Oleh: mimtulungagung | Maret 13, 2011

Ziaroh Wali Limo

Dalam rangka penyampaian materi Aqidah, Syariah dan Sejarah, kemarin lusa hari Sabtu 12 Maret 2011 seluruh santri MiM (Ma’had ibnu Mas’ud) Tulungagung diajak “ziaroh wali limo”. Ini merupakan kegiatan ziaroh perdana di MiM. Ziaroh diawali dengan acara Shilaturrohim ke rumah tempat kelahiran pengasuh MiM di dusun Kebonsari desa Banjarsari kecamatan Manyar kabupaten Gresik yang saat ini ditempati oleh adik beliau yang bernama Ammi Bachus (nama lengkapnya Misbachus Salam).

santri2 MiM Tulungagung 1432 H di nDalem Ammi Bachus

Sebelum masuk kediaman Ammi Bachus, para santri diajak ziaroh ke Dlorih (sebutan lain dari makam/kuburan) Al-marhum Jaddy Muhammad Chamim bin Muhammad Farhan, selaku guru Al-Qur’an pertama pengasuh MiM saat ini.  Setelah selesai Khotmil-Qur’an para santri diajak dan dijelaskan tentang bab Tawassul & Ziaroh Qubur. Dan penekanan Aqidah bahwa ziaroh kubur itu bukan syirik, sebab para santri diajari cara berdo’a hanya kepada Alloh Ta’ala yang benar, diantaranya adalah  cara berdo’a dengan do’a tawassul yang benar. Bukan berdo’a / minta kepada penghuni kuburan, tetapi tetap kepada Alloh.

ziaroh wali limo 1432 H

Santri MiM Tulungagung Ziaroh Wali Limo ; Sabtu 7 Robi'uts Tsani 1432 H / 12 Maret 2011

Setelah ramah-tamah, ghoda’ dan sholat Dhuhur &Ashar dengan jama’ Qhoshor para santri dipandu ammi bachus menuju kampung halaman pertama mbah Sunan Maulana Malik Ibrohim di dusun Pesucinan desa Leran kecamatan Manyar. Di depan masjid pertama yang dibangun sunan malik ibrohim ini, para santri mendapat pelajaran sejarah perjuangan seorang da’i yang dlorihnya di kota Gresik ini.  Selanjutnya menuju dlorih siti Fathimah binti Maimun, makam islam tertua di Indonesia. Di dekat makam ini ternyata ada makam mbah yai Abu Na’im, beliau adalah  guru ngaji Al-Qur’an kedua pengasuh Mim saat ini.

Ziaroh selanjutnya ke dlorih mbah sunan Giri. Di dekat makam sunan yang punya nama asli ‘Ainul Yaqin ini, para santri diajak mampir ke dlorih mbah Dawud, kakek dari ibu pengasuh MiM saat ini. Ziaroh dilanjutkan ke dhorih mbah sunan Maulana Malik Ibrohim. setelah itu para santri diajak ke dhorih Wali Qutub Habib Abu Bakar yang letaknya tepat disebelah utara masjid jami’ Alun-alun kota Gresik ini.

santri MiM.Tulungagung di dlorih Siti Fathimah binti Maimun KuburPanjang Leran Manyar Gresik

Tepat sholat maghrib, rombongan santri MiM Tulungagung ini sampai di Masjid Ampel Surabaya. Di tengah guyuran hujan gerimis para santri tetap khusu’ munajat kepada Alloh Ta’ala dengan berdiri di sebelah barat dlorih mbah Sunan Ampel. Sebelum ziaroh ke makam mbah Sunan yang menjadi guru dari sunan Giri ini, para santri berkesempatan lagi praktek ngaji fiqih bab sholat Jama’ Qoshor dengan jama’ Taqdim. Sebelum sholat Isya’ dimulai sang imam rombongan mengingatkan para santri untuk menerapkan ayat “YAA BANII AADAMA KHUDZUU ZIINATAKUM ‘INDA KULLI MASJIDIN…” yang pernah disampaikan di ma’had yaitu dengan memakai pakaian putih dan memakai siwak sebelum sholat dimulai. Untung saja para santri sudah mempersiapkan jubah putih di tas yang dibawah ketua halaqohnya masing-masing. Siwaknya?

“Alhamdulillah… terima kasih ustadz… siwaknya”. kata Faris kepada imam sholat tersebut.  Ternyata sang imam sholat rombongan santri tersebut membagikan kayu siwak kepada seluruh santri yang ikut dalam rombongan ini.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: