Kisah Abuya di balik Bait Yaa Arhamar-Roohimiin


يا أرحم الراحمين
🌿🌿 *Yaa Arhamar Roohimiin*
Adalah sahabat Zaid bin Haritsah menyewa seekor bagal (peranakan kuda dan keledai) dari seseorang untuk menempuh perjalanan menuju ke Thaif.
Orang tersebut mau menyewakan dengan ketentuan dia dapat melakukan transit di tempat manapun yang dia kehendaki. Lalu berjalanlah bagal tersebut hingga mengarah pada sebuah rumah kosong.
“Turunlah!!! ujar pemiliki bagal pada sang sahabat. Di dalam rumah sepi ternyata terdapat banyak mayat-mayat bergelimpangan dan tengkorak-tengkorak berserakan.
Tahulah sang sahabat bahwa orang yang menyewakan bagal merupkana seorang pembunuh kejam berdarah dingin. Sang sahabat pun kini menanti giliran untuk dibunuhnya.
Sang sahabat berujar, “Biarkan aku melakukan shalat 2 rakaat dulu. “Si pembunuh membalasnya angkuh, “Baik. Lakukanlah shalat sebelum aku membunuhmu, mereka sebelumnya pun juga pada shalat, tapi shalat mereka tidak memberikan manfaat sedikit pun.
Mereka tetap terbunuh. “Usai shalat, pembunuh menhampirinya. Saat itu, sang sahabat berucap dengan sepenuh hati, “ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ”. Tiba-tiba muncul suara, “Jangan bunuh dia!!!”
Si pembunuh terkejut. Ia keluar mencari sumber suara itu, tapi tidak mendapati apapun.
Kemudian dia kembali menghampiri sang sahabat untuk membunuhnya. Dan kembali sang sahabat mencuapkan kalimat munajatnya itu.
Pada kali ketiga, di saat sang pembunuh begitu yakin dapat melmpiaskan nafsu kejamnya, tiba-tiba muncul sosok penunggang kuda memegan sangkur, dengan ujung sangkur yang menyalakan api. 
Penunggang kuda itu menusuk si pembunuh dengan sangkur itu hingga tembus pada punggungnya. Matilah dia terkapar.
Pengunggang kuda (besar kemungkinan adalah jelmaan malaikat) kemudian menghampiri sang sahabat dan berkata,
“Saat engkau kali pertama mengucapkan ‘ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ’, aku masih berada di langit ketujuh.
Kali kedua engkau mengucapkannya, aku  berada di langit dunia dan kali ketiga engkau mengucapkannya aku sudah datang di depanmu” 

Disadur dari kitab Abwabul Faraj karya Abuya Assayyid Muchammad bin Alawy Al-Malik Al-Hasany.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s