Adab… Adil & Beradab


KH Abdussomad Bukhori Ketua MUI Jawa Timur dalam sebuah sambutannya di acara istihlal (halal bihalal) kemarin, Beliau mengutip dari kitab (إرشاد الساري) karya Hadratusy Syeikh Hasyim Asy’ari qaddasallahu ruhahu:

التوحيد يوجب الإيمان

فمن لا إيمان له فلا توحيد له

والإيمان يوجب الشريعة

فمن لا شريعة له فلا إيمان له ولا توحيد

والشريعة توجب الأدب

فمن لا أدب له فلا شريعة له ولا إيمان ولا توحيد

Tauhid itu mewajibkan iman

Maka yang tidak punya iman, berarti tidak punya tauhid

Dan iman itu mewajibkan syariah

Maka yang tidak punya syariah, berarti tidak punya iman dan tidak punya tauhid

Lalu syariah itu mewajibkan adab

Maka yang tidak punya adab, berarti tidak punya syariah, tidak punya iman dan tidak punya tauhid.
Maa syaa Alloh, Adab itu penentu kebaikan seseorang.. 

ilmu setinggi langit, namun nggak punya adab kepada ortu, guru dll, sungguh ilmu nya tak manfaat..
Al adabu fauqo al ilmi (adab(etika) itu diatas ilmu), demikian kaidah ulama salaf..
Imam Ibnul Mubarak berkata:
تعلمت الأدب ثلاثين سنة، وتعلمت العلم عشرين سنة
“Aku belajar adab selama tiga puluh tahun, dan aku belajar ilmu selama dua puluh tahun.” 
Coba lihatlah para sahabat, yang rasa adabnya tinggi saling rendah hati, tidak merasa paling segalanya.

Karena itulah salafus shalih mengajarkan kepada kita betapa adab adalah tanda dalamnya ilmu dan tingginya wara’ seseorang dan tawadhu’ terhadap ilmu dan adab walaupun itu dimiliki olah orang yang usianya jauh lebih muda darinya.
عَنْ غُضَيْفِ بْنِ الْحَارِثِ أَنَّهُ مَرَّ بِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَقَالَ نِعْمَ الْفَتَى غُضَيْفٌ. فَلَقِيَهُ أَبُو ذَرٍّ فَقَالَ أَىْ أُخَىَّ اسْتَغْفِرْ لِى. قَالَ أَنْتَ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَنْتَ أَحَقُّ أَنْ تَسْتَغْفِرَ لِى. فَقَالَ إِنِّى سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ يَقُولُ نِعْمَ الْفَتَى غُضَيْفٌ. وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ ضَرَبَ بِالْحَقِّ عَلَى لِسَانِ عُمَرَ وَقَلْبِهِ ». قَالَ عَفَّانُ عَلَى لِسَانِ عُمَرَ يَقُولُ بِهِ
Dari Ghudhoif bin Al Harits Radhiyallohu ‘Anhu ia bercerita bahwa suatu hari ia lewat di depan Umar Bin Khattab Radhiyallohu ‘Anhu, lalu Umar berkata: “Sebaik-baik anak muda adalah Ghudhoif”. Ghudhoif melanjutkan ceritanya: “Setelah peristiwa itu aku berjumpa dengan Abu Dzar, beliau berkata kepadaku : “Wahai saudaraku mintakan ampun kepada Allah untukku”. 
Ghudhoif menjawab : “Engkau shahabat Rasul yang terpandang, engkau lah yang lebih pantas berdo’a dan memintakan ampun kpd Allah buatku”.
Abu Dzar menjawab : “Sungguh aku mendengar Umar berkata : “Sebaik-baik anak muda adalah Ghudhoif”, sedangkan Rasulullah Shollallohu ‘alaihi Wasallam : “Sesungguhnya Alloh meletakkan kebenaran pada lisan dan hati Umar” (HR. Ahmad dan Imam Hakim dalam Al Mustadrak dan beliau menyatakan hadits ini shahih atas persyaratan Bukhari dan Muslim, Muhtashor Tarikh Dimasyq juz 6 hal 247) 
Jadi… bolehlah anak kita tekun belajar ilmu matematika, IPA, Sosial atau ilmu agama… tp jangan lupa belajar khusus tentang bab Adab;
Diriwayatkan dari Musa bin Nushair, beliau berkata: “Aku mendengar Isa bin Hammad menasehati para pelajar ilmu hadits:
تعلموا الحلم قبل العلم
“Pelajarilah kelembutan hati dan kerandahan jiwa sebelum kalian belajar ilmu.” 
Wallohu alam..

