Oleh: mimtulungagung | Oktober 22, 2010

Ayatul Munasabat Bulan Dzul Qo’dah

Inilah salah satu Materi Tambahan yang harus dikuasai oleh santri MiM yaitu Ayatul Munasabat Bi Syahri Dzul Qo’dah : “Ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan bulan Dzul Qo’dah”. Misalnya; pertama, bahwa Dzul Qo’dah adalah di antara bulan yang dimuliakan Alloh Ta’ala atau biasa disebut dengan Asyhurul_Hurum.  

AYAT BULAN-BULAN MULIA

AYAT BULAN-BULAN MULIA ; DZUL QO'DAH

Kedua, bulan Dzul-Qo’dah ini juga termasuk dalam bulan-bulan haji, karenanya keutamaan bulan haji sudah diberikan kepada santri sejak bulan ke-10 dari bulan-bulan tahun Hijriyah ini. 

Ketiga, Bila para calon jamaah haji di bulan ini sudah mulai berangkat ke tanah suci, ke kota Nabi Muhammad ; Al-Madinah Al-Munawwaroh atau ke Mekkah, atau bahkan sudah melakukan umroh, maka santri-santri MiM-Tulungagung belajar dalil dari hadits Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzy hadits nomor 535 (berdasarkan urutan hadits dalam Software Hadits “Al-Mausu’ah” 9 riwayat /perowi hadits) dan tidak lupa para santri langsung praktek tiap pagi hari dalam amalan-amalan yang mendapatkan fadlilah sama seperti jamaah haji atau yang sedang melaksanakan ibadah umroh, yaitu dengan melakukan Sholat Isyroq.

Ayatul Munasabat bulan Dzul Qo'dah

Dalil & Praktek Sholat ISYROQDZUL QO'DAH TERMASUK BULAN HAJIKeempat, dari segi ilmu Taarikh (sejarah) para santri juga diperkenalkan bahwa dalam bulan Dzul Qo'dah yang biasa disebut orang jawa dengan sebutan bulan Selo ini, bukanlah bulan yang penuh dengan bencana (olo dalam bahasa jawa) tapi bulan penuh barokah, penuh dengan semangat untuk berbuat baik sebab ada larangan khusus (QS. At-Taubah 36) untuk berbuat dholim selama bulan-bulan mulia, termasuk pada bulan Dzul Qo'dah ini. Kepercayaan orang jawa tersebut sangat dipengaruhi oleh pemaknaan bulan Dzul Qo'dah yang diartikan dengan bulan Selo yang diterjemahkan dengan bulan seselane ala (baca olo = kejelekan). Padahal bulan selo itu ada kesalahan ucap bilah dikonotasikan dengan arti kata QO'DAH yang berasal dari kata QO'ADA yang artinya duduk, maka yang tepat adalah bulan sila (baca silo = duduk bersila, seperti kebiasaan orang saat berdzikir). Penjelasan tersebut (Dzul Qo'dah = Bulan Silo untuk memperbanyak dzikir. Bukan selo) adalah penjelasan dari romo yai ACHMAD MUCHAMMAD AL-CHAMMAD (Matta'ahullohu fi hayatihi) beliau adalah pemangku pondok pesantren Qomaruddin Sampurnan Bungah Gresik. Jadi diharapkan para santri MiM-Tulungagung disamping pinter berdalil dari Al-Qur'an juga mantab dari sisi Aqidah dan kepercayaan dalam menanggapi segala situasi dan keadaan termasuk segala opini atau kepercayaan yang banyak berkembang dan diyakini. Maka yang harus diyakini adalah bulan Dzul Qo'dah adalah termasuk bulan-bulan yang kita harus meningkatkan ibadah dan berdzikir kepada Alloh Ta'ala misalkan ini didasari oleh bahwa bulan Dzul Qo'dah adalah bulan napak tilas Nabi Musa (QS. Al-A'roof 142) sebagaimana yang disampaikan Abuya Assayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliky Al-Hasany dalam kitab Adz-Dzikroyaat wa Al-Munasabaat. Kitab inilah yang mengilhami mimtulungagung untuk membekali dan mewajibkan para santri dengan materi-materi ayat-ayat pilihan yang terangkum dalam materi AYATUL MUNASABAT, yang selalu dibaca setiap ba'da sholat jamaah dhuhur sebelum para santri latihan pidato, kultum baik dengan bahasa Arab, Inggris atau bahasa jawa kromo inggil.NAPAK TILAS NABI MUSA 'ALAIHIS-SALAM

ROMO YAI ACHMAD MUCHAMMAD ALCHAMMAD

ROMO KYAI RADEN ACHMAD MUCHAMMAD ALCHAMMAD

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: