Ngaji Reboan ; Hadits ke-1 bab 44 Kitab Riyadlush Sholihin


باب

توقير العلماء والكبار وأهل الفضل

قال الله تعالى:

(… ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ)

[Surat Az-Zumar 9]

Bab. 44

Memuliakan Alim Ulama, Orang-orang Tua, Ahli Keutamaan Dan Mendahulukan Mereka Atas Lain-lainnya, Meninggikan Kedudukan Mereka Serta Menampakkan Martabat Mereka.
Alloh Ta’ala berfirman:
“…..Katakanlah – hai Muhammad, adakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui. Hanyasanya yang mengingat ialah orang-orang yang menggunakan fikirannya.” (az-Zumar: 9)
 
347. Dari Abu Mas’ud iaitu ‘Uqbah bin ‘Amr al-Badri al-Anshari r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Yang berhak menjadi imamnya sesuatu kaum – waktu shalat ialah yang terbaik bacaannya terhadap kitabullah – al-Quran. Jikalau semua jamaah di situ sama baiknya dalam membaca kitabullah, maka yang terpandai dalam as-Sunnah – Hadits  Jikalau semua sama pandainya dalam as-Sunnah, maka yang terdahulu hijrahnya. Jikalau dalam hijrahnya sama dahulunya, maka yang tertua usianya.
Janganlah seseorang itu menjadi imamnya seseorang yang lain dalam daerah kekuasaan orang lain itu dan jangan pula seseorang itu duduk dalam rumah orang lain itu di atas bantalnya- orang lain tadi, kecuali dengan izinnya – yang memiliki.” (Riwayat Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan oleh Imam Muslim: “Maka yang terdahulu masuknya Islam” sebagai ganti “yang tertua usianya.”
Dalam riwayat lain lagi disebutkan:
“Yang berhak menjadi imamnya sesuatu kaum – waktu shalat ialah yang terbaik bacaannya terhadap kitabullah – al-Quran, dan orang yang terdahulu pandai membacanya. Jikalau dalam pembacaan itu sama – dahulu dan pandainya, maka hendaklah yang menjadi imam itu seorang yang terdahulu hijrahnya. Jikalau dalam hijrahnya sama dahulunya, maka hendaknya menjadi imam seorang yang tertua usianya.”
Yang dimaksudkan “bisulthanihi” yaitu tempat kekuasaannya atau tempat yang ditentukan untuknya. “Takrimatihi” dengan fathahnya ta’ dan kasrahnya ra’ ialah sesuatu yang dikhususkan untuk diri sendiri, baik berupa bantal, hamparan, ataupun lain-lainnya.

باب توقير العلماء والكبار وأهل الفضل
قال الله تعالى:

(أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ)

[Surat Az-Zumar 9]
(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s