah minum air tersebut kelak dan seolah – olah ia tidak pernah berbuat durhaka kepada Allah sekejap mata pun. Dan barang siapa bersedekah dengan sekali sedekahan, maka ia seolah selalu bersedekah kepada setiap pengemis yang meminta-minta padanya”. Sedang kita meyakini bahwa sedekah yang kita lakukan dapat menghindarkan kita dari berbagai macam bala’ (kesengsaraan).
9.      Mandi sunnah.
Sebagaimana mandi wajib yang dilakukan setelah seseorang junub (hadas besar). “Barang siapa mandi dan membersihkan diri di hari asyura’, maka ia tidak akan terkena penyakit apapun di tahun itu, kecuali sakitnya mati.” Sehat itu mahal.
10.  Memperluas rizqi kepada keluarga.
“Barang siapa memperluas rizqi dengan harta sendiri (kalau orang desa sering di ibaratkan dengan membuat menu makanan yang berbeda atau lebih baik dari hari-hari biasanya), maka akan diperluas rizqi orang tersebut selama 1 tahun yang akan dihadapinya”.
 
11.  Mengguntingi kuku.
12.  Menghidupkan malam hari asyura’ dengan memperbanyak dzikir dan membaca Q.S Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali.
“Barang siapa menghidupkan malam asyura’ dengan beribadah kepada Allah SWT, maka seolah-olah ia telah beribadah seperti ibadahnya para malaikat di langit”.
Imam al-ajhury mengatakan bahwa barang siapa mengucapkan doa : Hasbunalloh wa ni’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’man nashir (Cukup bagi kita Allah dzat pemberi nikmat, kemulyaan  dan pertolongan) sebanyak 70 kali di malam hari as-syura’ maka ia akan dihindarkan dari berbagai macam keburukan di tahun yang akan dihadapinya.
Dalam kitab fath al-barri disebutkan bahwa : ada beberapa kalimat do’a yang barang siapa mengucapkannya di hari asyura’ maka ia akan diselamatkan dari matinya hati. (mati hati lebih berbahaya di banding matinya jasad ini).
Do’a tersebut adalah :
سبحان الله ملء الميزان ومنتهى العلم ومبلغ الرضا وزنة العرش والحمد لله ملء الميزان ومنتهى العلم ومبلغ الرضا وزنة العرش والله أكبرملء الميزان ومنتهى العلم ومبلغ الرضا وزنة العرش لا ملجأ ولا منجى من الله إلا إليه سبحان الله عدد الشفع والوتر وعدد كلمات التامة كلها والحمد لله عدد الشفع والوتر وعدد كلمات التامة كلها والله أكبر عدد الشفع والوتر وعدد كلمات التامة كلها أسئلك السلامة برحمتك ياأرحم الراحمين ولاحول ولاقوة إلابالله العلي العظيم وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين والحمد لله رب العالمين
Kurang lebi artinya : kalimah Subhanallah (Mahasuci Allah) akan memenuhi mizan (timbangan amal), menjadi ilmu yang tinggi, menjadi pusat ridlo, menjadi penghias Arsy (Singgasana Allah).  kalimah Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) akan memenuhi mizan, menjadi ilmu yang tinggi, menjadi pusat ridlo, menjadi penghias Arsy. kalimah Allahu akbar (Allah Maha Besar) akan memenuhi mizan, menjadi ilmu yang tinggi, menjadi pusat ridlo, menjadi penghias Arsy. Tiada yang menyelamatkan dari murka Allah kecuali hanya Allah. Maha suci Allah pemberi syafa’at/pertolongan, sebanyak kalimat(tanda kekuasaan)-MU semuanya. Segala puji Bagi Allah pemberi syafa’at/pertolongan, sebanyak kalimat(tanda kekuasaan)-MU semuanya. Maha besar Engkau ya Allah pemberi syafa’at/pertolongan, sebanyak kalimat(tanda kekuasaan)-MU semuanya. Aku memohon keselamatan dengan rahmat-MU, wahai dzat yang paling berkasih sayang. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari-MU Allah yang maha tinggi dan maha Agung. Shalawat dan Salam semoga senantiasa Engkau curahkan ke haribaan junjungan Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya semuanya. Segala puji bagi Engkau yaa Allah Tuhan semesta Alam.
 
yang belum bisa membaca tulisan arab seperti diatas, baca nie : “Subhaanallohu mil ul miizaana wa muntahal ilmi wa mablaghor ridho wa zinatal arsy, walhamdulillahi mil ul miizaana wa muntahal ilmi wa mablaghor ridho wa zinatal arsy, walloohu akbaru mil ul miizaana wa muntahal ilmi wa mablaghor ridho wa zinatal arsy, laa malja a wa laa manjaa minalloohi illaa ilaihi. Subhaanallohu ‘adadas syaf’i wal watri wa ‘adada kalimaatillahit taammaati kullihaa, walhamdulillahi ‘adadas syaf’i wal watri wa ‘adada kalimaatillahit taammaati kullihaa,walloohu akbaru ‘adadas syaf’i wal watri wa ‘adada kalimaatillahit taammaati kullihaa. As alukas salaamata bi rohmatika yaa arhamar roohimiin. Wa laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adhiim. Wa shollalloohu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shohbihii ajma’iina. Walhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. Amin.