Ayo Yasinan… KerrEEnn…!!!


Imam ibnu Katsir dawuh dalam kitab tafsir Al-Qur’an karya beliau dalam muqoddimah (pendahuluan) tafsir surat Yasin :

36. SURAT YASIN
تَفْسِيرُ سُورَةِ يس
Makkiyyah, Terdiri dari 83 ayat, kecuali ayat 45 Madaniyyah. Turun sesudah Surat Jin.
قَالَ أَبُو عِيسَى التِّرْمِذِيُّ: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ وَسُفْيَانُ بْنُ وَكِيع، حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الرُّؤاسي، عَنِ الْحَسَنِ بْنِ صَالِحٍ، عَنْ هَارُونَ أَبِي مُحَمَّدٍ، عَنْ مُقَاتِلِ بْنِ حَيَّانَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس. ومَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ”.
Abu Isa Imam Turmuzi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah dan Sufyan ibnu Waki’, telah menceritakan kepada kami Humaid ibnu Abdur Rahman Ar-Rawasi, dari Al-Hasan ibnu Saleh, dari Harun alias Abu Muhammad, dari Muqatil ibnu Hayyan, dari Qatadah, dari Anas r.a. yang mengatakan bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. pernah bersabda: Sesungguhnya segala sesuatu itu mempunyai Qalbu (inti) dan Qalbu Al-Qur’an adalah surat Yasin. Dan barang siapa membaca surat Yasin, maka Alloh mencatat baginya karena bacaan surat Yasin itu pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali.
Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadits ini gharib, kami tidak mengenalnya melainkan melalui hadis Humaid ibnu Abdur Rahman. Dan Harun alias Abu Muhammad adalah seorang syekh (guru) yang tidak dikenal. Dalam hal ini ada sebuah hadis yang diriwayatkan melalui Abu Bakar As-Siddiq, tetapi sanadnya tidak sahih karena daif (lemah). Diriwayatkan pula melalui Abu Hurairah r.a., tetapi masih diragukan kesahihannya.
Hadits Abu Bakar diriwayatkan oleh Al-Hakim At-Turmuzi di dalam kitabnya Nawadirul Usul, sedangkan hadis Abu Hurairah r.a. diriwayatkan oleh Abu Bakar Al-Bazzar. Ia mengatakan:
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْفَضْلِ، حَدَّثَنَا زَيْدُ -هُوَ ابْنُ الْحُبَابِ-حَدَّثَنَا حُميد -هُوَ الْمَكِّيُّ، مَوْلَى آلِ عَلْقَمَةَ-عَنْ عَطَاءٍ -هُوَ ابْنُ أَبِي رَبَاحٍ-عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس”.
Telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnul Fadl, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Habbab, telah menceritakan kepada kami Humaid Al-Makki maula keluarga Alqamah, dari Ata ibnu Abu Rabah, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam.. pernah bersabda: Sesungguhnya segala sesuatu itu mempunyai Qalbu (inti), dan Qalbu Al-Qur’an adalah surat Yasin
Kemudian Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, “Kami tidak mengenal ada seseorang yang meriwayatkannya selain Zaid ibnu Humaid.”
قَالَ الْحَافِظُ أَبُو يَعْلَى: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ أَبِي إِسْرَائِيلَ، حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ زِيَادٍ، عَنِ الْحَسَنِ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ قَرَأَ يس فِي لَيْلَةٍ أَصْبَحَ مَغْفُورًا لَهُ. وَمَنْ قَرَأَ: “حم” الَّتِي فِيهَا الدُّخَانُ أَصْبَحَ مَغْفُورًا لَهُ”
Al-Hafiz Abu Ya’la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Abu Israil, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Muhammad, dari Hisyam ibnu Ziad, dari Al-Hasan yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam.. pernah bersabda: “Barang siapa yang membaca surat Yasin di malam hari, Maka esok harinya ia diampuni. Dan barang siapa yang membaca Ha Mim yang di dalamnya disebutkan Dukhan (surat Ad-Dukhan) maka pada pagi harinya ia diampuni.
Sanad hadits ini Jayyid (baik).
قَالَ  ابْنُ حِبَّانَ فِي صَحِيحِهِ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ -مَوْلَى ثَقِيفٍ-حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ شُجَاعِ بْنِ الْوَلِيدِ السَّكُونِيُّ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ خَيْثَمة، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن جُحَادة، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ جُنْدَب بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ قَرَأَ يس فِي لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ، غُفِرَ لَهُ”.
Ibnu Hibban di dalam kitab sahihnya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq ibnu Ibrahim maula Saqif, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Syuja’ ibnul Walid As-Sukuni, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ziad ibnu Khaisamah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Jahadah, dari Al-Hasan, dari Jundub ibnu Abdullah r.a. yang mengatakan bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. pernah bersabda: “Barang siapa yang membaca surat Yasin di malam hari karena mengharapkan ridlo Alloh Ta’ala maka diberikan ampunan baginya (dari dosa-dosanya)”.
