ROMADLON BUAT ANAK

SILAHKAN KLIK ;
http://www.4shared.com/document/MuV2C_NS/NIAMPUNYA_TULISAN_Ramadhan_Bua.html?

Iklan

Ramadhan Buat si Kecil

Romadlon Buat si Kecil

Beberapa hari lagi, insya Alloh Ta’ala kita akan kedatangan tamu agung, tamu yang ditunggu-tunggu kaum muslimin
yang beriman. Tamu itu adalah bulan Romadlon. Di antara persiapan menyambut bulan mulia ini yang
perlu Anda cermati adalah bagaimana mempersiapkan anak-anak yang masih kecil dan baru akan belajar
puasa.

Mengantarkan anak untuk berpuasa dan memahami maknanya, sungguh bukan pekerjaan yang mudah.
Keberhasilan mengkondisikan anak, memerlukan persiapan sejak jauh hari. Berikut ini beberapa kiat yang
bisa dilakukan orang tua, untuk merancang pola pendidikan terbaik bagi putra-putrinya selama bulan
Romadlon.

A. 5 Hari Sebelum Romadlon: Mengenalkan Lewat Cerita

Stasiun TV biasanya getol mengiklankan acara-acara andalannya guna menyambut Romadlon, bahkan jauh
sebelum bulan Romadlon tiba, Anda pun harus memiliki cara khusus untuk mempersiapkan putra-putri
Anda. Caranya? Mudah saja, manfaatkan kebiasaan dongeng atau bercerita yang biasa Anda lakukan. Hanya
saja temanya adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bulan Romadlon.

Pilih cerita-cerita Islam yang menggambarkan suasana puasa dan keutamaan bagi yang menjalankannya. Bisa
juga cerita mengenai kisah-kisah menarik seputar Romadlon, baik mengenai sahabat atau Rasulullah yang
berjuang di bulan Romadlon. Atau Anda dapat mengarang sendiri cerita yang ada hubungannya dengan
tema tersebut, selain menceritakan pengalaman masa kecil Anda ketika menjalani ibadah puasa. Ini akan
lebih menarik minat anak, karena cerita tersebut lebih hidup dan Anda leluasa berimprovisasi.
Prolog Romadlon melalui cerita ini dapat dimulai seminggu sebelum datangnya bulan Romadlon.

Di antara waktu bercerita tersebut Anda dapat mengajak anak untuk membuat rencana kegiatan selama bulan Romadlon nanti, plus target yang ingin mereka capai. Kemukakan juga harapan apa yang Anda harapkan untuk
mereka lakukan.

Lewat cerita ini, suasana Romadlon sudah terbangun dalam alam pikiran anak. Sehingga ia akan mengharapkan
kedatangan bulan ini dengan penuh semangat dan antusias.

B. 3 Hari sebelum Romadlon: Membangun Suasana

Suasana rumah yang berubah juga akan mempengaruhi semangat anak. Misalnya dengan mengubah penataan
rumah, mempersiapkan ruang khusus untuk sholat berjamaah dan tadarus Al-Qur’an. Ajak anak-anak
menghiasi ruang tersebut dengan tulisan kaligrafi dan gambar islami.
Demikian pula untuk dekorasi rumah maupun kamar, bangun nuansa islami. Misalnya dengan mengubah
letak play station, tv ataupun buku dan majalah yang bersifat umum, berganti dengan buku-buku atau majalah
keislaman yang mudah dijangkau.

Kamar tidur anak dapat dihias dengan tulisan hadist, motto ataupun semboyan yang akan membangkitkan
semangat mereka jika nanti menahan lapar dan haus ketika puasa. Tempelkan juga target dan jadwal
kegiatan yang telah disusun bersama. Ibu sebaiknya mempersiapkan bintang-bintang yang siap ditempel
untuk setiap rencana yang berhasil dicapai anak. Kerjakan bersama anak agar ia termotivasi untuk mendapatkan
bintang sebanyak mungkin sampai akhir Romadlon.

Kebiasaan Ayah mengecat rumah menjelang lebaran, yang biasanya dilakukan pada saat puasa, dapat dimulai
justru sebelum Romadlon. Di samping membangun mood anggota keluarga, juga agar selama Romadlon
lebih banyak waktu yang dapat digunakan untuk kegiatan ibadah.

