Maulid Nabi dalam Tabir Para Wali

​~ KEUTAMAAN MAULID ~
ﻗﺎﻝ ﻣﻌﺮﻭﻑ اﻟﻜﺮﺧﻲ ﻗﺪﺱ اﻟﻠﻪ ﺳﺮﻩ: ﻣﻦ ﻫﻴﺄ ﻷﺟﻞ ﻗﺮاءﺓ ﻣﻮﻟﺪ اﻟﺮﺳﻮﻝ ﻃﻌﺎﻣﺎ، ﻭﺟﻤﻊ ﺇﺧﻮاﻧﺎ، ﻭﺃﻭﻗﺪ ﺳﺮاﺟﺎ، ﻭﻟﺒﺲ ﺟﺪﻳﺪا، ﻭﺗﻌﻄﺮ ﻭﺗﺠﻤﻞ ﺗﻌﻈﻴﻤﺎ ﻟﻤﻮﻟﺪﻩ ﺣﺸﺮﻩ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻣﻊ اﻟﻔﺮﻗﺔ اﻷﻭﻟﻰ ﻣﻦ اﻟﻨﺒﻴﻴﻦ، ﻭﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺃﻋﻠﻰ ﻋﻠﻴﻴﻦ. ﻭﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﻣﻮﻟﺪ اﻟﺮﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﺩﺭاﻫﻢ ﻣﺴﻜﻮﻛﺔ ﻓﻀﺔ ﻛﺎﻧﺖ ﺃﻭ ﺫﻫﺒﺎ ﻭﺧﻠﻂ ﺗﻠﻚ اﻟﺪﺭاﻫﻢ ﻣﻊ ﺩﺭاﻫﻢ ﺃﺧﺮ ﻭﻗﻌﺖ ﻓﻴﻬﺎ اﻟﺒﺮﻛﺔ ﻭﻻ ﻳﻔﺘﻘﺮ ﺻﺎﺣﺒﻬﺎ ﻭﻻ ﺗﻔﺮﻍ ﻳﺪﻩ ﺑﺒﺮﻛﺔ ﻣﻮﻟﺪ اﻟﺮﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ. 
syeh Ma’ruf al Karkhi wafat 200 H. berkata: barang siapa menyiapken makanan dlm pembacaan Maulid , mengumpulken kerabat / teman, menyalaken lampu, memakai pakaian baru dan wewangian serta membersihken diri. Semua d lakuken semata2 demi memuliaken hari kelahiran Rasululloh SAW . maka Alloh swt akan mengumpulkennya dg kelompok para Nabi yg utama dan dia berada d puncak derajat tertinggi pd hari kiamat.

siapa saja membaca maulid Nabi atas uang logam / kertas , lalu mencampurnya dg uangnya yg lain, maka akan mendapatken keberkahan. Pemiliknya tdk akan menjadi fakir dan tdk akan kehabisan uang dg berkah Maulid Nabi Muhammad SAW.
(ﻭﺣﻜﻲ) ﺃﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺯﻣﺎﻥ ﺃﻣﻴﺮ اﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻫﺎﺭﻭﻥ اﻟﺮﺷﻴﺪ ﺷﺎﺏ ﻓﻲ اﻟﺒﺼﺮﺓ ﻣﺴﺮﻑ ﻋﻠﻰ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﻛﺎﻥ ﺃﻫﻞ اﻟﺒﻠﺪ ﻳﻨﻈﺮﻭﻥ ﺇﻟﻴﻪ ﺑﻌﻴﻦ اﻟﺘﺤﻘﻴﺮ ﻷﺟﻞ ﺃﻓﻌﺎﻟﻪ اﻟﺨﺒﻴﺜﺔ، ﻏﻴﺮ ﺃﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﺇﺫا ﻗﺪﻡ ﺷﻬﺮ ﺭﺑﻴﻊ اﻷﻭﻝ ﻏﺴﻞ ﺛﻴﺎﺑﻪ ﻭﺗﻌﻄﺮ ﻭﺗﺠﻤﻞ ﻭﻋﻤﻞ ﻭﻟﻴﻤﺔ ﻭاﺳﺘﻘﺮﺃ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻮﻟﺪ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺩاﻡ ﻋﻠﻰ ﻫﺬا اﻟﺤﺎﻝ ﺯﻣﺎﻧﺎ ﻃﻮﻳﻼ، ﺛﻢ ﻟﻤﺎ ﻣﺎﺕ ﺳﻤﻊ ﺃﻫﻞ اﻟﺒﻠﺪ ﻫﺎﺗﻔﺎ ﻳﻘﻮﻝ: اﺣﻀﺮﻭا ﻳﺎ ﺃﻫﻞ اﻟﺒﺼﺮﺓ ﻭاﺷﻬﺪﻭا ﺟﻨﺎﺯﺓ ﻭﻟﻲ ﻣﻦ ﺃﻭﻟﻴﺎء اﻟﻠﻪ ﻓﺈﻧﻪ ﻋﺰﻳﺰ ﻋﻨﺪﻱ، ﻓﺤﻀﺮ ﺃﻫﻞ اﻟﺒﻠﺪ ﺟﻨﺎﺯﺗﻪ ﻭﺩﻓﻨﻮﻩ، ﻓﺮﺃﻭﻩ ﻓﻲ اﻟﻤﻨﺎﻡ ﻭﻫﻮ ﻳﺮﻓﻞ ﻓﻲ ﺣﻠﻞ ﺳﻨﺪﺱ ﻭاﺳﺘﺒﺮﻕ، ﻓﻘﻴﻞ ﻟﻪ ﺑﻢ ﻧﻠﺖ ﻫﺬﻩ اﻟﻔﻀﻴﻠﺔ؟ ﻗﺎﻝ ﺑﺘﻌﻈﻴﻢ ﻣﻮﻟﺪ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
d ceritaken pd zaman Khalifah Harun Al Rosyid ada seorang pemuda dr Basrah yg gemar foya2 dan berbuat dosa. sehingga penduduk setempat menganggap hina pemuda tsb. akan tetapi setiap kali datang bulan Rabiul Awal (Maulid) pemuda tsb mencuci bajunya , memakai wewangian , membersihken dirinya dan mengadaken walimah (jamuan makan) serta membaca Maulid Nabi SAW. dan hal tsb menjadi rutinitas sepanjang hidupnya.

