Ayatul Munasabat Bulan Dzul Qo’dah

Inilah salah satu Materi Tambahan yang harus dikuasai oleh santri MiM yaitu Ayatul Munasabat Bi Syahri Dzul Qo’dah : “Ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan bulan Dzul Qo’dah”. Misalnya; pertama, bahwa Dzul Qo’dah adalah di antara bulan yang dimuliakan Alloh Ta’ala atau biasa disebut dengan Asyhurul_Hurum.  

AYAT BULAN-BULAN MULIA
AYAT BULAN-BULAN MULIA ; DZUL QO'DAH

Kedua, bulan Dzul-Qo’dah ini juga termasuk dalam bulan-bulan haji, karenanya keutamaan bulan haji sudah diberikan kepada santri sejak bulan ke-10 dari bulan-bulan tahun Hijriyah ini. 

Ketiga, Bila para calon jamaah haji di bulan ini sudah mulai berangkat ke tanah suci, ke kota Nabi Muhammad ; Al-Madinah Al-Munawwaroh atau ke Mekkah, atau bahkan sudah melakukan umroh, maka santri-santri MiM-Tulungagung belajar dalil dari hadits Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzy hadits nomor 535 (berdasarkan urutan hadits dalam Software Hadits “Al-Mausu’ah” 9 riwayat /perowi hadits) dan tidak lupa para santri langsung praktek tiap pagi hari dalam amalan-amalan yang mendapatkan fadlilah sama seperti jamaah haji atau yang sedang melaksanakan ibadah umroh, yaitu dengan melakukan Sholat Isyroq.

Ayatul Munasabat bulan Dzul Qo'dah
Dalil & Praktek Sholat ISYROQDZUL QO'DAH TERMASUK BULAN HAJIKeempat, dari segi ilmu Taarikh (sejarah) para santri juga diperkenalkan bahwa dalam bulan Dzul Qo'dah yang biasa disebut orang jawa dengan sebutan bulan Selo ini, bukanlah bulan yang penuh dengan bencana (olo dalam bahasa jawa) tapi bulan penuh barokah, penuh dengan semangat untuk berbuat baik sebab ada larangan khusus (QS. At-Taubah 36) untuk berbuat dholim selama bulan-bulan mulia, termasuk pada bulan Dzul Qo'dah ini. Kepercayaan orang jawa tersebut sangat dipengaruhi oleh pemaknaan bulan Dzul Qo'dah yang diartikan dengan bulan Selo yang diterjemahkan dengan bulan seselane ala (baca olo = kejelekan). Padahal bulan selo itu ada kesalahan ucap bilah dikonotasikan dengan arti kata QO'DAH yang berasal dari kata QO'ADA yang artinya duduk, maka yang tepat adalah bulan sila (baca silo = duduk bersila, seperti kebiasaan orang saat berdzikir). Penjelasan tersebut (Dzul Qo'dah = Bulan Silo untuk memperbanyak dzikir. Bukan selo) adalah penjelasan dari romo yai ACHMAD MUCHAMMAD AL-CHAMMAD (Matta'ahullohu fi hayatihi) beliau adalah pemangku pondok pesantren Qomaruddin Sampurnan Bungah Gresik. Jadi diharapkan para santri MiM-Tulungagung disamping pinter berdalil dari Al-Qur'an juga mantab dari sisi Aqidah dan kepercayaan dalam menanggapi segala situasi dan keadaan termasuk segala opini atau kepercayaan yang banyak berkembang dan diyakini. Maka yang harus diyakini adalah bulan Dzul Qo'dah adalah termasuk bulan-bulan yang kita harus meningkatkan ibadah dan berdzikir kepada Alloh Ta'ala misalkan ini didasari oleh bahwa bulan Dzul Qo'dah adalah bulan napak tilas Nabi Musa (QS. Al-A'roof 142) sebagaimana yang disampaikan Abuya Assayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliky Al-Hasany dalam kitab Adz-Dzikroyaat wa Al-Munasabaat. Kitab inilah yang mengilhami mimtulungagung untuk membekali dan mewajibkan para santri dengan materi-materi ayat-ayat pilihan yang terangkum dalam materi AYATUL MUNASABAT, yang selalu dibaca setiap ba'da sholat jamaah dhuhur sebelum para santri latihan pidato, kultum baik dengan bahasa Arab, Inggris atau bahasa jawa kromo inggil.NAPAK TILAS NABI MUSA 'ALAIHIS-SALAM
ROMO YAI ACHMAD MUCHAMMAD ALCHAMMAD
ROMO KYAI RADEN ACHMAD MUCHAMMAD ALCHAMMAD
Iklan