C. 2 Hari Sebelum Romadlon: Persiapan fisik

Ibu dapat mulai menyusun menu dengan gizi yang seimbang untuk anak yang puasa. Juga mulai melatih
pola makan dari 3 kali sehari menjadi 2 kali saja. Bila dilihat dari pola kebiasaan makan, berpuasa sebetulnya
hanya memindahkan jam, atau mengurangi satu kali waktu makan saja. Bila biasanya makan 3 kali sehari,
menjadi 2 kali, yaitu waktu sahur dan waktu berbuka puasa.
Penyusunan menu ini untuk menghindari terjadinya kekurangan zat gizi pada anak. Kecukupan gizi pada
anak akan terpenuhi apabila saat berbuka dan makan sahur mereka mengkonsumsi makanan yang beragam
dalam jumlah yang cukup.

D. 1 Hari Sebelum Romadlon: Sahur Yuk!!

Bila esok mulai berpuasa, berarti malam sebelumnya kita akan melaksanakan sholat taraweh dan sahur. Melatih
anak-anak untuk berpuasa dapat dimulai dengan belajar bangun malam untuk makan sahur bersama.
Untuk menarik minat anak, siapkan menu makanan kegemarannya dan buat suasana sahur menyenangkan
baginya sehingga tidak merasa berat bangun tengah malam. Biarkan anak makan di akhir waktu sahur. Awal
puasa, biarkan mereka coba dulu puasa hanya setengah hari. Ia akan berbuka pada tengah hari karena masih
latihan. Dengan cara latihan yang bertahap seperti itu, si anak tidak merasa berat lagi untuk melakukan
puasa.

E. Nilai Plus Puasa Bagi Anak

Banyak sekali nilai plus dari puasa termasuk untuk anak-anak. Nabi Muhammad SHOLLALLOHU’ALAIHIWASALLAM bersabda:
“Berpuasalah, niscaya kamu sehat.” Dari sisi kesehatan, ibadah puasa memberikan istirahat pada organ-organ
pencernaan tubuh, termasuk sistim enzim dan hormonal, yang kemudian akan bekerja kembali dengan lebih
sempurna.

Selain itu anak-anak yang mencoba untuk ikut berpuasa, sesungguhnya sedang dilatih untuk berdisiplin. Berdisiplin untuk bangun sahur pada malam hari, makan tepat waktu berbuka dan menahan nafsu. Termasuk
sebagai latihan untuk taat pada perintah agama.
Latihan ini bukan hanya pada menahan lapar saja, tetapi lebih penting pada esensi berpuasa itu sendiri.
Karenanya, bila memang belum waktunya anak puasa penuh, biarlah mereka berbuka di tengah hari. Bukankah
segala sesuatunya berlangsung bertahap? Termasuk dalam mendidik si kecil dalam hal puasa.

Pembiasaan puasa juga bisa mendidik anak-anak untuk jujur, misalnya mereka tetap berpuasa sekalipun
teman-temannya di sekolah tidak. Kalaupun karena tidak kuat menahan lapar atau godaan teman ia terpaksa
berbuka di luar rumah, anak juga bisa diajar untuk berterus-terang, bukan berbohong dan malu mengakui
kesalahannya.

Nah Ibu…, selamat menuntun putera-putrinya untuk ikut berpuasa selama bulan Romadlon Tahun 1432 H ini.

LULUS TASHIH DAN TAHSIN STANDART UMMI

“Saya tetapkan dan saya wajibkan bagi semua pondok cabang dan sekolah-sekolah dibawah naungan yayasan Al-Haromain untuk menggunakan metode Ummi”. dawuh Abi Ihya’ Ulumiddin bebarapa waktu lalu (26 juni 2011) di acara Multaqo Sanawi di Ma’had Al-Washoya ngoro Jombang. Dan Alhamdulillah…, 3 hari kemarin mulai hari Jum’at hingga hari Ahad tanggal 22-24 juli 2011 Santri-santri Ma’had ibnu Mas’ud (MiM) Tulungagung, mengikuti pelatihan, Tashih, Tahsin dan sertifikasi guru ngaji Al-Qur’an metode Ummi di musholla Toha atau sentra dakwah LPD “Daarussalam” Kampungndalem Tulungagung dengan hasil yang sangat memuaskan, LULUS.

