Merayakan Tahun Baru Masehi

​🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Sejenak Pagi:

*MENGGANTI PERAYAAN THN BARU MASEHI DENGAN KEGIATAN KEISLAMAN*
Sebentar lagi malam tahun baru masehi datang, bukan gembira ya, justru waspada. Waspada dari tasyabbuh terhadap orang2 kafir, waspada terhadap pengekoran terhadap perbuatan yg buruk. 

Berikut ini adalah informasi berkaitan dengan perayaan tahun baru.
*Asal Perayaan Tahun Baru*
Perayaan tahun baru masehi memiliki sejarah panjang. Banyak di antara orang-orang yang ikut merayakan hari itu tidak mengetahui kapan pertama kali acara tersebut diadakan dan latar belakang mengapa hari itu dirayakan. Kegiatan ini merupakan pesta warisan dari masa lalu yang dahulu dirayakan oleh orang-orang Romawi. Mereka (orang-orang Romawi) mendedikasikan hari yang istimewa ini untuk seorang dewa yang bernama Janus, The God of Gates, Doors, and Beeginnings. Janus adalah seorang dewa yang memiliki dua wajah, satu wajah menatap ke depan dan satunya lagi menatap ke belakang, sebagai filosofi masa depan dan masa lalu, layaknya momen pergantian tahun. (G Capdeville “Les épithetes cultuels de Janus” inMélanges de l’école française de Rome (Antiquité), hal. 399-400)
Fakta ini menyimpulkan bahwa perayaan tahun baru sama sekali tidak berasal dari budaya kaum muslimin. Pesta tahun baru masehi, pertama kali dirayakan orang kafir, yang notabene masyarakat paganis Romawi.
Acara ini terus dirayakan oleh masyarakt modern dewasa ini, walaupun mereka tidak mengetahui spirit ibadah adalah latar belakang diadakannya acara ini. Mereka menyemarakkan hari ini dengan berbagai macam permainan, menikmati indahnya langit dengan semarak cahaya kembang api, dsb.
*Dalil2 Merayakan Tahun Baru :*
*1. Merayakan tahun baru Masehi sama juga telah mengakui adanya hari raya dalam Islam selain hari raya i’dul fihtri dan ‘idul adha :*
“Orang-orang Jahiliyah dahulu memiliki dua hari (hari Nairuz dan Mihrojan) di setiap tahun yang mereka senang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau mengatakan, ‘Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Alloh telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha.” 

*(HR. An Nasa-i no. 1556)*
2. *Ikut serta dalam perayaan tahun baru masehi sama juga perbuatan tasyabbuh (menyerupai perbuatannya) dengan orang2 kafir. Dimana merekalah yg telah memulai perayaan ini, dan kemudian diikuti oleh umat Islam.*
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” *(HR. Ahmad)*
*Dan kaum yg selalu akan diikuti oleh umat Islam adalah Yahudi dan Nasrani :*
Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasululloh, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” *(HR. Muslim)*
3. *Mengikuti hari raya mereka termasuk bentuk loyalitas dan menampakkan rasa cinta kepada mereka. Padahal Alloh.SWT melarang kita untuk menjadikan mereka sebagai kekasih (baca: memberikan loyalitas) dan menampakkan cinta kasih kepada mereka.* Alloh.SWT berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (rahasia), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu..” 

(QS. Al-Mumtahanan: 1)
*Mengganti Perayaan Tahun Baru Dengan Pengajian*
Psikologi manusia akan susah meninggalkan sesuatu yang dicintai dan digandrungi bertahun-tahun dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, perlu mencari dan membuat kegiatan atau disyariatkan dalam Islam untuk mengganti kegiatan malam tahun baru, misal dengan pengajian dllnya. Dengan syarat kegiatan itu bukan untuk merayakan tahun baru dan jika keimanan sudah kokoh maka jalanilah malam tahun baru sebagaimana malam-malam yang lain. 
_“Daripada kita merayakan tahun baru, tahun masehinya orang kafir, lebih baik kita buat acara yang Islami”_
Semoga menjadi lebih baik dan bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna.

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

Dr.Soeharjoepri ; Dosen ITS

:)❤👍

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s