dan ketika dia meninggal , masyarakat mendengar bisiken : 
wahai penduduk Basrah , datangilah jenazahnya salah satu wali Alloh , sesungguh dia mulia d sisinya. maka masyarakat datang berduyun2 menghadiri jenazah dan pemakaman pemuda tersebut.

dlm tidur , para penduduk bermimpi bahwa pemuda tersebut d agungken dg mengenaken pakaian sutera dan penduduk (yg bermimpi) bertanya : dg sebab apa kamu memperoleh keutamaan ini ?.
pemuda menjawab : karena telah mengagungken kelahiran Nabi Muhammad SAW.
ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻻﻣﺎﻡ ﺍﻟﻴﺎﻓﻌﻲ ﺍﻟﻴﻤﻨﻰ: ﻣﻦ ﺟﻤﻊ ﻟﻤﻮﻟﺪ ﺍﻟﻨﺒﻲ ‏(ﺹ ‏) ﺇﺧﻮﺍﻧﺎ ﻭﻫﻴﺄ ﻃﻌﺎﻣﺎ ﻭﺃﺧﻠﻰ ﻣﻜﺎﻧﺎ ﻭﻋﻤﻞ ﺇﺣﺴﺎﻧﺎ ﻭﺻﺎﺭ ﺳﺒﺒﺎ ﻟﻘﺮﺍﺀﺓ ﻣﻮﻟﺪ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ

ﺑﻌﺜﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻣﻊ ﺍﻟﺼﺪﻳﻘﻴﻦ ﻭﺍﻟﺸﻬﺪﺍﺀ ﻭﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﻭﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ

ﺟﻨﺎﺕ ﺍﻟﻨﻌﻴﻢ
syeh imam yafi’I al yamani berkata : barangsiapa Mengundang saudara2nya berkumpul untuk acara Maulid rosul SAW , menyiapken makanan , meluasken tempat2 , beramal

bagus dan menjadi penyelenggara pembacaan maulid rosululloh saw. maka d hari qiyamat Alloh swt

membangkitkennya bersama orang2 yg jujur , orang2 yg mati syahid , dan para sholihin dan mereka semua d surga Naim.
ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺴﺮﻱ ﺍﻟﺴﻘﻄﻲ : ﻣﻦ ﻗﺼﺪ ﻣﻮﺿﻌﺎ ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻴﻪ ﻣﻮﻟﺪ ﺍﻟﻨﺒﻲ ‏( ﺹ ‏)

ﻓﻘﺪ ﻗﺼﺪ ﺭﻭﺿﺔ ﻣﻦ ﺭﻳﺎﺽ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻻﻧﻪ ﻣﺎ ﻗﺼﺪ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻤﻮﺿﻊ ﺇﻻ ﻟﻤﺤﺒﺔ

ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ
syeh sariy as saqothi , guru dr syeh al Kurkhi berkata : barangsiapa menuju tempat d mana d sana d bacaken Maulid rosululloh saw , maka mereka bagaiken menuju taman2 surga ,

karna tdk ada tujuan menuju tempat tsb kecuali atas dasar cinta Rosululloh saw.
ianah  3  hal  415

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s