Oleh: mimtulungagung | April 29, 2007

PERHATIKAN LETAK HURUF HIJAIYYAH, urutan, nama & titiknya

MENGAJARKAN HURUF HIJAIYYAH ATAU MENULISNYA TERKADANG dan BAHKAN SERING DIJADIKAN tugas SAMPINGAN OLEH GURU/USTADZ/USTADZAH NGAJI ALQUR’AN kepada para santri baik di sekolah atau TPQ. TIDAK SEDIKIT PEKERJAAN MULIA PENUH RAHASIA INI (BACA SURAT ALQOLAM AYAT 1-3) HANYA DIGUNAKAN USAHA AGAR PARA “SANTRI KECIL” TIDAK RIBUT ATAU MENGGODA TEMANNYA. MAKA YANG TERJADI SELANJUTNYA ADALAH BEBAN DAN PUSING SI GURU MELIHAT HASIL TULISAN PARA SANTRI KECIL YANG ASAL NULIS atau ADA YANG MERASA REPOT “GAK BISA USTADZAH..”. BAHKAN AKHIRNYA TAMBAH RIBUT DAN MALAH BIKIN KALANGKABUT.
KALANGKABUT SI USTADZAH TADI BISA DIMINIMALKAN BILA TUGAS NULIS HURUF HIJAIYYAH DENGAN PETUNJUK SEBAGAI BERIKUT:
1. DIBERI CONTOH CARA MENULIS DENGAN BAIK DAN BENAR. VIDEO SISTEM BACA TULIS ALQUR’AN METODE ALJABARI BISA JADI RUJUKAN. DISITU DIBERIKAN CARA MENULIS per-HURUF HIJAIYYAH. SEBAB masih ada keterbatasan BILA SI GURU YANG MENCONTOHKAN, yaitu PANDANGAN SANTRI SEDIKIT TERHALANGI BADAN SI GURU SAAT SI GURU MENULIS.
2. PARA SANTRI MENGGUNAKAN PENSIL DAN BUKU KOTAK-KOTAK
3. GURU MEMBERIKAN CONTOH, ARAHAN DAN PETUNJUK TULISAN SEPERTI GAMBAR DI ATAS. MISALNYA; PARA SANTRI HENDAKNYA MENCONTOH TULISAN DI ATAS dengan“SENYONTOH-NYONTOHNYA”
maksudnya : dengan memperhatikan letak setiap huruf pada kotak, atas maupun bawah termasuk juga lengkungan huruf, tidak lupa juga letak dan jumlah titik huruf.
Selain itu tak kalah pentingnya, bila para santri diarahkan tidak hanya pada nama dan urutan huruf hijaiyyah saja tapi pada pengenalan huruf-huruf penyusun FAWATIHUS-SUWAR adalah yang lebih utama sebab rahasianya sungguh sangat luar biasa; jangan kita, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam saja tidak mengetahui rahasia dari setiap fawatihus-suwar di 29 surat dalam Al-Qur’an. Misalnya saat ditanya apa arti atau maksud dari Alif-Laaaaaamm-Miiiiiim” Rosululloh hanya menjawab; Allohu a’lamu bimurodihi “Hanya Alloh lebih mengetahui maksudnya”.
Bila huruf hijaiyyah itu ditulis dengan harokatnya (baik fathah-kasroh atau dlummah) maka bisa diberikan pelajaran (arahan) pada para santri agar lebih berkonsentrasi pada huruf-huruf isti’laa’ yaitu: KHO-SHO-DLO-THO-DHO-GHO-QO ples RO (tafkhim).
 
 

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: