Shilaturrohim & Qiyamullail di Kediri

di rumah thoriq sidqy

Hari sabtu sore, 24 oktober 2007, Jam 16.15 santri-santri MIMTULUNGAGUNG dengan diantar Bpk.Sarfan berangkat menuju rumah akhi Thoriq bin Imam Mawardi di depan makam umum jln. Urip Sumoharjo kota kediri.

Kegiatan ini merupakan kegiatan shilaturrohim & Qiyamullail antar santri ke-3 di tahun pelajaran 2007-2008. Sebelumnya dilaksanakan di rumah akhi sadid dan di rumah akhi Toyyibul Fikri masing-masing masih dalam kota Tulungagung. Maka bisa disebut kegiatan kali ini sebagai kegiatan Shilaturrohim Istimewa dan terjauh atau shilaturrohim antar kota dalam propinsi.

Selain acara ngaji rutinan, baca rotibul-haddad, sholawat simtud duror juga bisa berkesempatan sholat jamaah Shubuh di masjid Agung Alun-alun kota kediri yang super mewah. Meski yang ikut jamaah shubuh 12 orang laki-laki dan 3 jamaah ibu-ibu, santri-santri tetap semangat melaksanakan kegiatan ba’da shubuh. Apalagi setelah mendapat restu dari ta’mir sekaligus imam untuk melaksanakan setoran hafalan juz amma, santri tambah semangat.

bisa i’tikaf

Bahkan santri-santri bisa jalan-jalan dan olahraga pagi hari sebelum mengikuti pengajian rutin Ahad Pagi.

Selesai mandi dan futhur (sarapan/makan pagi) santri-santri melanjutkan shilaturrohim ke rumah seorang ulama’ muda bersahaja lagi “nyamar” namun tetap harismatik. Beliau lulusan Arrusyaifah di Makkah yaitu Ustadz Karim atau punya sapaan akrab ustadz Awing. Beliau di sebelah SPBU dekat rel kereta api jalan raya Kediri-Tulungagung.

Banyak ilmu dan faedah serta cerita indah yang diterima para santri saat jamuan makan bersama beliau. Bahkan santri-santri sangat tercengang ples kagum dengan truestory juga pengalaman pribadi beliau saat perjalanan pulang dari ibadah haji bersama Abuya Assayyid Muhammad bin Alawy AlMaliky Alhasany rohimahulloh ta’ala wa yu’iidu ‘alainaa min barokaatihi wa asroorihi fiddiini waddunyaa wal-aakhiroh.

“Harusnya, normalnya dan biasanya…. perjalanan pulang haji tersebut nyampe rumah paling cepat jam 7 malam, bahkan teman-teman rombongan tapi yang tidak satu mobil dengan abuya nyampe di rumah jam 9 malam. maklum waktu itu sangat ramai dan jelas macet karena musin haji. lha ndilalah… kita nyampe di rumah masih jam 2 siang… subhaanalloh…”. cerita ustadz Awing dengan semangat.

Akhirnya thoriq bertanya; “Kenapa bisa secepat itu ustad…?”.

“Ya… Sebab waktu macet-macetnya perjalanan, saya lihat Abuya sedang berdo’a. seakan-akan abuya lagi bertemu dan bercakap-cakap dengan seseorang yang saya yakin ini wali bertemu wali. maka setelah selesai do’a tawassul itu… moro-moro wes nyampe di depan rumah atau ma’had ARRUSYAIFAH”. Ustad Awing merampungi ceritanya. Tapi santri-santri masih tetap ndelomong, tertegun-tegun…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s