يا أيها الذين آمنوا….. ٣٨ “yaa ayyuhalladziina aamanuu yang ke-38

Yaa Ayyuhalladziina Aamanuu… yang ke-38

Surah Al-Maeda, Verse 90:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

O you who believe! intoxicants and games of chance and (sacrificing to) stones set up and (dividing by) arrows are only an uncleanness, the Shaitan’s work; shun it therefore that you may be successful.

حمدا لله تبارك وتعالى

ومصليا ومسلما على رسول الله.

اما بعد…

معاشر المسلمين حفظكم الله….

اتقوا الله في السر والعلن…

واعلموا أن الله يقول:

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ)

[Surat Al-Ma’idah 90]

“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya khomr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah Termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” Al-Ma’idah: 90

Membahas tentang khomr, tak lepas dari membahas kebiasaan orang2 Arab di masa Jahiliyah, dan beberapa tahun di masa Rosululloh. Yang dalam beberapa riwayat, menjelaskan tentang permohonan khusus Sayyidina Umar kepada Rosululloh untuk berdoa pada Alloh demi dilarangnya khomr. Yang kemudian turunlah ayat2 tentang khomr tersebut secara bertahap, mulai dari penjelasan tentang manfaat dan mudhorot yang dikandungnya, pelarangan sholat dalam keadaan mabuk, akibat dari meminumnya, hingga pelarangan secara umum untuk bahkan sekedar menyentuhnya.

Turunnya hukum tersebut, tiada lain dikarenakan adanya efek2 negatif yang ditimbulkan khomr tersebut dalam kehidupan manusia. Membuat manusia lupa dan tak sadarkan diri, hingga menjadikannya tidak lagi berpikiran sehat dan meninggalkan norma2 serta etika.

Sebagaimana sebuah riwayat Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab beliau, bahwa pada suatu hari Sayyidina Ali membawa 2 unta beliau untuk dijual beserta rumput alang2 yang diangkutnya, untuk digunakan sebagai biaya walimah beliau bersama Sayyidah Fathimah putri Rosulillah.

Kemudian, beliau tambatkan 2 unta tersebut di depan pintu seorang shohabat Anshor, di mana di dalamnya beliau melihat Sayyidina Hamzah tengah meminum khomr beserta kawan2nya yang lain. Hal itu terjadi sebelum adanya hukum pengharaman khomr. Yang kemudian terjadilah peristiwa yang sangat menyedihkan hati Sayyidina Ali. Di mana Sayyidina Hamzah kemudian keluar rumah dan menyembelih 2 unta Sayyidina Ali yang tertambat didepan rumah setelah mendengarkan syair dari seorang biduan di rumah tersebut.

Sayyidina Ali kemudian melaporkan kejadian tersebut pada Rosululloh yang kemudian bergerak langsung untuk menegor dan memarahi beliau. Namun apa yang terjadi sungguh di luar perkiraan. Bukannya sadar dengan apa yang dilakukan, Sayyidina Hamzah (yang masih mabuk saat itu) kemudian mengucapkan kata2 yang sangat tidak pantas pada Rosululloh. Yang kemudian membuat Rosululloh pergi meninggalkannya saat itu karena merasa percuma menegor seseoang yang tengah mabuk dan hilang kesadaran.

Itulah efek negatif dan bahayanya khomr. Sayyidina Hamzah yang sangat mengagungkan Rosululloh di manapun dan kapanpun, bisa bertindak di luar dugaan dan tidak sopan pada Rosululloh. Meski hal tersebut beliau lakukan di luar kesadaran beliau.

Terkait dengan hukum khomr dan yang dikandungnya, berupa alkohol, dll. Terdapat beberapa pendapat ulama yang membahas akan kenajisannya. Dalam sisi dzatnya kah, atau hanya dalam sisi maknanya saja. Sehingga memunculkan pendapat akan kebolehannya menggunakan alkohol untuk pengobatan, kebutuhan sehari, dsb. Dan muncul pula pendapat yang mengharamkannya dalam menggunakan alkohol tersebut dalam hal apapun, sebagaimana pendapat imam Syafi’i yang lebih sering mendahulukan kehati2an (Saddan Liddzariah).

Inilah yang menjadi dasar pemikiran Imam Madzhab kita, Imam Syafi’i. Akan pendapat2 beliau yang terkesan ketat, dan keras. Karena pada dasarnya, beliau ingin mengajak kita untuk berhati2 dalam segala larangan Alloh dan menjauhi hal tersebut sejauh2nya.

Mudah2an langkah kita selalu dijaga oleh Alloh dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan2Nya. Amiin…

-Taklim Pagi-

  1. Abi Muhammad Ihya’ Ulumiddin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s