Lulus adalah hasil penilaian Ustadz Badrus dan Ustadz Hafidz dari Malang sebagai Utusan resmi dari Tim Ummi Foundation setelah melalui proses tashih atau tes awal, kemudian pembinaan intensif dan terus menerus selama 2 hari dengan metode ummi dari jilid 1 hingga 6 ples materi tajwid dan Ghorib, dan setelah dilakukan tashih ulang / akhir kemudian dibacakanlah hasil tashih 40 peserta pelatihan yang sangat menerik tersebut. Diantaranya adalah santri-santri MiM, yaitu ananda:
1. M. Arif Hadianto
2. M. Thoyyibul Fikri
3. Ahmad Zainun hamidi
4. Ahmad Ardhini Zaahir
5. M. Haikal Ibrohim
6. Muhammad Adib
7. Nur Sholih
8. Muhammad Hafidz

"Allohu Akbar" tetap semangat ikut metode ummi
diklat ummi di t.agung juli 2011

Hanya ananda Muhammad Hafidz yang mendapat hasil Lulus “bersyarat”, selebihnya lulus murni. Maklum… ananda yang termasuk santri baru tahun 2011-2012 di MiM ini hanya ikut hari terakhir yaitu materi ghorib.

Mudah-mudahan dengan modal kelulusan ini para santri bisa lebih bersemangat untuk memasuki program tahfidz di MiM.

SANTRI BARU MIM TH.2011-2012

1. As-Sayyid Ali bin Zainal Abidin Al-Jufri
masuk kelas 3 SD islam Al-Azhaar. Ananda adalah keponakan dari As-Sayyid Nur Ridho bin baker As-Segaf salah seorang santri awal MiM.Tulungagung.

2. M.Arif Hadianto
Masuk kelas 1 SMA islam Al-Azhaar. Ananda termasuk Alumni MiM.Tulungagung yang “kembali” lagi setelah lulus dari SMP islam Al-Azhaar tahun 2010-2011, Setelah sabar mondok setahun di pondok modern (cabang gontor) Daarul Hikmah Tawangsari Tulungagung, santri yang biasa dipanggilmas ayi’ ini resmi jadi santri mim lagi.

3. M. Hafidz dari Kediri
4. M.Riza dari Trenggalek

DALIL DAN DASAR TAHLILAN

Dasar dan Dalil TAHLILAN atau DZIKIR BERSAMA atau JAMA’I
   
سورة النور ج18 س24 أية 36-37
              
36. Bertasbih[1041] kepada Allah di rumah-rumah (masjid-masjid) yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang,
[1041] Yang bertasbih ialah laki-laki yang tersebut pada ayat 37 berikut.

            •        
37. laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.

DALIL & DASAR DARI ASSUNNAH ATAU HADITS :
1. حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ تَعَالَى يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ. (رواه أبو داود 1243)
2. حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ الْهَمْدَانِيُّ وَاللَّفْظُ لِيَحْيَى قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي ح و حَدَّثَنَاه نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ قَالَا حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ وَفِي حَدِيثِ أَبِي أُسَامَةَ حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ صَخَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِ أَبِي مُعَاوِيَةَ غَيْرَ أَنَّ حَدِيثَ أَبِي أُسَامَةَ لَيْسَ فِيهِ ذِكْرُ التَّيْسِيرِ عَلَى الْمُعْسِرِ. (رواه مسلم 4867).
3. حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا حَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ أَبْطَأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ. (رواه ابن ماجه 221).
4. حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ أَخِيهِ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا قَعَدَ قَوْمٌ فِي مَسْجِدٍ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَمَنْ أَبْطَأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَكَذَا رَوَى غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَ هَذَا الْحَدِيثِ وَرَوَى أَسْبَاطُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ الْأَعْمَشِ قَالَ حُدِّثْتُ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ بَعْضَ هَذَا الْحَدِيثِ. (رواه الترمذي 2869)
5. حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ صَالِحٍ مَوْلَى التَّوْأَمَةِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللَّهَ فِيهِ وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى نَبِيِّهِمْ إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةً فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعْنَى قَوْلِهِ تِرَةً يَعْنِي حَسْرَةً وَنَدَامَةً و قَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْمَعْرِفَةِ بِالْعَرَبِيَّةِ التِّرَةُ هُوَ الثَّأْرُ. (رواه الترمذي 3302).
6. حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ الْبَزَّازُ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ زَكَرِيَّا عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ قَوْمٍ يَقُومُونَ مِنْ مَجْلِسٍ لَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ فِيهِ إِلَّا قَامُوا عَنْ مِثْلِ جِيفَةِ حِمَارٍ وَكَانَ لَهُمْ حَسْرَةً. (رواه أبو داود 4214)