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَارِمٌ، حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ رَجُلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَار، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “الْبَقَرَةُ سِنام الْقُرْآنِ وذِرْوَته، نَزَلَ مَعَ كُلِّ آيَةٍ مِنْهَا ثَمَانُونَ مَلَكًا، وَاسْتُخْرِجَتْ {اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} [الْبَقَرَةِ: 255] مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ فَوُصِلَتْ بِهَا -أَوْ: فَوُصِلَتْ بِسُورَةِ الْبَقَرَةِ-وَيس قَلْبُ الْقُرْآنِ، لَا يَقْرَؤُهَا رَجُلٌ يُرِيدُ اللَّهَ والدار الآخرة، إلا غفر له، واقرؤوها عَلَى مَوْتَاكُمْ”.
Imam Amad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Arim, telah menceritakan kepada kami Mu’tamir, dari ayahnya, dari seorang lelaki, dari ayahnya, dari Ma’qal ibnu Yasar r.a. yang mengatakan bahwa sesungguhnya Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. pernah bersabda: “Al-Baqarah adalah punuk Al-Qur’an dan merupakan puncaknya, diturunkan bersamaan dengan tiap ayatnya sebanyak delapan puluh malaikat, dan ayat yang mengatakan, “Alloh tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya) ” (Al-Baqarah: 255) dikeluarkan dari bawah Arasy maka aku hubungkan atau aku gabungkan dengan surat Al-Baqarah ayat tersebut. Dan Yasin adalah Qalbu Al-Qur’an; tidak sekali-kali seseorang membacanya karena mengharapkan pahala Alloh dan hari kemudian, melainkan ia diberikan ampunan baginya, dan bacakanlah surat Yasin buat Orang-orang mati kalian.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Nasai di dalam kitab Al-‘Yaum wal Lailah melalui Muhammad ibnu Abdul A’la, dari Mu’tamir ibnu Sulaiman dengan sanad yang sama.
ثُمَّ قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَارِمٌ، حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ، عَنْ أَبِي عُثْمَانَ -وَلَيْسَ بِالنَّهْدِيِّ-عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَعْقِل بْنِ يَسَار قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “اقرؤوها عَلَى مَوْتَاكُمْ” -يَعْنِي: يس
Kemudian Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Arim, telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak, telah menceritakan kepada kami Sulaiman At-Taimi, dari Abu Usman, tetapi bukan An-Nahdi, dari ayahnya, dari Ma’qal ibnu Yasar r.a. yang mengatakan bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam.. pernah bersabda: “Bacakanlah ia untuk orang-orang mati kalian. Yakni surat Yasin tersebut”.
Imam Abu Dawud dan Imam Nasa’i di dalam kitab Al-Yaum wal-Lailah-nya —juga Imam Ibnu Majah— telah meriwayatkan­nya melalui hadits Abdulloh ibnul Mubarok dengan sanad yang sama, hanya di dalam riwayat Imam Nasa’i disebutkan dari Abu Usman dari Ma’qal ibnu Yasar r.a.
Mengingat banyaknya hadits-hadits yang membicarakan keutamaan surat Yasin ini, maka ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa di antara khasiat surat ini ialah tidak sekali-kali ia dibaca dalam suatu urusan yang sulit, melainkan Alloh akan memudahkannya. Dan seakan-akan surat Yasin yang dibacakan untuk orang yang sedang menghadapi ajalnya dimaksudkan untuk memohon agar rahmat dan berkah diturunkan baginya, dan dimaksudkan agar rohnya keluar dengan mudah; hanya Alloh-lah Yang Maha Mengetahui.
Imam Achmad Rohimahulloh mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Mughirah, telah menceritakan kepada kami Safwan yang mengatakan bahwa para syekh mengatakan, “Apabila surat Yasin dibacakan untuk orang yang sedang menjelang kematiannya, maka Alloh Ta’ala. memberikan keringanan baginya berkat surat Yasin ini.”
قَالَ الْبَزَّارُ: حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَكَمِ بْنِ أَبَانٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عِكْرِمَة، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَوَدِدْتُ أَنَّهَا فِي قَلْبِ كُلِّ إِنْسَانٍ مِنْ أُمَّتِي” -يعني: يس.
Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Salamah ibnu Syabib, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Hakim ibnu Aban, dari ayahnya, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. pernah bersabda: “Sungguh aku menginginkan bila surat Yasin berada di dalam Qalbu setiap orang dari umatku”.
Yakni surat Yasin (hendaknya) dihafal oleh setiap orang dari umat Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam.
والله أعلم
والله يتولى الجميع برعايته.
٢٧ شوال ١٤٣٨ هجرية

