TERJEMAH MANAQIB AS-SAYYIDAH KHODIJAH AL-KUBRO

MAKAM AS-SAYYIDAH KHODIJAH AL-KUBRO DI AL-MA'LA
MAKAM AS-SAYYIDAH KHODIJAH AL-KUBRO DI AL-MA'LA MAKKAH AL-MUKARROMAH

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Alloh yang telah memuliakan Alam Raya ini dengan diutusnya nabi termulia dan terhormatnya anak yang terlahir, itulah pemimpin kita dan baginda kita ; nabi Muhammad yang suci dan terpuji, Pemilik syafa’at yang teragung dan telaga yang terus menurus (air/manfaatnya). Sumber segala keutamaan. Mulia semua ibu-bapak sertaa nenek-moyangnya. Makhluq pilihan. Pemimpin manusia. Sinarnya terus berpindah pada rahim wanita yang mulia. Kelahirannya, Kehadirannya serta diutuskannya berasa  menyinari Alam raya.  Jadilah matahari terbit dengan sinar Hidayah dan Ma’rifat (ilmu Alloh).

Sholawat dan Salam semoga dan tetap terkirim pada Sang pemimpin dari para pemimpin. Orang yang paling sempurna Akhlaq dan sifatnya. Pemilik cahaya yang selalu terpancar. Yang punya kedudukan tinggi, jalan yang lurus, agama yang kuat, keturunan yang bersih dan keagungan yang hebat. (Sholawat dan Salam) semoga juga terkirim selalu pada keluarga, para istri, anak-cucu serta para pengikut agamanya, juga kepada (sayyidah) Khodijah yang beruntung menjadi pendampingnya dan menyaksikan hari diutusnya serta membantu dalam dakwahnya.

Ammaa Ba’du…

(Tulisan) ini adalah bak hembusan angin kenabian serta semerbak wangi ketuhanan, yang menuturkan sifat-sifat dan kebaikan istri-istri seorang nabi, rosul pilihan, serta kebaikan akhlaq yang diambil dari seorang insan pilihan, pemimpin makhluq awal dan akhir.

Saya mengumpulkan (tulisan) manaqib ini agar dapat mengharumkan majlis-majlis dan perkumpulan-perkumpulan di desa-desa maupun di kota-kota.  Saya pilihkan dari sumber-sumber berita dan kumpulan-kumpulan perkataan shohabat yang terimpan dalam siroh/ kisah sejarah perjalanan. Serta dari kumpulan cerita-cerita yang disetujiui oleh para imam ahli hadits (Al-HUFFAADH) dan ulama’ besar yang sangat berkompenten padabidangnya,  yaitu berupa perkataan yang terpuji. bukan dari hadits palsu apalagi dari hadits yang mardud (tertolak). Inilah permulaan syariat dalam tujuan agama dengan pertolongan Alloh yang Maha Raja dan yang disembah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s