Arom Juara 1 Tahfidz Juz Amma dan Pidato Bahasa Arab se-Kabupaten Tulungagung

Alhamdulillah

HAADZAA MIN FADHLI ROBBIY

Itulah ungkapan semua pihak yang menyaksikan pengumuman hasil Lomba dalam FASI ‘Festifal Anak Sholih Indonesia’ yang ke-8 kemarin, Sabtu-Ahad; 16-17 Oktober 2010 di pelataran Alun-alun dan Masjid Al-Munawwar Tulungagung. Termasuk ananda Ahmad Muhajir Fauzal’iz Abu Muharrom yang berhasil meraih juara 1 pada dua kategori lomba yang berbeda yaitu lomba tahfidz juz Amma dan lomba pidato bahasa Arab. Selain berhak membawa tropy Bupati Tulungagung, santri MiM angkatan ke-4 yang biasa dipanggil Arom ini mendapat amplop berisikan uang Rp.100 ribu rupiah.

Namun,  “Yang paling menggembirakan aku adalah hadiah dari ustadzku berupa Mushaf standart internasianal plus ada terjemah lafdhiyah juga Asbabun-Nuzulnya”. kata putra bapak Atho’ dari Surabaya ini. Yang mengagumkan lagi adalah narasi yang dibaca pada lomba pidato bahasa Arab adalah hasil karya Arom sendiri dan persiapannya hanya 1 jam saja sebelum istirahat malam. “Materi yang saya pilih adalah hasil belajar di pondok MiM tiap ba’da jamaah Shubuh yang selalu membaca surat Al-Mu’minun 1-10 dan saya gabung dengan pelajaran Ayatul Munasabat yang dibaca ba’da Dhuhur pada kultum bahasa arab”, kata Santri yang duduk di kelas 9 SMP Islam Al-Azhaar Tulungagung ini.

hadiah yang lumayan
dapat hadiah

Semoga menjadi motifasi bagi semua santri.

“Yang lebih terkesan lagi adalah motifasi dan wasiat ustadzku bahwa tujuan ikut lomba itu hanya untuk motifasi diri biar jadi orang yang pemberani, PEDE, tapi gak boleh sombong apalagi bangga, apalagi Riya’ , Na’udzubillah..”, pesan dan kesan santri mim yang piawai dalam tulis-munulis arab ini. “Bahkan ustadzku juga gak ridlo kepada saya dunia-akhirat bila saya ikut lomba seperti ini kalau ada Riya’ di hati saya”, tambahnya.

HADIAH PALING BERKESAN
HADIAH DARI USTADZKU, PALING BERKESAN
dapat 2 trophy
dapat 2 trophy

Yang menarik untuk diketahui pembaca adalah dalam persiapan lomba pidato bahasa arab ini Arom menulis narasinya sendiri 1 jam sebelum tidur malam sabtu tersebut. “Alhamdulillah saya dibimbing ustadzku dalam menyelaraskan materi yang saya pilih dengang tema yang diwajibkan panitia lomba yaitu Generasi Mendatang. Maka judul pidato saya adalah SYUBBAANUL YAUM, RIJAALUL GHOD ; SYUBBANUL QUR’ANIY WA RIJAALUL-QUR’ANIY”. jelas santri mim yang sedang menjalani tahap tahfidzul-qur’an ini.

saat tampil
ILLAA MAN-TAAB, TAMPIL DI HADAPAN 3 JURI

“Dalam lomba ini ternyata saya sedang diajari oleh ustadzku dalam ber-retorika, tata busana, tata panggung dan lain sebagainya”. cerita santri yang punya tugas khidmah nulis arab di pondok MiM ini.

SESAAT SEBELUM TAMPIL
POSE 'ILLAA MAN-TAAB" BERSAMA USTADZKU SESAAT SEBELUM TAMPIL

“Yang lebih hebat lagi sebetulnya adalah temanku, Faris. Dia tampil setelah saya. Hebatnya adalah dia punya waktu persiapan ikut lomba pidato bahasa arab ini hanya beberapa menit sebelum tampil di hadapan 3 dewan juri. Faris tampil sangat PEDE dengan suara yang sangat lantang. Namun sayang ada kalimat yang salah terucap, harusnya QOOLAN NABIYYU, diucapkan QOOLALLOHU TA’ALAA”. cerita santri MiM yang punya postur tubuh tinggi besar seperti bapaknya ini.

BERSAMA FARIS
BERSAMA FARIS
BERSAMA FARIS
BERSAMA FARIS
dapat hadiah
dapat hadiah di dunia & akhirat

 

NOMOR CANTIK
NOMOR CANTIK & NOMOR KEBERUNTUNGAN