DOA & RESTU ABI KE-2

DO’A & RESTU ABI KE-2Hari Senin Tanggal 7 Dzul Hijjah 1428 H atau 17 Desember 2007 M merupakan hari bersejarah bagi Ma’had Ibnu Mas’ud (MIM) Tulungagung. Sebelum menyampaikan materi Manasik Haji Tamattu’ di STAIN Aula Tulungagung Abi Ihya’ Ulumiddin sengaja mampir ke Asrama “kontraan” MIMTulungagung. Tepat pukul 11.00 wib dengan mobil kijang biru yang disopiri Abah Yai jipud (H.Mahfudz Muhaimin) Abi rawuh (datang) bersama Bunyai Mashlahah, Bu Am (khodimah beliau) dan seorang santriwati yang punya mbah di Boyolangu Tulungagung.

Setelah istirahat sejenak, Abi mengajak ke lokasi Tanah Wakaf yang segera dibangun Ma’had Ibnu Mas’ud yang permanen. Alhamdulillah, dalam kesempatan ini Abi kembali merestui serta mendoakan langsung di tanah wakaf yang pada tahun lalu beliu hanya berdoa saja, tapi kali ini beliau Sholat Jamaah Dhuhur dengan segenap dewan guru SD dan SMP Al-Azhaar Tulungagung. Kemudian beliau meneruskan dengan sholat Jama’ Qoshor Taqdim bersama Akhi Mahfudz Muhaimin. Setelah itu beliau mengajak para jamaah untuk membaca : SUBHAANAL BAA’ITSIL WAARITS 100x dilanjutkan dengan Dzikir Jama’i ples Sholawat Taisir 40x. Ini merupakan Do’a Restu Abi ke-2 buat Mimtulungagung.

Dalam do’a tersebut Abi memohon kepada Alloh Ta’ala agar Mimtulungaung bisa bermanfaat untuk semua ummat sebagai sarana penunjang persaudaraan ukhuwah islamiyah serta sebagai sarana tempat mbibiti generasi pecinta Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. Amin.

Setelah ramah tamah dan Ghoda’ Abi langsung menuju Aula STAIN Tulungagung guna menyampaikan materi Manasik Haji Tamattu’ yang diikuti oleh seluruh Santri Mimtulungagung dan semua ustadz dan ustadzah di lembaga pendidikan Al-Azhaar mulai dari jenjang Instalasi Gizi, Padu, TK, SD dan SMP juga para karyawan tetap maupun tidak tetap. Acara tahap I selesai sebelum melaksanakan sholat jamaah Ashar kemudian dilanjutkan praktek lapangan sebagai acara tahap II.

Dalam bimbingan manasik kali ini langsung mendapat tanggapan positif dari semua peserta. “WAh… sungguh sangat mudah yaa ibadah haji itu”. komentar pak Heru dari jenjang SD. Dalam pemaparan serta praktek manasik Abi menampilkan Slide2 dan film-film atau video yang sangat lengkap detail yang sangat membantu pemahaman peserta pada materi yang disampaikan Abi. Serta mendekatkan imajinasi peserta pada kondisi yang ada dan nyaris nyata.

Kondisi serta suasana heboh Pelatihan yang singkat, mudah tapi sangat mengena ini hingga terdengar oleh salah seorang ustadzah di Pujon Malang. Beliau bernama ustadzah Reni. Ustadzah yang ternyata kelahiran Tulungagung namun besar di Malang ini sengaja telpon siang-siang hanya untuk konfermasi ke Khuwaidimul Ma’had (pengasuh pesantren) ibnu Mas’ud Tulungagung tentang acara manasik tersebut. “Gimana kalau diadakan lagi bertempat di Malang?” pintanya. Maka dijawab : silahkan sowan ke Abi di Ma’had Nurul Haromain Pujon Malang atau hubungi telp. 0341 524152 atau 081 555 08181.

Iklan

Shilaturrohim & Qiyamullail di Kediri

di rumah thoriq sidqy

Hari sabtu sore, 24 oktober 2007, Jam 16.15 santri-santri MIMTULUNGAGUNG dengan diantar Bpk.Sarfan berangkat menuju rumah akhi Thoriq bin Imam Mawardi di depan makam umum jln. Urip Sumoharjo kota kediri.

Kegiatan ini merupakan kegiatan shilaturrohim & Qiyamullail antar santri ke-3 di tahun pelajaran 2007-2008. Sebelumnya dilaksanakan di rumah akhi sadid dan di rumah akhi Toyyibul Fikri masing-masing masih dalam kota Tulungagung. Maka bisa disebut kegiatan kali ini sebagai kegiatan Shilaturrohim Istimewa dan terjauh atau shilaturrohim antar kota dalam propinsi.

Selain acara ngaji rutinan, baca rotibul-haddad, sholawat simtud duror juga bisa berkesempatan sholat jamaah Shubuh di masjid Agung Alun-alun kota kediri yang super mewah. Meski yang ikut jamaah shubuh 12 orang laki-laki dan 3 jamaah ibu-ibu, santri-santri tetap semangat melaksanakan kegiatan ba’da shubuh. Apalagi setelah mendapat restu dari ta’mir sekaligus imam untuk melaksanakan setoran hafalan juz amma, santri tambah semangat.

bisa i’tikaf

Bahkan santri-santri bisa jalan-jalan dan olahraga pagi hari sebelum mengikuti pengajian rutin Ahad Pagi.

Selesai mandi dan futhur (sarapan/makan pagi) santri-santri melanjutkan shilaturrohim ke rumah seorang ulama’ muda bersahaja lagi “nyamar” namun tetap harismatik. Beliau lulusan Arrusyaifah di Makkah yaitu Ustadz Karim atau punya sapaan akrab ustadz Awing. Beliau di sebelah SPBU dekat rel kereta api jalan raya Kediri-Tulungagung.

Banyak ilmu dan faedah serta cerita indah yang diterima para santri saat jamuan makan bersama beliau. Bahkan santri-santri sangat tercengang ples kagum dengan truestory juga pengalaman pribadi beliau saat perjalanan pulang dari ibadah haji bersama Abuya Assayyid Muhammad bin Alawy AlMaliky Alhasany rohimahulloh ta’ala wa yu’iidu ‘alainaa min barokaatihi wa asroorihi fiddiini waddunyaa wal-aakhiroh.

“Harusnya, normalnya dan biasanya…. perjalanan pulang haji tersebut nyampe rumah paling cepat jam 7 malam, bahkan teman-teman rombongan tapi yang tidak satu mobil dengan abuya nyampe di rumah jam 9 malam. maklum waktu itu sangat ramai dan jelas macet karena musin haji. lha ndilalah… kita nyampe di rumah masih jam 2 siang… subhaanalloh…”. cerita ustadz Awing dengan semangat.

Akhirnya thoriq bertanya; “Kenapa bisa secepat itu ustad…?”.

“Ya… Sebab waktu macet-macetnya perjalanan, saya lihat Abuya sedang berdo’a. seakan-akan abuya lagi bertemu dan bercakap-cakap dengan seseorang yang saya yakin ini wali bertemu wali. maka setelah selesai do’a tawassul itu… moro-moro wes nyampe di depan rumah atau ma’had ARRUSYAIFAH”. Ustad Awing merampungi ceritanya. Tapi santri-santri masih tetap ndelomong, tertegun-tegun…