Oleh: mimtulungagung | Maret 11, 2012

RAHASIA “YA ARHAMAR ROHIMIN”


6.              

 

DARI KITAB ABWABUL  FAROJ KARYA : ABUYA SAYYID MUHAMMAD BIN ‘ALAWY AL-MALIKI

Pintu pelapang terbesar lainnya adalah membaca Ya Arhamar Rohimin, salah satu kalimat yang disebut-sebut sebagai al-Ism al-A’zham (nama Alloh yang paling agung).

     Di dalam kitab Al-Isti’ab fi ma’rifat al-Ashhab, Al-Hafidz Ibnu Abdul barr menceritakan sebuah riwayat-dengan sanad yang bersambung- dari Al-Laits bin Sa’ad, “Telah sampai padaku satu berita bahwa Zaid bin Al-Haritsah pernah hendak menyewa seekor bighal dari seseorang warga Tha’if. Namun orang itu mensyaratkan untuk membawanya ke suatu tempat yang dipilihnya. Ternyata orang itu membawanya ke bekas reruntuhan suatu bangunan. Orang itu berkata, ‘turunlah!’ dan zaid pun turun. Ternyata di tempat itu Zaid menemukan banyak sekali bekas-bekas korban pembunuhan. Maka, ketika orang itu hendak membunuhnya, Zaid berkata, ‘Biarkan aku mengerjakan shalat dua rakaat terlebih dahulu.’ Orang itu menjawab, ‘silakan. Dulu, mereka juga mengerjakan shalat, tapi nyatanya shalat sama sekali tidak berguna bagi mereka.’

     “ketika Zaid selesai shalat, lelaki itu segera menghampirinya untuk membunuhnya. Zaid segera berucap, ‘Ya Arhamar Rohimin.’ Tiba-tiba terdengar suara tanpa rupa: ‘Jangan kau bunuh dia!’ dan membuat lelaki itu ciut. Lelaki itu langsung mencari-cari sumber suara. Karena tidak menemukannya, ia kembali menghampiri Zaid. Zaid berucap lagi: ‘Ya Arhama Rohimin .’ peristiwa serupa terulang lagi,dan orang itu pun berusaha mencari-cari sumber suara, namun sia-sia. Hingga pada kali, setelah Zaid berucap: ‘Ya Arhamar Rohimin’, tiba-tiba muncul seorang prajurit menunggang kuda sambil memegang tombak besi dengan api di ujung tombak. Si Prajurit langsung menyerang lelaki itu dengan tombaknya hingga tembus sampai di punggung dan langsung tersungkur ke tanah, mati. Kemudian sang prajurit berkata kepada Zaid, ‘Ketika engkau berucap: Ya Arhamar Rohimin pada kali yang pertama, aku sedang berada di langit ke tujuh. Ketika engkau berucap: Ya Arhamar Rohimin pada kali yang kedua, aku telah berada di langit dunia, dan tatkala engkau mengucapkannyapada kali yang ketiga aku pun datang menghampirimu.’’’

     Berkaitan dengan kisah ini, ada seuntai bait yang sangat indah:

 

Zaid yang dicinta, menyewa dari seorang lelaki seekor tunggangan, keduanya mampir di suatu tempat

Tidak ada sesuatu pun di tempat itu selain tulang belulang korban pembunuhan

Yang pelakunya lelaki itu, dan ia hendak menyerangnya juga

Maka Zaid meminta pertolongan kepada Yang Maha Penyayang

Untuk menghadapinya, ternyata ia diselamatkan dari ancaman si terkutuk

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: