Perbedaan USHUL dan FURU’, Mana yang Suka Dibikin Rame?

Perbedaan ada yang tiap varian pendapat memiliki dalil atau dasar syariat, ada pula yang satu pendapat berdasarkan standar syariat sedangkan yang lain tidak demikian. 
Ulama ada yang menyebut jenis perbedaan pertama dengan istilah _ikhtilaf tanawwu’_ dan kedua dengan istilah _ikhtilaf tadhadh._ Ada pula yang mengistilahkan dengan ikhtilaf di bidang furu’ dan ushul. 
Secara eksplisit, perbedaan jenis pertama _(tanawwu’)_ lebih baik dari yang kedua _(tadhadh),_ karena orang atau pihak yang terlibat dalam perbedaan memiliki argumen atau dalil yang mendasari pendapatnya. 
Contoh perbedaan tanawwu’ atau furu’iyah adalah bacaan iftitah dalam shalat, takbir-takbir shalat ‘Id, qunut shalat Subuh, tawassul, keberadaan bid’ah hasanah, konsep tentang tradisi yang berkembang di tengah masyarakat, dan sebagainya. Senarai pendapat dalam aspek-aspek tersebut berdasarkan pada dalil dan argumentasi.
Namun di tengah masyarakat, antara ikhtilaf ushul dan furu’ itu, jenis perbedaan manakah yang sering dibikin rame? 
Sayangnya, di tengah internal umat Islam justru perbedaan jenis _tanawwu’_ atau _furu’iyah_ itulah yang banyak menyebabkan terjadinya permusuhan, perpecahan, dan kebencian.
Shadruddin Abul ‘Izz al-Dimasyqi al-Hanafi dalam _Syarh al-‘Aqidah al-Thahawiyyah_ menjelaskan:
*وَأَكْثَرُ الاِخْتِلاَفِ الذِي يَئُوْلُ إِلَى الأَهْوَاءِ بَيْنَ الأُمَّةِ – مِنَ القِسْمِ الأَوَّلِ، وَكَذَلِكَ إِلَى سَفْكِ الدِّمَاءِ وَاسْتِبَاحَةِ الأَمْوَالِ وَالعَدَاوَةِ وَالبَغْضَاءِ.*

 

_“Kebanyakan perbedaan yang memancing hawa nafsu di tengah umat adalah jenis pertama (tanawwu’ atau furu’iyah). Demikian pula – perbedaan tersebut – telah memancing pertumpahan darah, penghalalan harta benda, permusuhan, dan kebencian.”_
Mengapa bisa demikian? Ulama dari abad ke-8 Hijriyah itu menjelaskan beberapa penyebabnya sebagai berikut. 
*لِأَنَّ إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ لاَ تَعْتَرِفُ لِلأُخْرَى بِمَا مَعَهَا مِنَ الحَقِّ، وَلاَ تُنْصِفُهَا، بَلْ تَزِيْدُ عَلَى مَا مَعَ نَفْسِهَا مِنَ الحَقِّ زِيَادَاتٌ مِنَ البَاطِلِ، وَالأُخْرَى كَذَلِكَ. وَلِذَلِكَ جَعَلَ اللهُ مَصْدَرَهُ البَغّيَ فِي قَوْلِهِ {وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ} [البقرة: 213]. لِأَنَّ البَغْيَ مُجَاوَزَةُ الحَدِّ، وَذِكْرُ هَذَا فِي غَيْرِ مَوْضِعٍ مِنَ القُرْآنِ لِيَكُوْنَ عِبْرَةً لِهَذِهِ الأُمَّةِ.*
_“Penyebabnya adalah karena salah satu dari dua kelompok tidak mengakui kebenaran kelompok lain, tidak bersikap obyektif, bahkan selain mengklaim sebagai pihak yang benar, satu kelompok menambahinya dengan kebatilan-kebatilan. Kelompok kedua juga bersikap sama. Oleh karena itu, Allah menyebutkan bahwa penyebabnya adalah kedengkian. Allah berfirman (yang artinya): “Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri.” (QS. Al-Baqarah: 213). Kedengkian itu melampaui batas. Hal ini disebutkan lebih dari satu kali dalam al-Qur’an, agar menjadi pelajaran bagi umat ini._ _(Syarh al-Aqidah al-Thahawiyah,_ hal. 782)
Keterangan al-Dimasyqi itu sangat jelas dalam menganalisa mengapa perbedaan furu’iyah justru menyebabkan permusuhan dan perselisihan. 
Penyebab pertama adalah sikap tidak obyektif dan tidak mengakui bahwa kelompok lain juga memiliki argumentasi untuk amaliah dan pendapatnya. Kedua, karena kedengkian!
💫💫💫💫
*وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ*
_“… dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyanyang.”_ (QS. Al-Hasyr [59]: 10)

Wallohu al-Musta’an.
Faris Khoirul Anam 

(Aswaja NU Center Jawa Timur)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s