Arom Juara 1 Tahfidz Juz Amma dan Pidato Bahasa Arab se-Kabupaten Tulungagung

Alhamdulillah

HAADZAA MIN FADHLI ROBBIY

Itulah ungkapan semua pihak yang menyaksikan pengumuman hasil Lomba dalam FASI ‘Festifal Anak Sholih Indonesia’ yang ke-8 kemarin, Sabtu-Ahad; 16-17 Oktober 2010 di pelataran Alun-alun dan Masjid Al-Munawwar Tulungagung. Termasuk ananda Ahmad Muhajir Fauzal’iz Abu Muharrom yang berhasil meraih juara 1 pada dua kategori lomba yang berbeda yaitu lomba tahfidz juz Amma dan lomba pidato bahasa Arab. Selain berhak membawa tropy Bupati Tulungagung, santri MiM angkatan ke-4 yang biasa dipanggil Arom ini mendapat amplop berisikan uang Rp.100 ribu rupiah.

Namun,  “Yang paling menggembirakan aku adalah hadiah dari ustadzku berupa Mushaf standart internasianal plus ada terjemah lafdhiyah juga Asbabun-Nuzulnya”. kata putra bapak Atho’ dari Surabaya ini. Yang mengagumkan lagi adalah narasi yang dibaca pada lomba pidato bahasa Arab adalah hasil karya Arom sendiri dan persiapannya hanya 1 jam saja sebelum istirahat malam. “Materi yang saya pilih adalah hasil belajar di pondok MiM tiap ba’da jamaah Shubuh yang selalu membaca surat Al-Mu’minun 1-10 dan saya gabung dengan pelajaran Ayatul Munasabat yang dibaca ba’da Dhuhur pada kultum bahasa arab”, kata Santri yang duduk di kelas 9 SMP Islam Al-Azhaar Tulungagung ini.

hadiah yang lumayan
dapat hadiah

Semoga menjadi motifasi bagi semua santri.

“Yang lebih terkesan lagi adalah motifasi dan wasiat ustadzku bahwa tujuan ikut lomba itu hanya untuk motifasi diri biar jadi orang yang pemberani, PEDE, tapi gak boleh sombong apalagi bangga, apalagi Riya’ , Na’udzubillah..”, pesan dan kesan santri mim yang piawai dalam tulis-munulis arab ini. “Bahkan ustadzku juga gak ridlo kepada saya dunia-akhirat bila saya ikut lomba seperti ini kalau ada Riya’ di hati saya”, tambahnya.

HADIAH PALING BERKESAN
HADIAH DARI USTADZKU, PALING BERKESAN
dapat 2 trophy
dapat 2 trophy

Yang menarik untuk diketahui pembaca adalah dalam persiapan lomba pidato bahasa arab ini Arom menulis narasinya sendiri 1 jam sebelum tidur malam sabtu tersebut. “Alhamdulillah saya dibimbing ustadzku dalam menyelaraskan materi yang saya pilih dengang tema yang diwajibkan panitia lomba yaitu Generasi Mendatang. Maka judul pidato saya adalah SYUBBAANUL YAUM, RIJAALUL GHOD ; SYUBBANUL QUR’ANIY WA RIJAALUL-QUR’ANIY”. jelas santri mim yang sedang menjalani tahap tahfidzul-qur’an ini.

saat tampil
ILLAA MAN-TAAB, TAMPIL DI HADAPAN 3 JURI

“Dalam lomba ini ternyata saya sedang diajari oleh ustadzku dalam ber-retorika, tata busana, tata panggung dan lain sebagainya”. cerita santri yang punya tugas khidmah nulis arab di pondok MiM ini.

SESAAT SEBELUM TAMPIL
POSE 'ILLAA MAN-TAAB" BERSAMA USTADZKU SESAAT SEBELUM TAMPIL

“Yang lebih hebat lagi sebetulnya adalah temanku, Faris. Dia tampil setelah saya. Hebatnya adalah dia punya waktu persiapan ikut lomba pidato bahasa arab ini hanya beberapa menit sebelum tampil di hadapan 3 dewan juri. Faris tampil sangat PEDE dengan suara yang sangat lantang. Namun sayang ada kalimat yang salah terucap, harusnya QOOLAN NABIYYU, diucapkan QOOLALLOHU TA’ALAA”. cerita santri MiM yang punya postur tubuh tinggi besar seperti bapaknya ini.

BERSAMA FARIS
BERSAMA FARIS
BERSAMA FARIS
BERSAMA FARIS
dapat hadiah
dapat hadiah di dunia & akhirat

 

NOMOR CANTIK
NOMOR CANTIK & NOMOR KEBERUNTUNGAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s