Jelang Sabtu Petang

 (Otw Villa 55 mBatu)
#njeruhBisBagong; 22 Juli 2017.

Wiridan Setelah Sholat Jum’at

*Membaca surat Al-Ikhlas dan muawidzatain dan alfatihah ; masing2 7x setelah Sholat Jum’at.*
ﺃﺧﺮﺝ ﺃﺑﻮ ﻋﺒﻴﺪ، ﻭﺍﺑﻦ ﺍﻟﻀﺮﻳﺲ، ﻓﻲ ﻓﻀﺎﺋﻞ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ، ﻋﻦ ﺃﺳﻤﺎﺀ ﺑﻨﺖ ﺃﺑﻲ ﺑﻜﺮ . ﻗﺎﻟﺖ : ” ﻣﻦ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ، ﺛﻢ ﻗﺮﺃ ﺑﻌﺪﻫﺎ : ﻗﻞ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺣﺪ، ﻭﺍﻟﻤﻌﻮﺫﺗﻴﻦ، ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ . ﺳﺒﻌﺎً، ﺳﺒﻌﺎً . ﺣُﻔﻆ ﻣﻦ ﻣﺠﻠﺴﻪ ﺫﻟﻚ ﺇﻟﻰ ﻣﺜﻠﻪ ” .
Abu Ubaid dan ibnud dhoris meriwayatkan dalam Fadhilah Al-Qur’an dari asma’ binti Abi Bakr beliau berkata : “barangsiapa yang sholat Jum’at kemudian membaca setelahnya : “qul huwallahu Ahad (Al-Ikhlas) dan muawidzatain (alfalaq dan Annas) dan alhamdu (Fatihah) sebanyak 7 kali maka akan dijaga dari majelisnya itu sampai majelis yang semisalnya” (maksudnya sampai Jum’at yang akan datang).
ﻭﺃﺧﺮﺝ ﺳﻌﻴﺪ ﺑﻦ ﻣﻨﺼﻮﺭ، ﻋﻦ ﻣﻜﺤﻮﻝ . ﻗﺎﻝ : ” ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﻓﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ، ﻭﺍﻟﻤﻌﻮﺫﺗﻴﻦ، ﻭﻗﻞ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺣﺪ، ﺳﺒﻊ ﻣﺮﺍﺕ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ . ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﺘﻜﻠﻢ، ﻛﻔﺮ ﻋﻨﻪ ﻣﺎ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺠﻤﻌﺘﻴﻦ، ﻭﻛﺎﻥ ﻣﻌﺼﻮﻣﺎً ” .
Telah mengeluarkan Sa’id bin Mansur dari makhul berkata : barangsiapa yang membaca fatihatul kitab, muawidzatain dan qul huwallahu Ahad sebanyak 7 kali maka akan di hapuskan dosa antara dua Jum’at dan dijadikan terjaga dari dosa (Maksum).
ﻭﺃﺧﺮﺝ ﺣﻤﻴﺪ ﺑﻦ ﺯﻧﺠﻮﻳﻪ . ﻓﻲ ﻓﻀﺎﺋﻞ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ، ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﺷﻬﺎﺏ . ﻗﺎﻝ : ” ﻣﻦ ﻗﺮﺃ : ﻗﻞ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺣﺪ، ﻭﺍﻟﻤﻌﻮﺫﺗﻴﻦ . ﺑﻌﺪ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ، ﺣﻴﻦ ﻳﺴﻠّﻢ ﺍﻹﻣﺎﻡ، ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﺘﻜﻠﻢ . ﺳﺒﻌﺎً، ﺳﺒﻌﺎً، ﻛﺎﻥ ﻣﻀﻤﻮﻧﺎً ﻫﻮ، ﻭﻣﺎﻟﻪ، ﻭﻭﻟﺪﻩ، ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ” .
Humeid bin zanjawih mengeluarkan di dalam fadhailul a’mal dari Ibnu Syihab berkata : “Barangsiapa yang membaca qul huwallohu Ahad, dan muawidzatain setelah sholat Jum’at ketika imam selesai salam sebelum berbicara maka dia akan dijaga, berikut harta, dan anak nya dari Jum’at ke Jum’at nya lagi .

Doa Pamitan Pergi Haji

Untuk Saudara, sanak fimili serta teman yang pamitan mau bepergian untuk menunaikan tugas atau hajat  misalnya pergi haji maka disunnahkan untuk mendoakannya :

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد

سهل ويسر ما تعسر.

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَك وَأَمَانَتَك وَخَوَاتِيمَ عَمَلِك

وزودك الله التقوى وغفر ذنبك 

ويسر لك الله الخير حيثما كنت

Sugeng tindak, mugi sehat terus,  lancar, gampang saat ibadah & diterima slrh ibadah menjadi haji yg maqbul & mabrur. 

آمين.
Di antara riwayat haditsnya adalah:

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ يَحْيَى بْنِ إِسْمَاعِيلَ بْنِ جَرِيرٍ عَنْ قَزَعَةَ قَالَ

أَرْسَلَنِي ابْنُ عُمَرَ فِي حَاجَةٍ فَقَالَ تَعَالَ حَتَّى أُوَدِّعَكَ كَمَا وَدَّعَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَرْسَلَنِي فِي حَاجَةٍ لَهُ فَقَالَ أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ.

رواه أحمد ٥٩٢٣
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Umar bin Abdil Aziz dari Yahya bin Ismail bin Jarir dari Qaza’ah dia berkata; Pernah Ibnu Umar mengutusku untuk suatu hajat, ia berkata, “Kemari, saya akan mengucapkan doa perpisahan untukmu sebagaimana Rosululloh Shollallohu’alaihi wasallam pernah mengucapkan doa perpisahan untukku.” Ibnu Umar terus membaca, “ASTAUDI’ULLAHA DIINAK WA AMAANATAK WA KHOWAATIIMA ‘AMALIK (Saya meminta Alloh agar menjaga agamamu, amanahmu dan penutup/akhir amalanmu).” 
HR. Achmad no.5923

Dahsyatnya Istighfar

Berikut ini 17 lafadz-lafadz istighfar dalam Al-Qur’an:

(بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ)

17 lafadh/ayat istighfar dalam Al-Qur’an:
🕋 واغفر  ٤مرات
🕋 فاغفر  ٦مرات 
🕋 اغفر   ٧مرات

 ١. (… ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ)

[Surat Al-Baqaroh 286]
٢. (وَاغْفِرْ لِأَبِي ….َ)

[Surat Asy-Syu’aro 86]
٣. (رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ)

[Surat Al-Mumtahanah  5]
٤. (….َ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ)

[Surat At-Tahrim 8]
٥. (….رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ)

[Surat Aali-Imron 16]
٦. (رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ)

[Surat Aali-Imron 193]

٧. (…. ۖ أَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۖ وَأَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ)

[Surat Al-A’roof 155]

٨.  (….َ رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

[Surat Al-Mu’minun 109]

٩. (… رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ)

[Surat Al-Qoshosh 16]
١٠. (…  رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ)

[Surat Ghoofir 7]
١١. (…رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ)

[Surat Aali-Imroon 147]
١٢.  (… رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ)

[Surat Al-A’roof 151]
١٣. (رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ)

[Surat Ibroohim 41]
١٤. (… رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ)

[Surat Al-Mu’minuun 118]
١٥. (… رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ)

[Surat Shood 35]
١٦. (…. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ)

[Surat Al-Hasyer 10]
 ١٧. (رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا)

[Surat Nuh 28]